La Tahzan, Jangan Bersedih

La Tahzan, Jangan Bersedih
#35


__ADS_3

" Apaaaa....Jadi makan malam yang sudah kita siap kan tadi gagal" teriak mama Ridha yang membuat Raka dan papa Andre terkejut.


Raka mau membantah  tapi mama Ridha sudah marah marah gak jelas, sehingga Raka kalut dan hanya bisa mengangkat tangan nya sambil menggoyang kan nya tanda semua yang di kata kan mama Ridha gak benar.


" Apa makan malam nya gagal karna ada yang merusak nya iya? atau sengaja ada yang menyabotase acara makan malam romantis putra ku dan calon menantu ku? kata kan Raka kenapa kamu diam saja sih? kenapa bisa makan malam romantis nya bisa batal" ucap mama Ridha dengan suara yang menggelagar.


 Sementara Bagas yang di dalam kamar hanya bisa tersenyum mengingat ciuman tadi saat di restoran, bagi nya itu adalah hal yang begitu romantis karena itu juga yang pertama kali bagi nya.


Sedang kan Raka yang berada di ruang keluarga bersama mama Ridha dan papa Andre menjadi bingung sendiri menjelas kan nya karena mama Ridha selalu saja berbicara saat Raka mau memberitu kan kejadian saat di restoran tadi.


" Coba deh mama diam dulu, biar Raka mencerita kan kejadian di restoran tadi" ucap papa Andre menyuruh istri nya diam.


Mama Ridha pun diam dan menatap Raka yang langsung mengangguk kan kepala nya tanda setuju dengan perkataan papa Andre.


" Kata kan cepat, dan jangan ada yang kamu tutupi kejadian tadi" ucap mama Ridha dengan wajah judes nya.


Sebelum berbicara Raka menarik nafas nya terlebih dahulu, kemudian dia langsung menatap ke atas mana tahu kalau Bagas tiba tiba turun, di rasa aman, Raka langsung mencerita kan semua nya pada mama Ridha dan papa Andre.


" Sebenar nya acara makan malam tadi bukan gagal Tan, tapi lebih ke tidak makan" ucap Raka memulai mencerita kan.


Papa dan mama Bagas menyatukan alis nya karena kurang paham maksud dari cerita Raka, Raka yang menyadari bos besar nya kurang paham langsung melanjut kan kembali cerita nya.


" Jadi begini Tan, Om, tadi saat mau makan, Bagas mengungkap kan perasaan nya pada Reina, dan Reina begitu senang karena ternyata Reina juga mencintai Bagas, sangking senang nya mereka main hujan dan..." ucap Raka terhenti karena mengingat ciuman sang bos dengan calon nona nya tadi.


" dan apa?" tanya mama Ridha yang tidak sabar.


" Dan mereka...mereka" ucap Raka menyatukan jari telunjuk nya mneyatu menanda kan sedang berciuman.

__ADS_1


Papa Andre langsung terkekeh melohat adegan tangan Raka, sedang kan mama Ridha hanya menggeleng kan kepala nya saja karena ulah putra nya.


" Jadi karena itu mereka tidak makan malam, tapi itu sudah membuat mereka kenyang, ya kan Pa" ucap mama Ridha yang langsung mendapat anggukan kepala.


" Sebaik nya sekarang kita bicara kan pada pak Budi agar Reina segera menikah secepat nya dengan Bagas Pa, mama tidak mau calon menantu mama kenapa napa, mengingat iblis itu sudah keluar dari penjara bukan" ucap mama Ridha dengan wajah kejam nya.


" Iya ma...nanti akan papa bicara kan dengan Pandu dahulu ya" sahut papa Andre.


******


Di sebuah rumah besar. Diana sedang duduk sambil merokok dan sesekali menyesap anggur yang ada di depan nya, dia sudah tidak sudah sabar ingin menghancur kan Reina, gadis yang sudah merusak rencana nya untuk mendapat kan harta yang selama ini sudah hampir berada ditangan nya.


" Apa yang kau fikir kan" ucap seseorang dan langsung duduk di hadapan Diana.


