
Papa Andre yang melihat istri tercinta nya sedang menatap keluar langsung memeluk nya dari belakang dan membuat mama Ridha terkejut.
" Papa..kamh membuat ku terkejut" ucap mama Ridha yang langsung mendapag kekehan dari papa Andre.
" Apa yang sedang mama lihat?" tanya pala Andre sambil mencium leher jenjang mama Ridha.
" Reina pa...dia seperti mama? begitu cepat belajar olmu bela diri, mama yakin nanti setelah Bagas dan Reina menikah, tidak ada lagi musuh yang selalu menganggu kehidupan mereka" ucap mama Ridha menahan hasrat karena ciuman yang di lakukan Papa Andre pada nya.
" Reina memang wanita hebat ma, dia begitu pantas dengan anak kita, tapi bagi papa, mama lah yang lebih hebat" ucap papa Andre lalu membawa mama Ridha ke ranjang mereka.
Terjadi lah hawa panas di tengah hari oleh mama Ridha dan papa Andre.
Bagi mereka walau pun sudah berumur, namun cinta dan kasih sayang harus tetap di jalan kan.
Bagas saat ini sedang berada di proyek bersama dengan Rosa, Rosa begitu senang saat bisa berjalan dengan Bagas.
Timbul niatan Rosa untuk bisa mendapat kan Bagas saat itu.
" Ehhhmmm maaf pak Raka, bisa kau ambil kan kita minum di pendopo sana, karena saya juga mau menjelas kan dekorasi untuk ruangan ini pada pak Bagas" ucap Rosa dengan percaya diri nya.
Raka yang tidak mendengar suara Mulklis untuk memerintah Rosa dari micropon kecil nya pun langsung meninggal kan Bagas dan Rosa berdua.
Rosa tersenyum setelah melihat kepergian Raka, dengan cepat Rosa membuka blezer nya dan menampak kan bukit kembar nya yang hampir meloncat keluar tertutupi tangtop yang ia kenakan.
Bagas yang tidak menyadari itu hanya diam saja, karena saat ini dia berdiri membelakangi Rosa.
Raka sendiri yang mempunya perasaan tidak enak, kembali lagi masuk ke ruangan tempat dimana Bagas dan Rosa berada setelah menyuruh salah satu tukang bangunan untuk mengambil kan minuman di pendopo.
Risa sendiri berfikir kalau Raka kembali ke ruangan akan membutuh kan waktu yang lama, mengingat pendopo dan bangunan proyek lumayan jauh.
__ADS_1
Saat Rosa sudah hampir mendekati Bagas, Raka masuk dan melihat Rosa ingin memeluk Bagas dari belakang.
" Apa yang kau lakukan nona" teriak Raka dari depan pintu.
Bagas dan Rosa sama sama terkejut mendegar teriakan Raka, Bagas yang melihat rosa membuka blezer nya pun manuat kan alis nya dan merasa jijik melihat penampilan Rosa.
" Kenapa kau membuka baju mu nona? apa yang mau kau lakukan?" tanya Raka dan melempar kan blezer Rosa yang terletak di atas sofa.
" Aku hanya merasa kepanasan, maka nya aku membuka nya, lagian apa ada masalah? ini Jerman tuan bukan Indonesia" ucap Rosa tanpa merasa bersalah.
Rosa kembali memakai blezer nya di hadapan Bagas dan Raka, dia sengaja tidak mengancing kan blezer nya agar bisa membuat Bagas melihat gunung kembar nya yang jelas terpampang.
Tanpa Rosa sadari, Raka sudah memasuk kan micropon kecil yang di siapkan oleh Jaka, dan mengambil micropon kecil yang ada di saku blezer Rosa sebelum nya yang langsung tersambung oleh Muklis.
"Mari kita lanjut kan" kata Bagas yang tidak mau mengambil pusing.
Raka langsung memasuk kan micropin kecil milik Rosa ke dalam saku jas nya, dan akan memberi kan pada Jaka saat mereka tiba di apertemen nanti.
