La Tahzan, Jangan Bersedih

La Tahzan, Jangan Bersedih
#23


__ADS_3

Anak buah Diana langsung terkejut mendengar suara Reina, tapi dia masih tetap memperhati kan wajah Reina dengan lekat.


" Ada apa kau memberhenti kan jalan ku, apa kau tidak lihat hari sangat panas di sini, aku tidak mau gara gara kau kulit ku menghitam" ucap Reina dengan nada cerewet nya.


Bagas dan Raka yang mendengar suara Reina yang berubah menjadi cerewet langsung terkejut, karena yang mereka tahu kalau Reina itu gadis yang lembut dan tidak pernah marah sedikit pun.


Tapi kali ini Bagas dan Raka langsung terkejut dan saling pandang mendengar suara Reina yang sedang memarahi anak buah ibu tiri nya yaitu Diana.


" Maaf nona, saya hanya memastikan saja, saya melihat wajah anda mirip sekali dengan orang yang saat ini saya cari" ucap anak buah Diana.


" Apa kamu bilang? wajah saya mirip dengan orang yang sedang kamu cari? apa kamu fikir wajah saya ini pasaran, sampai kamu bisa bilang wajah saya ada di mana mana begitu?" bentak Reina.


" Awaas...minggir kamu" kembali Reina membentak anak buah Diana dan melanjut kan langkah nya menuju mobil Bagas yang terparkir tak jauh dari mereka berdiri tadi.


Bagas dan Raka hanya mengikuti Reina dengan tatapan saling pandang, tapi sebelum melangkah kan kaki nya, Bagas menegur anak buah Diana dengan tatapan membunuh.


" Kau sudah membuang waktu ku yang berharga hanya karena pekerjaan mu yang tidak ada untung nya untuk mu" ucap Bagas kemudian langsung melanjut kan jalan nya di ikuti dengan Raka di belakang nya dan melihat anak buah Diana dengan tatapan mata tajam nya.


Anak buah Diana langsung menelan saliva nya karena mendapat tatapan seperti itu dari Bagas dan Raka.


Tapi dia masih terus memperhati kan Reina yang sudah masuk ke dalam mobil Bagas.


Sementara Reina yang sudah berada di dalam mobil begitu ketakutan, tangan nya dingin dan gemetaran, walau pun tadi dia berbicara lantang dengan anak buah Diana, tapi sebenar nya hati kecil nya sudah ketakutan.


Bagas yang tahu kalau Reina sebenar nya ketakutan pun langsung memegang tangan Reina dengan perlahan.

__ADS_1


Reina yang tangan nya di pegang langsung menoleh ke arah Bagas yang duduk di sebelah nya.


" Jangan takut dan jangan bersedih, aku selalu ada di samping kamu untuk melindungi kamu" ucap Bagas dengan sungguh sungguh.


Reina pun mengangguk kan kepala nya dan tanpa sadar langsung memeluk Bagas dengan erat.


Bagas yang di peluk Reina pun terkejut juga, tapi dengan perlahan Bagas membalas pelukan Reina dan sesekali mencium pucuk kepala Reina yang masih tertutup rambut palsu nya.


" Jangan menangia gadis manis, kakak akan selalu ada buat kamu, jangan pernah keluar kan air mata kamu hanya untuk manusia seperti mereka" ucap Bagas yang masih memeluk Reina.


Raka yang melihat bos nya begitu lembut pada Reina semakin aneh, dia sesekali melirik bos nya dari spion mobil sambil fokus nyetir.


Ahkir ahkir ini aku rasa bos makin aneh saja pada nona Reina, apa dugaan ku selama ini benar ya, kalau si bos sudah jatuh cinta pada nona Reina, bukan hanya sekedar kasihan seperti yang perna bos bilang waktu itu, batin Raka.


Karena kelelahan menangis, Reina tanpa sadar sudah tertidur di dalam pelukan Bagas, Bagas dengan senang hati memeluk Reina yang tertidur dan terlihat semakin manis.


Bruuaaaaaaak ( bunyi suara galon air minum yang di banting)


" Kenapa sekarang kinerja kalian semakin tidak bisa di andal kan? apa yang terjadi pada kalian haaaah" bentak Diana dengan wajah yang sudah marah.


" Maaf bos, tapi wanita itu memang tidak ada di rumah sakit, kita sudah berpencar dengan mencari nya di semua ruamh sakit yang ada di kota ini, dan kita sudah menanyakan nya pada resepsionis, kita juga keliling di setiap sudut dan ruangan yang ada di rumah sakit, tapi wanita itu tidak ada bos, cumaa...." ucap anak buah Diana berusaha menjelas kan dan sedikit ragu untuk melanjut kan kata kata nya.


" Cuma apaa?" tanya Diana.


" Cuma tadi saya melihat wanita yang begitu mirip dengan nona Reina Bos, tapi dia rambut nya pendek, berkaca mata tebal dan ada tahi lalat di sudut bibir nya" ucap anak buah Diana memberi tahu.

__ADS_1


" Saya sempat curiga kalau wanita itu memang wanita yang sedang kita cari bos, tapi saat dia berbicara, saya berfikir kalau dia bukan wanita yang kita cari bos" lanjut anak buah Diana.


" Apa yang membuat mu begitu yakin kalau itu bukan Reina anak sialan itu" tanya Diana.


" Wanita itu begitu judes bos, bukan seperti nona Reina, dan satu lagi...dia bersama dengan dengan Tuan Bagaskara Aditya Kesuma bos" ucap anak buah Diana memberi tahu.


Diana begitu terkejut ketika mendengar nama pewaris tunggal perusahaan dari Kesuma Group.


Apa mungkin selama ini anak sialan itu ada di bawa lindungan orang hebat itu, tapi mana mungkin bisa, dia hanya wanita hina yang tak tahu diri, tapi aku harus selediki semua nya, aku juga kenal dekat istri dari tuan Andri, Nyonya Ridha..yaa...aku harus mendekati nya, batin Diana dengan senyuman jahat nya.


" Baik lah, kau selediki anak sialan itu sekarang juga, benar atau tidak dia berada di bawa perlindungan keluarga kesuma" ucap Diana langsung pergi meninggal kan tempat dia berada sekarang.


" Baik bos" ucap anak buah Diana.


Di rumah besar Kesuma, Tuan andri dan Nona Ridha melihat Bagas yang sedang menggendong Reina tertidur di dalam gendongan nya.


" Sayang kenapa dengan Reina? apa ada yang menyakiti dia lagi?" tanya mama Ridha yang khawatir melihat Reina dalam gendongan Bagas.


" Reina hanya kelelahan Ma, tadi dia menangis setelah pulang dari rumah sakit, karena katakutan melihat anak buah Diana yang sedang mencari nya" ucap Bagas memberi tahu mama dan papa nya.


" Wanita licik itu....aku gak akan tinggal diam lagi, tunggu saja apa yang akan aku lakukan pada mu" ucap Mama Ridha dengan tatapan membunuh.


Papa Andri yang melihat istri nya sudah marah ahkir nya langsung menyuruh putra nya untuk membawa Reina ke dalam kamar nya.


" Nak sebaik nya kamu antar Reina ke dalam kamar nya, apa kamu gak capek menggendong dia terus" ucap papa Andri sekalian meledek putra nya.

__ADS_1


Mama Ridha pun tersenyum mendengar ucapan suami nya, Bagas sebenar nya malu, tapi dia tetap membuat wajah nya datar tanpa expresi.


Tbc.


__ADS_2