" Apa lagi kalau bukan cara untuk menghancur kan gadis sialan itu" ucap Diana sambil mengeluar kan asap rokok dari mulut nya.


" Kenapa kau begitu membenci keluarga Kesuma, kenapa kau mau membantu ku untuk membunuh gadis sialan itu? padahal kau tak mengenal keluarga suami sekarang bukan?" tanya Diana pada orang yang sudah menolong nya dari penjara.


Orang tersebut hanya bisa tertawa mendapat pertanyaan dari Diana.


" Kau tidak perlu tahu alasan ku kenapa, yang jelas aku mengetahui siapa gadis yang menganggu misi mu sekarang" Ucap nya langsung pergi meninggal kan Diana yang terpaku karena terkejut mendengar ucapan orang yang ada di hadapan nya.


Di sebuah kamar dengan lampu yang remang, seseorang sedang menatap foto dua gadis sekaligus, tatapan mata nya begitu tajam begitu melihat foto tersebut.


" Ahkir nya aku bisa masuk untuk bisa membalas kan dendam ku pada kalian, wanita wanita yang sudah membuat hidup ku hancur sampai sekarang" ucap nya penuh dengan dendam.


" Aku lah yang sebenar nya mempertemu kan putri dan putra kalian, dan aku yakin rencana ku kali ini berhasil, untuk membuat hidup kalian lebih menderita dari aku yang dulu, dan aku bisa mendapat kan apa yang aku mau....hahahahaha" ucap nya dan melempar pisau ke foto yang sudah ada foto papa Andre dan pak budi di sana.

__ADS_1


" Dan kalian berdua akan mati seperti kalian membuat ibu ku menghembus kan nafas nya dulu dan meninggal kan dunia ini selama lama nya" ucap nya sambil mengingat kisah nya dahulu.


Sementara papa Andre yang sudah selesai membahas masalah pernikahan putra nya dengan dengan papa Budi langsung mengingat kenangan dahulu saat dia masih muda.


Bagas yang tadi nya tiduran langsung mengingat kalau dia harus membahs masalah keluar nya Diana dari penjara, dengan cepat dia keluar kamar dan masukke ruang kerja nya.


Saat membuka pintu dia terkejut ada papa nya dan juga Raka yang ada di sana.


" Papa... Raka..kalian?" ucap Bagas yang langsung duduk di sofa bergabung dengan papa dan Raka.


" Sudah selesai menghayal nya?" tanya papa Andre yang langsung mendapat kekehan dari Raka.


Bagas langsung menatap Raka dengan tatapan tajam nya, Raka tidak takut karena di sana ada bos nya besar nya, dia semakin menertawa kan Bagas sampai puas.


" Papa sudah melamar Reina untuk menjadi istri mu Gas, tinggal kamu membicara kan pada Reina secepat nya, karena papa yakin setelah ini pasti banyak masalah yang akan datang kekeluarga kita" ucap papa Aandre manrik nafas nya dengan kasar.


" Apa maksud papa bicara seperti itu? apa papa tidak setuju kalau aku menikah dengan Reina?" tanya Bagas.


" Bukan itu nak, ada banyak hal yang sebenar nya belum kamu ketahui, dan belum saat nya kalian tahu" ucap papa Andre.


" Sekarang tugas mu adalah secepat nya untuk menikahi Reina, agar apa yang papa rencana kan semua nya berjalan dengan lancar" sambung papa Andre.


" Apa pernikahan ku dengan Reina adalah sebuah rencana? kalau memang iya, sampai kapan pun aku tidak akan mau menikahi Reina Pa, walau pun aku sadar kalau aku sekarang jatuh cinta pada nya" ucap Bagas langsung pergi meninggal kan papa nya dan Raka dengan emosi.


Papa yang melihat kepergian Bagas hanya bisa menarik nafas dalam dalam, sedang kan Raka yang tidak tahu apa apa tentang rencana yang di maksud dengan bos besar nya hanya bisa menatap kepergian Bagas dengan tatapan bingung.


Belum saat kau tahu nak, tapi suatu saat papa akan mencerita kan nya dengan mu, batin papa Andre setelah melihat kepergian Bagas.

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2