
Setelah dua hari semenjak Reina di pindah kan di rumah besar Bagas, Sampai hari itu juga Reina belum sadar kan diri.
Ini menjadi pekerjaan tambahan untuk Dana karena harus bolak balik rumah besar Bagas dan Kesuma Hospital. Dana pun mengirim kan perawat khusus untuk menjaga Reina selama Reina di rawat di rumah besar Bagas.
Suster yang bernama Erin dengan telaten sedang membersih kan tubuh Reina, tiba tiba Erin terkejut saat melihat jari Reina bergerak perlahan.
Erin langsung mengehenti kan pekerjaan nya dan berlari keluar kamar untuk memanggil nyonya besar.
Ridha yang saat ini sedang menelpon untuk urusan butik nya, melihat kedatangan suster yang menjaga dan merawat Reina menghampiri nya, dengan segera Ridha mematikan sambungan telpon nya.
" Ada apaSus" tanya Ridha.
" Maaf Nyonya menganggu Nyonya, tapi saya hanya ingin menyampai kan kalau Nona Reina seperti nya sudah mulai sadar, karena saat tadi saya membersih kan tubuh Nona Reina, Jari jari Nona Reina bergerak Nyonya" ucap Erin memberi tahu dengan sopan.
" Benar kah, Alhamdulillah...ahkir nya kamu sadar juga" sahut Ridha langsung melangkah kan kaki nya menuju kamar yang di tempati Reina.
Reina sendiri yang baru membuka mata nya merasa heran berada dimana sekarang, masih tertidur di atas tempat tidur, Reina memiring kan kepala nya ke kanan dan ke kiri, tapi Reina juga tidak mengetahui dimana dia berada.
Reina termenung sesaat, Reina sempat berfikir apakah diri nya sedang berada di surga, karena dia sama sekali tidak mengenali tempat dia berada sekarang.
Saat sedang memikir kan hal yang tidak pantas di fikir Reina, tiba tiba pintu kamar Reina terbuka dan masuk lah Ridha dan suster Erin.
" Kamu sudah sadar Nak, gimana keadaan kamu sekarang, mana yang sakit?" tanya Ridha bertubui tubi.
Reina yang melihat kedatangan Ridha begitu terkejut, Reina langsung ketakutan dan menarik meremas selimut yang di pegang nya, keringat dingin sudah memenuhi kening Reina.
Ridha yang menyadari kalau Reina ketakutan langsung mendekat dan memeluk Reina.
" Tenang sayang, kamu jangan takut, kita yang ada di sini orang baik, tidak ada yang mencelakai kamu di sini" ucap Ridha berusaha meyakin kan Reina agar tidak ketakutan lagi.
" Sus kamu suruh bibi siap kan makanan untuk Reina ya" suruh Ridha pada suster Erin.
__ADS_1
" Baik Nyonya" ucap Erin langsung keluar dari kamar.
Reina masih diam saja tidak ada satu kata pun yang keluar dari mulut nya, tapi fikiran nya terus bertanya tanya, siapa sebenar nya orang yang ada di hadapan nya ini, kenapa mereka mengenal nama nya, dan dimana diri nya sebenar nya.
" Nanti tante cerita kan kalau sudah selesai makan dan di periksa dokter bagaimana kondisi kamu sekarang" ucap Ridha yang mengetahui fikiran Reina sekarang.
Dengan lembut Ridha mengelus kepala Reina, hal itu membuat Reina merasa nyaman dan hangat, sudah lama diri nya tidak mendapat kehangatan dari seorang ibu, semenjak ibu nya meninggal saat Reina masih kecil.
Pintu di ketuk dari luar
Tok...tok..tok
" Masuk" Ucap Ridha dari dalam.
Suster Erin masuk membawa nampan berisi bubur dan segelas air putih untuk Reina. Ridha mengambil alih nampan dan meletak kan nya di atas nakas.
" sekarang kamu makan dulu ya Nak, biar kamu segera pulih" ucap Ridha.
