La Tahzan, Jangan Bersedih

La Tahzan, Jangan Bersedih
#34


__ADS_3

Bagas memegang ponsel Raka begitu kuat, Reina yang duduk di samping nya hanya menatap Bagas dengan tatapan tanda tanya apa yang sebenar nya terjadi.


" Ada apa kak? kenapa kakak kelihatan nya sedang marah?" tanya Reina.


Bagas langsung merubah raut wajah nya saat Reina bersuara, dia tersenyum pada Reina sambil memegang kepala Reina dengan lembut.


" Tidak ada apa apa Rein, semua nya baik baik saja, kamu tidak perlu khawatir ya? ucap Bagas meyakin kan Reina.


Kini Reina sudah duduk seperti biasa lagi sambil memandangi jalanan yang basah karena terkena air hujan, tapi karena baju nya basah, dan suhu di mobil dingin karena AC menyala membuat Reina sedikit kedinginan.


Reina mengusap ngusap tangan nya pada bahu nya agar lebih hangat, Bagas yang melihat Reina kedinginan langsung memeluk Reina dan hal itu membuat Raka hanya bisa melongo saja sambil menyetir di depan.


" Kakak malu di lihat sama kak Raka" ucap Reina merasa tidak nyaman saat di peluk Bagas.


" Biar kan saja dia nya Rein, kamu tidak usah mikiri Raka" sahut Bagas yang tidak perduli dengan Raka.


Yaelaaah bos, baru saja ngresaian nama nya kasmaran, uda belagu, entar kalau lagi marahan awas saja kalau nyari nyari saya ya, batin Raka.


Bagas yang tahu kalau Raka sedang ngedumel di depan hanya diam saja, karena tak mungkin Bagas menegur Raka saat ada Reina di samping nya.


Karena dingin lama kelamaan Reina tertidur di dalam pelukan Bagas, Bagas yang melihat Reina tertidur mengangkat sudut bibir nya karena lucu melihat wajah Reina yang lucu menurut Bagas.


Setelah meletak kan reina di kamar nya, Ayah Budi langsung menyuruh pembantu nya untuk menganti kan baju putri nya agar tidak masuk angin.


Setelah itu Ayah Budi langsung menemui Bagas dan Raka yang menunggu di ruang tamu.


" Nak Bagas, ganti lah dulu aju mu, Om takut kamu masuk angin nanti" ucap Ayah Budi pada Bagas.


" Tidak perlu Om, sebentar lagi Bagas juga akan pulang, masih banyak yang harus Bagas selesai kan om" sahut Bagas.


" Apa ini masalah Reina?" tanya Ayah Budi.

__ADS_1


" Iya Om, karena Reina sekarang adalah orang penting di dalam diri Bagas, dan BAgas tidak mau kalau sampai Reina kenapa napa karena wanita iblis itu" sahut Bagas dengan suara datar ny.


Ayah Budi hanya bisa diam dan menarik nafas nya saja, dia bersuykur Reina dekat dengan keluarga Kesuma, karena Ayah Byudi bisa tenang kalau suatu saat nanti Ayah Budi pergi meninggal kan nya sendiri.


" Om gak bisa bantu apa apa Gas, Om cuma bisa minta tolong sama kamu agar kamu selalu menjaga Reina dan jangan perna tinggal kan dia apa pun itu alasan nya, hanya dia yang kamu punya nanti nya kalau om sudah pergi dari dunia ini"ucap Ayah Budi dengan wajah yang begitu sedih.


Bagas dan Raka saling pandang mendengar ucapan Ayah Budi, tapi Bagas hanya bisa mengangguk kan kepala nya agar Ayah Budi yakin pada diri nya kalau putri nya akan aman pada nya.


" Pasti Om, Om tidak usah khawatir, dan Om tidak perlu bicara seperti itu, karena kita akan hidup bahagia nanti selama nya" ucap Bagas yang membuat Ayah Budi tersenyum sambil menepuk bahu Bagas.


" Yasudah sebaik nya kalian pulang dulu saja, Om gak mau kalau kamu jadi sakit karena terus memakai baju basah" ucap Ayah Budi pada Bagas dan Raka.


