La Tahzan, Jangan Bersedih

La Tahzan, Jangan Bersedih
#149


__ADS_3

Begitu dapat yang di cari, Pak kapolda langsung memanggil namanya yang sukses membuat semua yang ada di meja itu terkejut.


"Ivo kesini sebentar" panggil pak kapolda dengan suara lantang.


Deg


"Wawwww"


Jantung Rangga mendadak kembali berpacu begitu tahu wanita yang hari ini membuat jantungnya sudah tidak normal.


Sedangkan Reina malah tersenyum senang saat tahu ternyata wanita yang akan menangani kasus Ibu Diana dan Ria adalah wanita yang sudah membuat kakaknya mirip seperti ayam potong yang hendak di potong.


Ivo sendiri yang di panggil atasannya langsung berjalan ke arah dimana atasannya berdiri.


Rangga yang melihat cara jalan Ivo langsung terpana dengan kecantikan Ivo yang natural.

__ADS_1


Bak slow motion, bayangan Rangga melihat Ivo sedang berjalan dengan tersenyum ke arahnya dan rambut sebahu yang di terpa angin membuat Ivo langsung menyeka rambutnya yang menutupi wajahnya.


Namun lamunan Rangga terhenti saat mendapati pukulan di bahunya karena pak Kapolda sedari tadi bicara tapi tidak di dengar oleh Rangga dan membuat Bagas langsung menimpuk bahu kakak iparnya itu karena sudah membuat nya malu.


" Jaga Image dong kakak ipar, jangan buat malu di depan wanita yang sedang kau taksir" bisik Bagas yang langsung membuat Rangga berdecak kesal.


" Pak Rangga ini Ivo yang akan menangani kasus ibu Diana dan Nona Ria selama sidang berlanjut" ucap pak kapolda mengenalkan.


Ivo menatao Rangga dengan tatapan sedikit terkejut, dia tersenyum dan mengangkat tangan nya untuk berjabat tangan.


Karena tidak ada pergerakan dari kakaknya, Reina pun langsung mengangkat tangannya untuk mewakili menyambut tangan Ivo.


" Kenalkan saya Reina,dan ini suami saya Bagas, ini kakak saya Rangga yang akan menindak lanjuti kasus yang akan kamu tangani nanti, dan ini asisten suami saya Raka, kalau wanita itu Meta, orang kepercayaan saya" ucap Reina mengenalkan diri dan juga keluarga dan asistennya.


Ivo hanya tersenyum sambil menatap orang orang yang ada di hadapannya satu persatu. namun saat matanya bertemu dengan mata Rangga, Ivo langsung mengalihkan matanya ke arah lain.

__ADS_1


Sombong bener jadi orang, untuk adiknya ramah, kalau gak uda aku sembeli tubuhnya, mumpung sebentar lagi mau idul adha, batin Ivo dongkol namun tetap manampilkan senyuman terpaksa di bibirnya.


Meta sendiri yang melihat gelagat Rangga begitu sesak di dadanya, bahkan matanya seperti berair sendiri, ingin rasanya dia menangis saat itu juga, namun di tahan karena tidak mau ketahuan oleh bos dan nona bosnya. Berbeda dengan Ivo yang kebetulan melihat ke arah Meta.


Ini pasti pasangan bapak kulkas ini, wajahnya sama sama dingin kayak es batu, Batin Ivo menebak kalau Meta kekasih Rangga karena saat itu Meta berdiri di tengah tengah Rangga dan Raka.


" Apa bapak bisa jamin kalau dia bisa menangani kasus yang kami laporkan atas kejahatan yang di lakukan wanita itu?" kali ini Bagas yang bersuara yang membuat Ivo semakin kesal di buat keluarga Kesuma ini.


" Bapak tenang saja, saya akan memberikan yang terbaik untuk keluarga Kesuma" Ivo langsung menjawab karena merasa di sepele kan.


" Tapi kami bukan hanya mau hasil yang terbaik saja, tapi juga hukuman yang begitu berat karena kejahatan yang sudah wanita itu buat tidak bisa di toleransi lagi, saya tidak mau ada yang namanya rasa kasihan dan memberikan mereka hukuman berapa tahun penjara, yang saya mau mereka langsung menerima hukuman mati" kali ini Rangga yang berbicara karena mengingat kejahatan yang sudah di perbuat oleh Diana.


"Bapak tenang saja, proses hukum tetap berjalan sesuai kesalahan yang di buat oleh tersangka" ucap Ivo dengan wajah sedikit sewot dan itu dapat di lihat oleh Rangga.


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2