La Tahzan, Jangan Bersedih

La Tahzan, Jangan Bersedih
#65


__ADS_3

Papa andre yang mendapat informasi dari anak buah nya langsung mengerah kan anak buah nya untuk mencari keberadaan Rangga dan Reina.


Boby yang langsung di beri kabar oleh bos nya langsung mencari Rangga dan Reina melalui GPS yang sudah di pasang di kalung yang Reina pakai, dan juga ponsel Rangga.


Namun Boby tidak bisa melihat keberdaan mereka dimana, Boby terus melacak nya, namun hasil nya nihil.


" Apa sudah tahu mereka dimana Bob?" tanya papa Andre.


" Belum Tuan, aku juga heran kenapa GPS mereka tidak bsa terlacak di sini tuan" ucap Boby.


Mama Ridha langsung mengeluar kan air mata nya saat mendegar ucapan Boby, sedang kan papa Andre hanya bisa mengusap wajah nya kasar.


" Tolong jangan beri tahu Bagas, saat ini dia hendak menuju ke sini bareng Raka dan Jaka" ucap papa Andre langsung memberi perintah.


" Baik tuan" sahut Boby yang mata nya menatap ke layar laptop nya.


Sedang kan di dalam pesawat pribadi, entah kenapa Bagas perasaan nya tiba tiba langsung tidak enak, jantung nya mendadak berdetak lebih cepat.


Raka yang melihat Bagas tidak nyaman langsung menghampiri Bagas yang duduk di kursi tengah.


" Ada apa? kenapa dari tadi aku perhati kan kamu terlihat gelisah?" tanya Raka.


" Entah lah, aku sendiri tidak tahu, setelah mendegar kabar dari papa tadi, perasaan ku mendadak tidak enak, di tambah jantung ku terus berdetak lebih cepat seperti ini terus" ucap Bagas sambil memegangi dad nya.


Para pramugari yang ada di dalam pesawat pribadi mikil keluarga Kesuma menyiap kan makan dan minum untuk tuan mereka, saat Bagas ingin mengambil kopi panas agar menenang kan fikiran nya, namun gelas yang di pegang nya mendadak retak dan pecah mengenai kaki nya.


" Awwwww" teriak Bagas karena merasa kan panas di kaki nya, lebih tepat nya di paha nya.


Raka yang melihat Bagas ketumpahan kopi panas lagsung mengambil tisu yang ada di sebelah kursi Bagas.

__ADS_1


" Kenapa kau tidak bisa memegang gelas mu dengan benar" tanya Raka yang tidak di jawab oleh Bagas.


" Bersih kan sekarang" ucap Bagas pada pramugari yang ada di hadapan nya, kemudian Bagas langsung berdiri dan masuk ke dalam kamar yang ada di dalam pesawat.


Raka merasa kan ada keanehan, dia pun langsung menghampiri Jaka yang duduk di kursi belakang sambil memain kan laptop nya melihat pergerakan para musuh untuk mejaga jaga kemanan.


" Jaka...coba kamu chat Boby sekarang, kata pada nya apa yang terjadi di sana, dan tanya pada Rangga apa Reina aman saat ini" suruh Raka pada Jaka.


Jaka langsung mengangguk kan kepala nya, dan dengan cepat jari jari tangan nya sudah menari nari di atas keyboard di eebook nya.


Namun Jaka tidak mendapat kan jawaban apa apa dari Boby, dia melihat koneksi jaringan milik Rangga, dan jaringan nya sama sekali tidak tersambung.


" Bang Raka, Bang Boby tidak menjawab pertanyaan yang kita kirim, dan untuk bang Rangga jaringan nya hilang, bang Rangga tidak bisa di lihat koneksi nya" ucap Jaka memberi tahu.


" Apa..bagaimana bisa dia tidak bisa di lihat" tanya Raka dan di jawab gelengan kepala oleh Jaka.


Raka mengusap wajah nya dengan kasar, saat ini mereka tidak bisa berbuat apa apa karena masih berada di dalam pesawat, bahkan untuk menlepon Boby atau pun papa Andre tidak bisa karena akan menganggu sinyal penerbangan.


" Ya Tuhan, apa yang sedang terjadi di sana, aku yakin pasti terjadi sesuatu disana?" ucap Raka.


JAka yang sudah menerima pesan dari Boby langsung memberi tahu kan nya namun tidak berbicara, melain kan langsung melihat kan ebook nya pada Raka agar bos nya tidak mendengar nya kalau Jaka bersuara.


" Bang" panggil Jaka dan langsung di lihat Raka saat Jaka melihat kan ebook nya pada Raka.


" Sudah ku duga" ucap Raka setelah membaca pesan yang di kirim oleh Boby.


Di dalam kamar, air mata Bagas entah kenapa keluar sendiri, dia melihat wajah Reina dilayar ponsel nya yang sedang tersenyum begitu manis.


" Semoga kamu di sna tidak terjadi apa apa sayang, kakak saat ini sedang menghkawatir kan mu" ucap Bagas dengan air mata yang terus mengalir di pipi nya.

__ADS_1


Bagas bukan pria yang mudah mengeluar kan air mata nya, tapi saat ini entah kenapa batin nya merasa kan kalau saat ini wanita yang ada di hati nya tidak sedang dalam keadaan baik baik saja.


Di Indonesia, papa Andre sudah turun tangan langsung mencari keberadaan Reina dan juga Rangga, sedang kan mama Ridha mendatangi apertemen yang di huni oleh Diana.


Mama Ridha memencet bel apretmen Diana dengan begitu kasar, sehingga Siska yang berada di dalam langsung membuka nya karena merasa terganggu.


Siska langsung melotot kan mata nya saat melihat mama Ridha berada di hadapan nya.


" Mana wanita iblis itu?" tanya Ridha langsung masuk ke dalam apertemen Diana.


" Mau apa kau? segera pergi dari sini" ucap Siska yang tidak takt pada mama Ridha.


Mama Ridha langsung membalik kan tubuh nya menghadap Siska yang juga menatap nya dengan tatapan tak suka.


" Aku lupa kau juga sama seperti ibu mu, sama sama wanita tak punya hati, wanita yang lebih kecam dari iblis" ucap mama Ridha dengan tatapan membunuh.


" Terserah kau mau bilang apa, yang jelas sekarang kau pergi saja dari sini, aku tak ada urusan nya dengan mu, kau cari saja ibu ku, kalau kau sedang mencari nya, karena ibu sekarang tidak berada di sini" ucap Siska dengan tak kalah garang nya.


" Jadi dia tidak ada di sini, ke kalau begitu" ucap Ridha yang langsung pergi keluar dari apertemen Diana.


Namun mama Ridha langsung mengkode anak buah nya untuk membawa Siska ke markas mereka, anak buah mama Ridha pun langsung mengerti dan menyeret Siska untuk segera di bawa ke dalam markas mereka.


" Hanya dengan menyekap putri mu, maka kau akan keluar dan menemui ku Diana" ucap mama Ridha saat melihat Siska berontak dan langsung pingsan saat anak buah mama Ridha memukul tengku nya.


Siska langsung di bawa ke markas oleh anak buah mama Ridha, sementara mama Ridha memfoto keadaan Siska yang tak sadar kan diri dan mengirim kan nya pada Diana.


" Kau kira selama ini kau lebih pintar Diana? kau salah menilai ku, aku diam bukan karena kau takut pada mu" ucap mama Ridha setelah mengirim kan foto Siska pada Diana.


Tbc.

__ADS_1


 


 


__ADS_2