
Reina sat ini sedang berdiri di balkon kamar nya di temani oleh Bagas.
" Apa rencana kamu soal perusahaan Rein?" tanya Bagas yang sudah memeluk tubuh Reina dari belakang.
" Besok aku mau ke perusahaan kak, dan melanjutkan semua proyek Ayah, dan untuk perusahaan ibu, rencana nya akan aku gabung kan dengan perusahaan Ayah dan akan aku ubah nama perusahaan ayah dan ibu menjadi satu" ucap Reina memberi tahu.
Bagas yang mendengar ucapan Reina langsung melepas kan pelukan nya dan menatap wajah Reina.
" Ada apa kak? kenapa kakak menatap ku seperti itu?" tanya Reina.
" Kakak tidak apa apa, hanya saja kakak takut kenapa napa karena sering keluar rumah, kamu tahu kan di luar sana bahaya buat kamu" ucap Bagas menatap Reina dengan tatapan khawatir.
" Tapi Reina sudah janji dengan almarhum ayah kak, kalau Reina harus mempertahan kan apa yang akan mejadi hak Reina" ucap Reina dengan mantap.
Bagas hanya bisa menarik nafas nya dalam, dia menarik Reina ke dalam pelukan nya, " Kakak akan membantu mu Rein, kakak akan menjaga mu walau pun nyawa kakak taruhan nya" ucap Bagas sambil memeluk Reina.
Reina tersenyum dan membalas pelukan Bagas, diri nya meresa nyaman berada di pelukan Bagas.
******
Hari ini Bagas duduk melamun karena memikir kan perkataan Reina tadi malam, sehingga Raka masuk ke dalam ruangan nya pun Bagas tak menyadari nya.
" Ada apa?" tanya Raka yang suskes membuat Bagas terkejut.
" Kau...hampir saja kau membuat Reina kembali menangis karena kau hampir saja kau membunuh ku" ucap Bagas dengan mata tajam nya.
Raka hanya menelan ludah nya karena sedikit takut dengan tatapan mata Bagas.
" Maaf bos, habis nya sudha lima menit saja di sini tapi bos tidak mendengar saya memanggil bos" ucap Raka membela diri.
" Ada apa?" tanya Bagas langsung.
" Ada kabar dari Boby bos?" jawab Raka yang sudah duduk di depan meja Bagas.
__ADS_1
" Kabar apa dari Boby? apakah penting?" tanya Bagas.
" Sangat penting bos, menurut dari pemberitahuan Boby dan sudah di selediki Boby kalau saat ini Siska sedang hamil Bos" ucap Raka yang sukses membuat Bagas menyeringai.
Bagas yang melihat senyuman di wajah Bagas mendadak merinding, dia seperti melihat wajah Bagas mendadak menjadi seseorang yang menyeram kan.
" Ahkir nya kau merasa kan penderitaan dengan perbuatan mu Siska" ucap Bagas dengan tatapan tajam nya.
" Terus apa yang akan di lakukan nya" tanya Bagas.
" Untuk saat ini Siska hanya meminta Boby untuk bertanggung jawab karena kehamilan nya bos" ucap Raka memberi tahu.
" Suruh Boby menemui Siska dan menujuk kan Video nya sat dia menggila pada malam itu dengan para preman yang itu" ucap Bagas memerintah dan langsung dijawab dengan anggukan kepala oleh Raka.
" Baik lah bos, kalau begitu saya permisi dan akan langsung memberi tahu pada Boby" ucap Raka pamit undur diri.
Bagas hanya mengangguk kan kepala nya kemudian tersenyum penuh arti.
Sementara di rumah Diana menampar Siska.
" Dasar anak bodoh, kenapa kau malah mendatangi lelaki bodoh itu, kau sudah tahu bukan kalau dia bukan orang kaya, dia hanya kacung" ucap Diana dengan emosi menggelegar.
