La Tahzan, Jangan Bersedih

La Tahzan, Jangan Bersedih
#84


__ADS_3

Papa Andre begitu terkejut melihat siapa wanita yang saat ini berada di samping Bagas dan dengan tubuh yang sudah basah kuyub, begitu juga dengan Bagas yang sudah basah kuyub.


" Ada apa dengan kalian? kenapa kalian bisa basah kuyub begini? dan kenapa Reina bisa bersama kamu?" tanya papa Andre.


" Ck, satu satu dong Pa nanyak nya, nanti Bagas ceritakan, tapi sekarang biarkan ganti baju dulu, kasian Reina sudah basah kuyub, aku gak mau sampai Reina masuk angin nantinya" sahut Bagas yang langsung di angguki kepala oleh Papa Andre.


Mama Ridha yang sedari tadi diam hanya bisa tersenyum menatap suaminya yang masih menatap putra dan menantunya masuk ke dalam kamar.


" Papa lihatkan, cinta mereka begitu kuat, mereka tidak bisa terpisahkan, walaupun papa membuat Reina bersama Rangga" ucap mama Ridha menatap sang suami.


" Papa melakukan ini demi keselamatam Reina ma, papa sudah berjanji dengan Budi kalau papa akan selalu menjaga putri nya" sahut papa Andre.


" Keselamatan Reina ada pada putramu Pa, dan kekuatan putramu ada pada Reina, jadi kalau mereka di pisahkan, maka itu akan membuat mereka sama sama lemah" ucap mama Ridha memberitahu pada suaminya.


" Percaya lah pada mama pa, kalau misi kita untuk membuat Muklis tidak menganggu keluarga kita juga dengan keluarga putra kita akan berhasil" sambung mama Ridha dan di jawab anggukan kepala olej papa Andre.


Setelah selesai mengganti pakaian, Bagas menceritakan kejadian tadi pada papa dan mamanya, papa Andre hanya bisa menatap wajah sang istri, dan mama Ridha hanya tersenyum kalau apa yanh di katakan nya barusan adalah benar.


" Yasudah yang penting kami harus jaga Reina, apa pun itu cara nya" ucap papa Andre.


"Pasti Pa, tanpa di suruh pun aku akan menjaga istriku walai nyawaku taruhannya" jawab Bagas sambil memegang tangan istrinya yang masih terlihat pucat karena kehujanan tadi.


Saat ini mereka semua memakai pakaian serba hitam, bahkan mama Ridha dan Reina memakai pakaian anti peluru, mereka sengaja memakai pakaian itu sebagai antisipasi terhadapa musuh yang akan mereka hadapi saat ini.


Mobil yang mereka tumpangi sudah sampai di sebuah hutan dimana markas Muklis berada.


Mama Ridha langsung keluar dari mobil di susul oleh papa Andre, kemudian mama Ridha langsung menghubungi Muklis mengatakan kalau saat ini dirinya berada di depan markas nya.


Muklis pun terkejut dan langsung keluar menemui pasangan suami istri sudah berdiri di depan markasnya dengan tampang yang begitu tajam.

__ADS_1


" Ada apa? apa kalian kesini ingin membuat kekacauan?" tanya Muklis menatap papa Andre dengan tatapan tajamnya.


Papa Andre tidak menjawab pertanyaan Muklis, Ia menatap istrinya sejenak, setelah mendapat anggukan dari istrinya, Papa Andre langsung melemparkan map ke depan Muklis.


Muklis hanya menatap map yang berwarna merah itu terjatuh di bawah kaki nya, setelah itu ia kembali melihat Papa andre dan mama Ridha meminta penjelasan.


" Baca dan tanda tangani" ucap papa Andre dengan tegas.


Muklia langsung melirik anak buah nya agar segera mengambil map yang ada di bawah kakinya, dengan cekatan anak buah Muklis mengambil map tersebut dan langsung memberikannya pada bos nya.


Muklis membaca isi dari map tersebut, kemudian ia mengerutkan alisnya dan tertawa mengejek papa Andre dan mama Ridha.


" Hahahaha, hanya segini kalian memberikan harta peninggalan dari orang tua anak itu? bagi ku ini hanya sampah" ucap Muklis langsung merobek map yang ada di tangannya dan melemparkan nya kembali pada Papa Andre.


" Kalau kau hanya mau memberikan itu pada ku, sebaiknya kau pergi dari sini, karena aku gak butuh itu" ucap Muklis dengan wajah sombongnya.


" Apa mau mu? bukannya itu sudah adil untuk mu?" tanya mama Ridha.


" Ck, saudara tiri yang tidak pernah menganggapnya, iti juga harus kau ingat" ucap mama Ridha yang membuay Muklis menatap Mama Ridha dengan tajam.


" Kalau kau tidak mau maka tidak ada tawaran kedua" ucap papa Andre yang membuat Muklis kembali murka.


" Aku yang akan merebut nya sendiri dari tangan anak itu, apa pun akan aku lakukan agar semua harta peninggalan ibu dan ayahnya menjadi milik ku, dan dengan tangan ku inilah aku akan membunuhnya" ucap Muklis dengan meradang.


Bagas yang mendengar ucapan Muklis ingin sekali merobek mulut Muklis dengan tangan nya sendiri, sementara Reina, Ia hanya menatap Muklis dengan tatapan tajam nya walau begitu air matanya tetap mengalir membasahi wajah cantiknya.


" Sebaiknya kalian pulang, atau aku melempar kalian ke neraka" ucap Muklis.


" Sebelum kau melempar kami ke nereka, kau diluan yang akan menemui malaikat maut" ucap mama Ridha yang langsung mengarahkan jam tangannya ke arah Muklis dan menekan tombol di yang ada di samping jam tangan Muklis.

__ADS_1


Cuuuuuuup ( anggap saja bunyi jarum yang mengenai tubuh Muklis)


Jarum beracun yang mama Ridha tembakkan ke tubuh Muklis tepat mengarah ke jantung Muklis, sehingga membuay Muklis langsung memegang dada nya karena merasa begitu sakit.


" Sakit, tapi tidak berdarah" ucap papa Andre menatap wajah Muklis yang memerah.


" Jarum itu sudah bercampur dengan racun yang aku rakit sendiri dan akan membuat tubuh mu semakin lama akan lumpuh, dan perlahan malaikat mau akan datang menjemput mu karena iba melihat mu menderita" ucap mama Ridha yang semakin membuat Muklia meradang.


Ia melirik ke arah anak buahnya, kenapa tidak melawan para musuh, namun mata nya mendadak membulat saat tahu kalau anak buahnya sudah di sandra oleh para polisi intel dan anal buah papa Andre.


" Mereka tidak bisa membantu mu kali ini" ucap mama Ridha yang membuat Muklis kembali menatapnya.


Dengan sekalo gerakan, Muklis mengambil senjata apo dari saku belakangnya dan dalam hitungan detik


Dor


Dor


Dor


" Sayang"


" Mama"


" Nyonya"


Teriak Bagas dan Reina dari dalam mobil, papa Andre, dan Juga Raka dan Rangga secara bersamaan.


Mama Ridha hanya mundur beberapa langkah kemudian mengusap bekas peluru yang mengenai pakaiannnya.

__ADS_1


" Mama tidak apa apa" ucap mama Ridha dengan senyuman yang membuat Muklis semakin murka, namun Muklia tidak bisa berbuat apa apa karena tangan sebelah kanan nya sudah lemas dan tidak bertenaga.


Tbc.


__ADS_2