La Tahzan, Jangan Bersedih

La Tahzan, Jangan Bersedih
#75


__ADS_3

" Tunggu" ucap Bagas yang langsung menghentikan langkah kaki Reina.


" Biar kakak saja yang buka, apa kamu mau memperlihatkan paha mulus kamu itu, dan kancing baju kemeja kamu sampai atas kalau kamu tidak mau membangun kan macan yang hampir saja bangun" ucap Bagas langsung berjalan ke arah pintu melewati Reina begitu saja.


Sebelum Bagas membuka pintunya, Ia menetralkan nafasnya sejenak yang masih terlihat sedikit ngosngosan akibat ciuman panasnya tadi.


Siapa yang sudah berani mengangguku, lihat saja kalau tidak penting, akan ku cincang tubuhnya bulat bulat, batin Bagas langsung mebuka pintunya.


Ceklek


Glek


Raka langsung menelan salivanya saat melihat tatapan mata tajam Bagas yang seperti ingin menelannya hidup hidup.


" Ada apa? apa kau tidak bisa sebentar saja tidak menganggu ku?" tanya Bagas dengan wajah datar dan tatapan matanya yang seperti malaikat pencabut nyawa bagi Raka.


" Hemmm...ini..anu,," ucap Raka yang sedikit susah berbicara karena melihat tatapan dari bosnya.


" Apa kau tidak bisa berbicara dengan baik sekarang Ka" tanya Bagas yang semakin membua Raka susah menelan salivanya.


" Bos aku hanya ingin memberi kabar tentang kejadian yang di buat oleh Muklis dan juga anak buahnya" ucap Raka ahkirnya bisa berbicara dengan jelas.

__ADS_1


" Ke ruang kerja sekarang" ucap Bagas yang langsung berjalan keluar kamar dan tak lupa menutup pintu kamarnya.


Raka yang di lewati begitu saja oleh Bagas ahkirnya bisa dengan bernafas lega karena Bagas tidak memakinya dengan kata kata sumpah serapahnya.


Setelah sampai di ruang kerja, Bagas langsung bediri menghadap jendela sambil menatap pohon pinis yang mengelilingi vila melalui kain gorden.


" Katakan" ucap Bagas dengan tegas saat dirinya mengetahui keberadaan Raja di belakangnya.


" Dari informasi anak buah kita, kalau saat ini orang orang suruhan muklis dan Diana sedang mengarah ke sini bos, mereka sudah mengetahui keberadaan dimana nona Reina berada saat ini" ucap Raka memberitahukan informasi yang barusan ia dapat.


Bagas langsung menutup matanya dengan perlahan, ia merasa untuk bersantai saja saat ini begitu sulit, padahal malam ini adalah malam pengantinya bersama Reina.


" Katakan pada mama dan papa kalau malam ini aku dan Reina kan pergi, dan kau beri tahu pada Boby untuk segera siapkan Helikopter sekarang" perintah Bagas.


" Nanti juga kamu akan tahu" ucap Bagas yang langsung pergi meninggalkan Raka kembali ke kamarnya untuk menemui Reina.


Raka yang di tinggal begitu saja hanya bisa menghela nafas, ia tahu kalau saat ini bos nya begitu banyak beban fikiran, dimana ia harus menjaga istri tercinta nya dari paman yang ingin membunuhnya.


" Semoga setelah ini bos bisa hidup dengan dengan nona Reina tanpa ada penganggu lagi" ucap Raka yang langsung berbajak dari ruang kerja untuk menemui bos besarnya.


Reina yang berada di kamar dan ingin merebahkan tubuhnya karena memang saat ini tubuhnya sudah lelah, terkejut saat mendengar suara pintu terbuka dan melihat suaminya yang masuk dengan wajah yang begitu dingin.

__ADS_1


Reina langsung membatalkan waktu istirahatnya dan berjalan mendekati Bagas yang saat ini berdiri di depan tempat tidur yang sedang menatap dirinya.


" Ada apa?" tanya Reina langsung bertanya.


" Kita harus siap siap sekarang, tempat ini sudah tidak aman untuk kita" ucap Bagas dengan lembut yang membuat Reina langsung menarik nafas dengan dalam.


" Mau kemana lagi kita kali ini kak, kenapa kita tidak melawan saja, kenapa kita harus menghindari mereka semua, jujur Reina sudah lelah kak" ucap Reina yang langsung duduk di pinggiran ranjang tanpa melihat Bagas.


Bagas langsung duduk di sebelah Reina dan memeluk tubuh Reina dengan lembut dan mencium pucuk kepala Reina.


" Belum saatnya sayang, untuk saat ini kita harus seperti ini dulu" ucap Bagas.


" Sampai kapan kak, sampai ada nyawa lagi yang akan pergi, baru kita melawan meraka begitu" ucap Reina dengan meneteskan air matanya.


Bagas tidak menjawab, ia hanya bisa menatap Reina.


Tbc.


 


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2