
"Tapi ingat, setelah kau lihat video itu, aku harap jantung mu tidak kenapa napa" ucap Boby kemudian mematikan telpon nya secera sepihak.
Siska masih tidak mengerti dengan ucapan yang di kata kan Boby, dia menatap ponsel nya setelah bunyi masuk pesan di Hp nya.
Sedang kan Boby tersenyum penuh arti setelah mengirim video pada Siska, dia lalu menguhubungi Raka kalau perkerjaan nya sudah selesai.
Tangan Siska gemetar setelah melihat Video yang di kirim oleh Boby, air mata nya menetes dengan sendiri nya, bahkan untuk menelan air ludah nya saja dia tidak bisa.
" Jadi malam itu aku bukan berhubungan dengan Boby, tapi sama Preman yang sudah aku bayar untuk mencelakai Reina" ucap Siska masih dengan tangan bergetar dan sesekali melihat Video yang ada di Hp nya.
" Bahkan aku berhubungan dengan preman lebih dari satu" sambung Siska lagi dengan nafas yang sudah sesak.
" Aaaaaaaaagrrrrr" teriak Siska.
" Gak mungkin...gak mungkin, itu pasti rekayasa Boby, gak mungkin aku melayani mereka semua, gak mungkin" ucap Siska sambil terisak.
Sementara Boby yang sudah menghubungi Raka, kembali menghubungi Siska, Boby ingin tahu bagaimana sekarang kondisi Siska.
Siska yang masih shock langsung terdiam saat ponsel nya kembali berdering.
Di tatap nya layar ponsel yang bertulis kan nama Boby, dengan cepat Siska menjawab telpon dari Boby.
" Sudah selesai melihat adegan panas mu dengan mereka Siska" ucap Boby langsung.
" Kata kan pada ku kalau semua itu bohong Bob, kata kan" ucap Siska dengan air mata yang masih menetes di pipi nya.
" Kenapa aku harus berkata bohong, bukan kah kau bisa melihat tanggal dan lokasi saat kau bercinta" ucap Boby dengan senyuman di bibir nya.
" Dan sekarang kau bisa menemui mereka untuk meminta tanggung jawab dengan kehamilan mu" sambung Boby sambil terkekeh.
" Dan aku rasa dari salah satu mereka mau menikah dengan mu" ucap Boby langsung mematikan ponsel nya.
Siska terduduk lemas setelah mendengar ucapan Boby, dia mematung mengingat adegan panas nya saat malam itu.
" Keparat kau Boby, akan aku balas semua nya, aku tahu pasti di balik ini semua ada dalang nya" ucap Siska dengan emosi.
" Aku gak mau lahir kan anal ini, aku gal mau mempunyai keturunan dari seorang preman, aku benci anak ini, aku benci" ucap Siska sambil memukul perut nya yang masih rata.
__ADS_1
*****
Di sebuah kantor megah, Reina dan Bagas sedang jalan bersama menuju kantor ibu nya Reina yang selama ini di tangani oleh ayah nya.
Semua pekerja sudah mengenali Reina karena foto Reina ada di ruangan kerja ibu Reina.
Setiap langkah memasuki ruangan nya, Reina tak henti henti nya di sapa oleh karyawan yang berpapasan dengan Reina dan Bagas.
Reina hanya membalas nya dengan senyuman ramah, sedang kan Bagas diam saja dengan wajah dingin dan datar nya.
Mata nya akan menatap karyawan lelaki dengan tajam apabila berani tersenyum pada Reina.
Raka yang ada di belakang Reina dan Bagas hanga bisa menggeleng kan kepala nya karena melihat wajah karyawan laki laki yang berpapasan dengan Bagas ketakutan dan menunduk kan kepala saat melihat tatapan mata Bagas.
" Selamat pagi ibu Reina, selamat datang di perusahaan" sapa Meli sekretaris Ayah Budi selama ini.
" Pagi..Apa Iqbal sudah datang?" tanya Reina pada Meli.