" baik lah Om, kita permisi dulu" ucap Bagas pamit di susul oleh Raka.


Di perjalanan Bagas langsung menayakan pada Raka kelanjutan nya pada Ibu tiri Reina , siapa lagi kalau bukan Siska.


" Bagaimana Ka?" tanya Bagas.


" Apa kamu tahu siapa orang yang ada di belakang wanita iblis itu" tanya Bagas lagi.


" Masih di selediki Bos" ucap Bagas.


Bagas terdiam memikir kan nasib Reina ke depan nya, dia berfikir kenapa hidup nya bisa semenderita itu setelah kepergian ibu nya, dan siapa yang membantu ibu tiri Reina selama nya, apa hubungan nya dengan keluarga Reina, semua itu berada di dalam fikiran Bagas.


Mobil mewah Bagas telah masuk ke dalam rumah besar Kesuma, papa dan mama Bagas langsung menyambut anak nya saat Bagas sudah masuk ke dalam rumah.


" Gimana makan malam nya sayang?" tanya mama Ridha yang langsung membuat langkah Bagas terhenti.


Raka yang di belakang Bagas juga berhenti karena bos nya berhenti, Bagas duduk di dekat papa nya yang sedang memegang tablet di tangan nya.


" Kenapa baju kamu basah? kamu main hujan sama Reina?" tanya mama Ridha.

__ADS_1


Bagas hanya diam saja, dia hanya tersenyum kecil mengingat momen romantis tadi saat hujan hujanan.


Mama dan Papa yang melihat tingkah anak nya langsung menatap Raka yang menemani anak nya saat makan malam tadi.


Bagas hanya mengacung kan jempol nya tanda sukses pada mama Ridha dan papa Andre.


" Bagas naik dulu Ma, Pa, mau ganti baju" ucap Bagas langsung meninggal kan kedua orang tua nya dan Raka.


Setelah kepergian Bagas, mama Ridha langsung menatap Raka ingin tahu bagaimana acara makan malam putra nya tadi.


" Bagaimana tadi?" tanya mama Ridha langsung yang membuat Raka menelan saliva nya karena terkejut.


" Ma jangan mau tahu urusan anak kita dong, kasian Raka nanti kalau dia ketahuan sama Bagas yang mencerita kan acara makan malam Bagas tadi" ucap papa kesuma yang langsung di angguki kepala oleh Raka tanda setuju.


Sebenar nya papa Andre penasaran juga, tapi papa Andre lebih memilih sabar untuk minta di cerita kan besok saja di kantor oleh Raka, agar tidak ketahuan oleh Bagas putra nya, tapi istri nya malah mau ingin tahu saat itu juga.


" Kata kan sekarang atau kamu akan tante hukum?" ucap mama Ridha malah membuat Raka serba salah.


Sebelum cerita Raka melihat ke arah atas dahulu, smana tahu Bagas kembali turun saat Raka bercerita kejadian tadi saat di kafe pada bos besar nya.


" Makan malam nya gagal om, tan...." ucap Raka yang belum selesai bicara tapi sudah di potong oleh mama Ridha.


" Apaaaa....Jadi makan malam yang sudah kita siap kan tadi gagal" teriak mama Ridha yang membuat Raka dan papa Andre terkejut.


Raka mau membantah alagi tapi mama Ridha sudah marah marah gak jelas, sehingga Raka kalut dan hanya bisa menangkat tangan nya sambil menggoyang kan nya tanda semua yang di kata kan mama Ridha gak benar.


" Apa makan malam nya gagal karna ada yang merusak nya iya? atau sengaja ada yang menyabotase acara makan malam romantis putra ku dan calon menantu ku? kata kan raka kenapa kamu diam saja sih? kenapa bisa makan malam romantis nya bisa batal" ucap mama Ridha dengan suara yang menggelagar.


Bagas yang di dalam kamar hanya bisa tersenyum mengingat ciuman tadi saat di restoran, bagi nya itu adlah hal yang begit romantis karena itu juga yang pertama kali bagi nya.


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2