" Tapi dia ayah dari anak yang aku kandung Bu, apa ibu tega melihat anak ku lahir kan tanpa seorang ayah" ucap Siska melawan Diana.
" Kau pun lahir kedunia ini tanpa seorang Ayah Siska" bentak Diana dan sukses membuat Siska bungkam.
Deg
Jantung Siska mendadak berhenti setelah medengar ucapan Diana.
" Jadi aku juga anak haram bu, yang tidak punya ayah" tanya Siska yang sudah emosi.
" Ya...bahkan aku menikah hanya pada Budi ayah tiri mu, tapi aku tidak pernah melakukan hubungan sedikit pun pada nya karena dia masih begitu mencintai istri nya yang bodoh itu" ucap Diana dengan wajah yang sudah berapi api.
__ADS_1
" Lalu kenapa ibu bilang kalau ayah ku sudah meninggal, dan ibu menikah dengan ayah Budi karena agar ibu bisa mendapati kehidupan yang layak, apa yang sudah ibu sembunyikan dari ku, dan siapa ayah ku sebenar nya" tanya Siska.
" Apa kau tidka melihat kehidupan kita layak setelah aku menikah dengan ayah mu yang sudah terkubur itu, dan siapa ayah mu kau tidak perlu tahu, dan apa rencana ku kau juga tidak perlu ikut campur, karena suatu saat kau juga akan tahu siapa ayah mu" ucap Diana langsung pergi meninggal kan Siska yang masih terdiam mendengar kan kata kata ibu nya.
" Aaaaaaaaaaaagrrh" Siska berteriak karena sat ini hidup nya seperti tidak ada arti nya.
" Apa yang harus aku lakukan, ibu seperti nya sudah tidak perduli lagi pada ku, sebenar nya apa yang mau di renana kan ibu, bukan kah hanya harta Reina saja yang mau di ambil nya, lantas kenapa seperti nya masih ada yang ada ibu sembuyikan dari ku" ucap Siska bertanya tanya.
Namun saat Siska memikir kan ibu nya, ponsel nya berdering dan Siska terkejut karena melihat nama Boby yang tertera di layar ponsel nya.
" Boby menelpon ku? apa dia mau bertanggung jawab? lebih baik aku angkat dulu saja" ucap Siska.
Siska pun langsung mengangkat telpon dari Boby dengan semangat.
" Hai Sis" sapa Boby dari sebrang telpon setelah di angkat oleh Siska.
" Ada apa kau menelpon ku? bukan nya kau tadi menolak untuk bertanggung jawab, setelah kau menikmati tubuh ku, kini kau balik badan, apa kau sudah berubah fikiran?" ucap Siska dengan emosi.
Boby tertawa mendengar ucapan yang keluar dari mulut Siska.
" Hahahaha....Menikmati? apa yang aku nikmati dari tubuh mu Sis, bahkan kau bertelanjang di depan ku pun aku tak berselera" ucap Boby sambil tertawa membuat Siska semakin meradang.
" Lantas kenapa kau menduri ku kemarin seperti binatang buas, dan sekarang kau malah mengelak nya, dasar pria tidak tahu malu" ucap Siska yang ingin memakan Boby karena begitu emosi.
" Justru itu yang mau aku kasih tahu sama kamu, setelah telpon ini di tutup, kau lihat video yang aku kirim, di situ tertera tangga dan jam berapa kau mendesah nikmat malam itu" ucap Boby sambil ketawa terkekeh.
" Tapi ingat, setelah kau lihat video itu, aku harap jantung tidak kenapa napa" ucap Boby kemudian mematikan telpon nya secera sepihak.
Siska masih tidak mengerti dengan ucapan yang di kata kan Boby, dia menatap ponsel nya setelah bunyi masuk pesan di Hp nya.
Sedang kan Bobytersenyum penuh arti setelah mengirim video pada Siska, dia lalu menguhubungi Raka kalau perkerjaan nya sudah selesai.
Tbc.
__ADS_1