Iqbal adalah tangan kanan ibu Reina dan Ayah Budi untuk memegang perusahaan ibu nya selama ini.
" Sudah ibu, pak Iqbal sudah ada di ruangan ibu" ucap Meli dengan sopan.
Reina masuk ke dalam bersama dengan Bagas dan Raka, Iqbal yang ada di dalam ruangan Langsung berdiri ketika pintu ruangan terbuka.
" Ibu Reina" sapa Iqbal terkejut melihat kedatangan Reina tanpa memberi kabar.
" Maaf kan saya bu, saya tidak tahu kalau ibu akan mampir ke perusahaan, sehingga saya tidak menyambut kedatangan ibu, saya mohon maaf" ucap Iqbal merasa tidak enak.
" Tidak apa apa Iqbal, saya memang sengaja mendadak untuk datang ke sini, karna saya mau melihat bagaimana kinerja karyawan yang bekerja di perusahaan ibu saya" sahut Reina sambil duduk di sofa yang ada di ruangan nya.
Iqbal menatap Reina begitu kagum karena kesederhanaan Reina dan kecantikan natural Reina, dan Bagas menatap Iqbal dengan tatapan membunuh nya.
" Turun kan pandangan mu dari calon istri ku" ucap Bagas dengan tatapan tajam nya.
Reina, Iqbal dan Raka langsung melihat ke arah Bagas yang sudah menatap Iqbal.
" Kak ada apa? kenapa kakak marah marah dengan Iqbal" tanya Reina.
__ADS_1
" Dia sudah menatap mu lebih dari sepuluh detik, datang kakak tidak suka" ucap Bagas masih menatap Iqbal yang ketakutan.
Reina menarik nafas nya dalam dalam sambil melihat Bagas.
" Iqbal sedanv memberi tahu laporan yang ada di perusahaan ini kak, bagaimana bisa dia tidak melihat ku, emang Iqbal gak punya mata, atau Iqbal di suruh merem begitu" ucap Reina dengan sedikit kesal.
" Dia bisa menuduk kan kepala nya tanpa melihat mu" ucap Bagas.
" Emang aku apaan,berbicara dengan orang tapi tidak melihat lawan nya bicara" sahut Reina.
" Kalau tahu begini lebih baik kakak tidak usah ikut Reina ke sini" sambung Reina karena semakin kesal.
Bagas langsung menatap Reina dengan tidak percaya.
" Jadi kamu membela dia dari pada kakak?" tanya Bagas.
" Iya" sahut Reina tanpa melihat ke arah Bagas.
Bagas langsung menatap Iqbal yang masih ketakutan.
Raka yang melihat orang orang yang ada di depan nya adu mulut hanya bisa menggeleng kan kepala nya.
" Ini semua laporan nya bu, ibu bisa memeriksa nya dan kalau tidak ada yang paham bisa tanya kan ke saya" ucap Iqbal sambil menyerah kan seluruh nya laporan yang perusahaan.
Bagas menerima semua berkas laporan yang di berikan Iqbal pada Reina.
" Biar sama kakak saja, biar yang periksa" ucap Bagas sambil memegang setumpuk berkas di tangan nya.
Reina hanya bisa mendesah dan menggeleng kan kepala nya.
Iqbal sendiri hanya bisa diam melihat Bos nya dan calon suami nya.
" Iqbal nanti kamu kabari sama saya kalau ada apa apa dengan perusahaan ya, karna saya harus mengurus perusahaan ayah saya, dan nanti tolong kamu kasih kabar pada seluruh karyawan kalau lusa saya akan mengadakan pertemuan antar karyawan, dan masing masing divisi harus melapor kan seluruh laporan kinerja tiga bulan terahkir" ucap Reina dengan tegas.
" Baik buk" sahut Iqbal dengan sopan.
Bagas yang melihat Reina berbicara dengan tegas begitu kagum.
__ADS_1
*Ternyata Reina ada juga jiwa untuk menjadi pemimpin,batin Bagas.
Tbc*.