" Pembicaraan kita sampai di sini nona, nanti akan saya kabari lagi untuk pertemuan selanjut nya" ucap Bagas langsung pergi meninggal kan Rosa dan di susul Raka.
" Seperti nya kita harus berhati hati dengan wanita itu bos, selain dia orang suruhan Muklis, dia juga wanita licik bos, hampir saja tadi aku lihat dia memeluk bos" ucap Raka memberi tahu.
" Kalau itu terjadi, aku akan menyuruh mu mencari kembang tujuh rupa untuk menyamak tubuh ku bekas pelukan wanita yang menjijik kan itu" ucap Bagas yang di sambut tawa oleh Raka.
Rosa sendiri yang sudah selesai bertemu dengan Bagas langsung pergi menuju sebuah apertemen mewah di salah satu kota Jerman.
Rosa melangkah setelah menempel kan kartu nya di pintu masuk, dan langaung melangkah kan kaki nya menuju lantai dua di dalam apertemen tersebut.
Di buka nya secara perlahan sebuah pintu besar yang berada di lantai dua, begitu pintu terbuka, Rosa langsung di sambut dengan suara seseorang.
__ADS_1
" Kau sudah pulang Baby" ucap seorang lelaki yang sedang menatao pemandangan dari luar jendela.
" Yaaahhh...aku baru saja pulang menemui anak musuh mu itu" ucap Rosa yang langsung memeluk tubuh lelaki itu dari belakang.
" Kau menginginkan ku?" tanya lelaki tersebut yang tak lain dan tak bukan adalah Muklis.
Muklia sengaja ikut ke Jerman demi ambisi nya untuk membalas dendam nya pada keluarga Kesuma, dan saat ini dia ingin melenyap kan Bagas terlebih dahulu.
Karena Muklis berfikir melenyap kan Bagas tanpa ada nya papa Andre akan lebih muda.
" Apa kau tidam bisa merayu lelaki bodoh itu tadi saat kau bersama nya untuk bisa menghangat kan tubuh mu" tanya Muklis sambil mengelus pipi mulus Rosa.
" Kau tau pasti kalau aku tidak akan puas dengan sentuhan pria lain selain diri mu" ucap Rosa yang sudah mulai terangsang akan sentuhan Muklis.
Dengan cepat Rosa menarik Muklis ke tempat tidur, dan terjadi lah apa yang di ingin kan dua pasang yang saling bercumbu.
Bagas dan Raka yang mendengar kan percakapan antara Rosa dan Muklis, serta ******* yang terdengar dari kedua mulut mereka membuat Bagas langsung menyuruh Jaka mematikan sambungan micropon kecil yang tersambung di blezer Rosa.
" Matikan sambungan itu, aku jijik mendengar suara itu" ucap Bagas yang langsung di mati kan oleh Jaka.
" Ternyata dia selain berhubungan dengan Diana, dia juga berhubungan dengan Rosa" ucap Raka.
" Aku tidak perduli dia berhubungan dengan siapa saja, yang jelas aku akan membuat dia akan menyesal karena sudah menganggu ketenangan keluarga ku dan juga Reina" ucap Bagas dengan tatapan membunuh.
" Bagaimana keadaan di sana?" tanya Bagas.
" Aman bos, Reina benar benar wanita hebat, dalam dua hari berlatih, dia sudab bisa mengusai ilmu bela diri tepat sasaran, dan Reina juga sudah bisa menembak dari jarak jauh" ucap Raka menujuk kan video yang di kirim oleh Boby selama Reina berlatih.
Bagas yang melihat Reina berlatih tersenyum, dia sebenar nya tidak tega menyuruh Reina untuk berlatih ilmu bela diri, tapi karena musuh aaat ini mengincar nyawa nya, dan Bagas saat ini tidak bisa berada di dekat nya sehingga Bagas menyuruh Reina untuk berlatih ilmu bela diri agar Reina bisa menlindungi diri nya disaat Bagas tidak berada di dekat nya.
__ADS_1
Tbc.