
Bagas yang mendegar suara teriakan Reina langsung berlari ke arah sungai, dan benar saja, Bagas bisa melihat seseorang sedang hanyut dan berusaha menyelamat kan diri nya.
" Itu seperti nya Reina" ucap Bagas dan langsung berlari ke dalam sungai untuk menyelamat kan Reina.
" Bagas hati hati, arus nya cukup deras" teriak Raka namun tidak di gubris oleh Bagas.
Yang ada di fiikiran Bagas saat ini adalah dia harus bisa menyelamat kan Reina nya.
Rangga juga berusaha untuk menyelamat kan Reina, karena Rangga sudah berjanji pada tuan Andre kalau dia akan menjaga Reina selama Bagas tidak ada di samping Reina.
Reina sudah semakin lemas karena sudah dua hari tidak makan, tubuh nya sudah lemas dan ikut terbawa dengan arus sungai yang lumayan deras.
Namun saat Reina sudah pasrah akan diri nya, dan mata nya akan tertutup, tiba tiba seseorang sudah berhasil menagkap tubuh nya dan memeluk nya, siapa lagi kalau bukan Bags lah yang berhasil menangkap tubuh Reina dan langsung di bawa Bagas ke tepi sungai.
" Sayang bangun lah, buka mata mu, kakak ada di sini bersama mu" ucap Bagas memukul mukul pipi Reina.
Karena tidak melihat Reina membuka mata nya, Bagas langsung memberi kan nafas buatan pada Reina, dan benar saja, Reina langsung memuntah kan air sungai yang sempat terminum kedalam mulut nya tadi.
" Sayang" panggil Bagas dengan sedikit lega karena melihat Reina sudah sadar, dan dengan cepat BAgas langsung memeluk tubuh Reina dengan erat.
" Ahkir nya kakak berhasil menemukan mu sayang, kakak begitu khawatir pada mu" ucap Bagas masih memeluk Reina begitu erat.
Reina sendiri yang mendengar suara Bagas langsung bergerak dan menjauh ka kepala nya dari dada bidang Bagas.
" Kakak" panggil Reina dengan suara pelan nya.
" Iya sayang, kakak si sini, kamu sudah aman bersama kakak" sahut Bagas yang menciumi seluruh wajah cantik Reina.
Rangga yang melihat itu entah kenapa dada nya merasa kan sesak, namun dengan cepat dia langsung menggeleng kan kepala nya dan memaling kan wajah nya agar tidak melihat Reina dan Bagas.
__ADS_1
" Syukur lah nona selamat, kami semua sangat mengkawatir nya keadaan nona" ucap Raka yang langsung di angguki kepala oleh Reina.
Tatapan mata Bagas tertuju pada Rangga yang berdiri tak jauh dari diri nya, Bagas melepas kan pelukan nya pada Reina dan berjalan ke arah Rangga.
Buuuuukk
Satu pukulan medarat tepat di bibir Rangga sampai darah segar mengalir dari ujung bibir Rangga.
" Kenapa kau bawa Reina sampai sejauh ini hakh, apa yang akan kau lakukan pada Reina ku?" teriak Bagas sambil mencengkram kerah baju Rangga yang sudah Bagas.
Raka, Boby dan Jaka langsung melerai Bagas dan Rangga agar tidak terjadi perkelahian.
" Gas sudah, lepas kan Rangga, kamu jangan seperti ini, aku yakin Rangga punya alasan kenapa dia membawa Reina sampai sejauh ini" ucap Raka menenang kan Bagas.
" Cerita kan pada ku apa yang terjadi" ucap Raka meminta pada Rangga mencerita kan kejadian yang sebenar nya.
Rangga menyetir mobil nya dengan kecepatan sedang menuju perusahaan keduan orang tua Reina yang sudah berhasil di gabung kan menjadi satu, namun tiba tiba saat di jalan yang menuju ke arah hutan, mata tajam Rangga menatap tiga buah mobil yang mengikuti mobil yang di kendarai Rangga, dengan cepat Rangga menyuruh Reina untuk berpegangan di kursi belakang.
" Kau pegangan yang kuat, aku akan melaju kan mobil ini dengan kencang, ada yang mengikuti kita" ucap Rangga yang langsung membuat Reina menjadi panik.
Reina menatap ke arah belakang mobil nya, dan benar saja ada yang mengikuti mobil mereka, namun karena Rangga mempunyai keahlian menyetir seperti pembalap handal, sehingga mobil yang mengikuti mobil mereka tertinggal cukup jauh.
Rangga langsung memberhenti kan mobil nya di tepi hutan dan menarik Reina dengan paksa masuk ke dalam hutan.
" Ayo cepat, waktu kita tidak banyak" ucap Rangga dan langsung di angguki kepala oleh Reina.
Sebelum Rangga masuk ke hutan lebih jauh lagi, Rangga meminta Reina melepas kan sepatu nya, begitu juga dengan Rangga yang melepas kan sepatu mereka, agar jejak kaki mereka tidak terlihat dari tapak sepatu mereka.
" Lepas kan cincin mu dan berikan ponsel mu pada ku cepat" ucap Rangga lagi.
__ADS_1
" Tapi buat apa? ini cincin pemberian kedua orang tua ku" ucap Reina yang belum mengikuti perkataan Rangga.
" Sudah cepat, waktu kita tidak banyak" ucap Rangga langsung menarik cincin yanga da di jari tangan Reina dan memasuk kan ke dalam kaus kaki nya dan memasuk kan ke kaus kaki nya dan Rangga mengambil tanah yang ada di hutan tersebut dan memasuk kan ke dalam kaus kaki yang berisi cincin Reina agar sinyal dari Gps tidak terdekteksi oleh musuh.
Rangga melepas kartu yang ada di ponsel nya begitu juga dengan ponsel Reina, dan Rangga mengubur tas dan sepatu mereka di dalam tanah dan mengubur nya serta menutup nya dengan dedau kering agar tidak menimbul kan kecurigaan.
Saat sudah selesai, Rangga menarik tangan Reina untuk berlari, namun Rangga mendengar suara mobil terhenti dan langkah kaki yang masuk ke dalam hutan.
Dengan cepat Rangga menarik Reina ke dalam semak dan memabwa nya berlari sejauh mungkin, dari kejaran para musuh.
Rangga menyuruh Reina untuk turun ke bawah tepi jurang dengan pelan pelan msambil memegang akar akar pohon.
" Hati hati, dan jangan sampai berteriak" ucap Rangga yang di angguki kepala oleh Reina.
Namun Rangga masih dapat mendengar kalau para musuh mengejar mereka, Rangga tidak mungkin melaan mereka karena mereka berjumlah banyak dan membawa senjata lengkap, sedang kan Rangga dan Reina hanya membuh satu buah pistol saja, dan tidak membawa stock peluru yang banyak.
" Kenapa kita tidak melawan mereka saja, bukan nya kau dan aku sudah bisa bela diri" tanya Reina dengan berbisik saat mereka bersembunyi di dalam semak dan dan di balik batu besar.
" Kau tidak lihat pasukan mereka begitu banyak, kalau hanya sekita 50 orang saja, dengan mudah aku mematah kan semua kaki mereka, tapi kau tidak melihat kalau mereka terus bertambah dari mobil yang mengejar kita tadi" ucap Rangga dan Reina hanya bisa terdiam.
Hingaa malam mereka masih terus berada di dalam hutan, dan para musuh juga masih mengejar mereka, namun Rangga melihat ada sebuah goa dan mengajak Reina untuk masuk ke dalam Goa dan menelusuri Goa tersebut.
Tbc.
__ADS_1