La Tahzan, Jangan Bersedih

La Tahzan, Jangan Bersedih
#112


__ADS_3

Setelah selesai makan dan minum, Bagas meletakkan piring dan gelas tersebut di atas nakas yang ada di samping tempat tidur.


" Enak banget ya lontongnya?" tanya Bagas dengan pelan.


" Eheemm" sahut Reina dengan senyuman manisnya.


" Uda kenyang kan?" tanya Bagas lagi.


" Belum, masih lapar Reina Mas" sahut Reina dengan wajah imutnya.


" Apaaa" teriak Bagas yang langsung membuat Reina kaget seketika.


" Kamu kenapa sih mas, Reina gak budek kali, kenapa teriak teriak gitu bicaranya" bentak Reina yang langsung membuat Bagas mematung mendengar bentakan istrinya.


Mengingat istrinya yang selalu lemah lembut pada semua orang, tapi hari ini Bagas di buat shock dengan tingkah dan perilaku istrinya.


" Sayang Kam" belum selesai Bagas bicara langsung di potong oleh Reina yang membuat Bagas semakin terkejut.


" Apa, Mas mau bilang kelepasan kalau berteriak seperti tadi, lagu lama tau gak Mas, awas minggir, Reina mau ke dapur cari cemilan" potong Reina dengan menggeser kaki Bagas yang menghalangi jalannya.


Bagas sendiri hanya mematung melihat kepergian Reina. Sedangkan di depan pintu Raka dan Meta yang mendengar nona bosnya marah marah hanya bisa saling pandang sekalian menguping di balik pintu, saat Reina mmebuka pintu Raka dan Meta langsung terkejut dan membuat Raka dan Meta langsung berdiri tegap dan menudukkan kepalanya.


" Nagapai kalian disini" tanya Reina dengan tatapan tajamnya.


Bagas yang melihat istrinya berbicara dengan nada ketus langsung menghampiri istrinya.


" Sayang ada apa?" tanya Bagas namun tidak di jawab oleh Reina.

__ADS_1


" Meta apa kamu sekarang berubah profesi menjadi tukang nguping, dan kamu juga sama Raka?" tanya reina langsung menebak.


" Bukan Nona Bos, saya di sini nunggu piring kotor nona bos habis makan lontong sayur tadi, kalau Raka gak tau deh, bisa jadi dia yang nguping" ucap Meta langsung membela dirinya dan membuat Raka sebagai kambing hitam.


Raka yang di kambing hitamkan oleh Meta langsung melototkan matanya, dia langsung melirik ke arah bos dan nona bosnya.


Glek


Raka langsung menelan salivanya saat melihat tatapan tajam dari kedua suami istri itu.


Meta...awas saja kamu nanti, akan aku balas, bisa bisanya kau menuduhku, dan kau malah balik badan, tunggu saja pembalasan ku nanti, batin Raka menatap Meta dengan tajam.


Meta tahu kalau saat ini Raka pasti marah padanya, tapi Meta lebih takut kalau bos dan nona bos nya yang marah padanya, menurut Meta ini jalan terbaik yang di ambilnya.


" Raka urusan mu sama suami saya, dan kamu Mas, sepertinya memberikan kejutan hukuman buat asisten kamu ini seru juga" ucap Reina yang langsung meninggl kan Raka dan Bagas begitu saja.


Meta tidak mau ikut campur, dia langsung mengikuti nona bosnya kemana akan pergi, yang penting saat ini dirinya sudah aman, begitu lah fikirnya.


" Meta, aku sedang ingin makan asinan pepaya, kamu tolong buat kan ya, dan ingat pepaya nya tidak boleh mateng dan tidak boleh mentah, harus mengkal dan bunyi saat saya gigit, seperti jambu biji" ucap reina yang membuat Meta langsung melototkan matanya terkejut.


" Tapi Nona, saya tidak tahu cari buah pepaya seperti itu dimana?" tanya Meta.


" Itu urusan kamu dan hukuman buat kamu, kamu kira saya tidak tahu kalau kamu dan Raka tadi menguping di depan kamar saya" ucap Reina yang lagi-lagi membuat mata Meta membulat terkejut.


" Apa tidak ada yang lain Nona?" Tanya Meta dengan wajah memohon.


" Kamu bos nya apa saya Meta" tanya Reina sambil mengambil buah anggur.

__ADS_1


" Ya Nona, tapi jujur saya tidak tahu dimana mencari buah yang seperti nona inginkan" Ucap Meta dengan wajah memalas agar Reina sedikit iba.


" Mas" teriak Reina yang langsung membuat Bagas terkejut dan langsung meninggalkan Raka begitu saja.


" Iya sayang. kenapa sayang" ucap Bagas sambil menuruni tangga dan di ikuti Raka di belakangnya.


" Mas kamu sudah kasih hukuman buat Raka?" tanya Reina tanpa melihat wajah suaminya karena sedang asik memakan anggur yang ada di hadapannya.


" Belum sayang, baru mau mas hukum kamunya manggil Mas" sahut Bagas.


" Yasudah biar Reina yang kasih hukuman" ucap Reina yang langsung membuat perasaan Raka tidak enak.


" Raka kamu bareng sama Meta cari Pepaya yang tidak mentah dan juga tidak mateng, saya ingin makan asinan pepaya, dan saya mau kalian juga yang buat,selesai makan malam nanti harus uda ada" ucap Reina yang membuat Raka langsung menatap Meta, Meta yang di tatap hanya bisa mengangkat bahunya tidak tahu.


Sedang kan Bagas hanya bisa melirik Raka dan Meta saja, kemudian dia kembali melihat istrinya yang sikapnya aneh hari ini.


Ada apa lagi sih istriku ini, apa dia kemasukan jin tomang ya, kok jadi dia yang begitu kejam sekarang, batin Bagas.


" Kalian nunggu apa lagi, mau di tambah hukumannya?" ucap Reinakarena tak melihat Raka dan Meta bergerak.


" Baik nona bos, kami akan mencari pesanan nona bos, permisi bos, nona bos" ucap Raka dan di ikuti Meta.


Bagas yang melihat kepergian Raka dan Bagas hanya bisa mendesah, di tatapnya Reina yang masih asik makan buah Anggur dengan sesekali memainkan ponselnya.


" Sayang" panggil Bagas dengan manja.


" Jangan dekat-dekat Mas, Reina masih marah sama Mas" ucap Reina yang langsung pergi ke kamar mereka sambil membawa mangkok yang isinya buah anggur.

__ADS_1


Bagas hanya bisa mendesah melihat sikap istrinya dan mengacak rambutnya dengan kasar karena di cueki Reina.


Tbc.


__ADS_2