" Kamu tidak usah takut Rein, di dalam bubur ini tidak ada racun nya, saya sudah mengatakan kalau semua yang ada di rumah ini orang baik, tidak ada yang ingin mencelakai kamu" ucap Mama Ridha dengan lembut agar Reina percaya.
Mama Ridha kembali menyendok kan bubur ke mulut Reina, dengan ragu Reina membuka mulut nya dan memakan bubur yang di suap kan Ridha.
Ridha tersenyum karena perlahan Reina sudah bisa mendengar kan perkataan nya, saat sedang menyuapi Reina, pintu kamar Reina terbuka, masuk lah Dana yang baru datang setelah di hubungi oleh Ridha kalau Reina sudah sadar.
" Maaf tan Dana lama, soal nya tadi masih ada pasien yang harus Dana periksa" ucap Dana saat sudah berada di dekat Ridha.
" Tidah apa apa Dan, kamu tunggu sebentar ya, Reina masih makan" sahut Ridha dan menyuruh Dana untuk menunggu Reina selesai makan dulu baru memeriksa Dana.
Dana pun duduk di sofa yang ada di kamar yang saat ini di tempati Reina, Dana menunggu sambil melihat betapa sayang Ridha kepada Reina padahal Ridha belum tahu asal usul Reina.
Reina yang di suapi Ridha melirik Dana yang saat ini juga melihat ke arah nya, rasa ketakutan pun di rasa kan Reina kembali, Ridha yang melihat ketakutan di wajah Reina langsung mengelus tangan Reina.
__ADS_1
" Kamu tidak usah takut Rein, dia itu Dokter Dana, dokter kaluarga di rumah ini, dia yang akan memeriksa kamu kondisi kamu nanti" ucap Mama Ridha memberi tahu.
" Aa..aa..pa ti..ti..dak me merepot kan ibu" tanya Reina dengan gugup dan takut.
" Tidak ada yang di repot kan sayang, kamu tidak perlu khawatir ya" sahut Mama Ridha dengan lembut dan tersenyum.
Setelah selesai makan, Dana langsung memeriksa Kondisi Reina, Mama Ridha dengan sabar menunggu Reina di periksa oleh Dana.
" Kondisi nona Reina sudah pulih tan, tapi yang Dana khawatir kan adalah rasa trauma yang saat ini masih ada, dan itu bisa membuat mental Reina terganggu kalau dia terus terua seperti ini" ucap Dana memberi tahu tapi tidak di depan Reina.
Dana membicara kan itu semua di ruang keluarga saat sudah memberi kan obat pada Reina dan pasti nya saat ini Reina sudah tertidur kembali karena pengaruh obat.
" Jadi kita harus bagaimana Dan?" tanya Mama Ridha yang merasa khawatir dengan Reina.
" Buat Reina merasa senyaman mungkin tan, jangan buat dia ketakutan atau hal hal yang membuat Reina bisa ketakutan, sampai kita tau apa penyebab Reina seperti ini" sahut Dana memberi saran.
Mama Ridha hanya mengangguk kan kepala nya mengerti, dia begitu prihatin melihat kondisis Reina, ingin sekali diri nya langsung menanyakan pada Reina, kenapa dia bisa seperti itu, tapi itu semua harus di tunggu sampai kondisi Reina stabil.
" Kalau begitu Dana balik dulu ke rumah sakit tan, kalau ada apa apa dengan Reina, segera kabari Dana" ucap Dana pamit.
" Iya Dan, kamu hati hati ya" sahut Mama Ridha.
Dana hanya mengangguk kan kepala nya kemudian langsung berjalan keluar rumah besar keluarga Kesuma, saat Dana mau masuk ke dalam mobil, Mobil sport warna hitam masuk ke dalam pekarangan rumah mewah keluarga Kesuma.
Tbc.
Mohon untuk dukungan nya dengab Like,Komen yang positif dan Vote yang banyak plisss 😊😊
Kasih bunga dan kopi juga yang banyak, author mohon 🙏🙏
Dukungan kalian yang buat Author semangat buat nulis nya.
__ADS_1
Terima kasih 😊😊