La Tahzan, Jangan Bersedih

La Tahzan, Jangan Bersedih
#142


__ADS_3

"Apa salah seorang kakak memabalaskan perbuatan orang yang sudah membuat adiknya celakan dan berhasil menhilangkan nyawa keponakan ku yang masih berada di dalam kandungan" tanya Rangga dengan wajah santai.


" Apa maksudmu? siapa yang kau maksud kakak?" tanya Ria yang masih belum mengerti.


" Aku..Aku adalah kakak dari wanita yang kau sakiti beberapa minggu yang lalu" jawab Rangga yang berhasil membuat Diana yang mendengarnya begitu terkejut.


Deg


Apa?? Rangga kakaknya Reina. jadi anak itu masih hidup? tapi anak siapa yang saat itu sudah di makamkan? gak mungkin, ini benar-benar gak mungkin?kenapa selama puluhan tahun aku sama sekali tidak mengetahui kalau kembaran Reina masih hidup,bahkan Muklis juga tidak mengetahui itu semua, siapa yang sudah menyembunyikan rahasia yang begitu besar ini, pantas saja dengan mudahnya Andre dan Ridha menyuruhnya untuk menjalankan perusahaan Budi saat ini, ternyata dia adalah ahli waris sesunggguhnya, batin Diana dengan wajah terkejut menatap Rangga masih tidak percaya.


" Kenapa? apa kau juga terkejut mendengarnya, kalau anak yang ingin kau lenyapkan puluhan tahun yang lalu saat ini berada di hadapanmu?" tanya Rangga yang sukses membuat Diana terkejut mendengarnya.


" Allah telah mengirimkan aku malaikat di malam itu, hingga apa yang ingin kau dan Muklis lakukan tidak terjadi, dengan doa kedua orang tuaku, sampai sekarang aku masih sehat dan bernyawa dan saat ini berdiri tegak di hadapanmu" lanjut Rangga membuat Diana menganga karena masih tidak percaya.


" Aku pastikan kau akan mendapatkan balasan karena kau sudah menyiksa adikku selama bertahun-tahun dan membuat ayah kandung kami tidak bisa berkutik dengan perlakuanmu wanita iblis" ucap Rangga dengan mata nyalangnya.


" Dan kau" tunjuk Rangga tepat di wajah Ria.


" balasku akan menyusul karena kau sudah membuat adikku bersedih karena kehilangan buah cintanya berama Bagas" ancam Rangga membuat Ria tidak sanggup menelan salivanya.


" Kalian semua keluar?" ucap Rangga meyuruh para anak buahnya untuk keluar dari persembunyiannya, begitu juga dengan para pelayan yang membuat Ria terkejut karena sedari tadi semua penghuni rumah ini sedang bersembunyi.

__ADS_1


Tak


Tak


Tak


Bunyi sepatu terdengar dari arah ruang tamu menuju ke dapur, Ria dan Diana menatap ke arah yang sama dan tampaklah wajah Bagas yang sedang mengandeng Reina dengan begitu mesra dan di belakangnya Raka dengan setia menemani.


" Apa kabar ibu mertua tiriku" sapa Bagas dengan wajah tanpa senyuman sedikitpun.


Tidak ada jawaban sama sekali keluar dari mulut Diana. Kemudian mata Bagas kembali melihat ke arah Ria yang berada tidak jauh di tempat Diana berdiri.


" Dan kau adiknya Hendrik? apa kau sudah siap untuk menyusul kakakmu di neraka?" tanya Bagas yang membuat Ria mati ketakutan.


Rangga berjalan diluan dan disusul oleh raka di belakangnya, Meta kembali membawa Diana berjalan mengikuti kemana arah Raka dan Rangga berjalan.


Dan di susul Ria yang di geret langsung oleh anak buahnya untuk menerima hukumanyang sudah di siapkan oleh bos mereka.


" Sayang apa kau ingin melihat mereka di hukum atas perbuatan yang mereka lakukan padamu?" tanya Bagas saat melihat semuanya sudah tidak terlihat lagi.


Reina hanya menjawab dengan gelengan kepala saja, ia menatap Bagas dengan tatapan penuh cinta.

__ADS_1


" Terima kasih mas, karena semanjak aku bertemu denganmu, hidupku perlahan-lahan membaik dan aku bisa hidup selayaknya manusia" ucap Reina dengan mata berkaca-kaca.


" Dan terima ksih juga karena kamu sudah membuat orang-orang yang ingin membunuhku kini sudah pergi dengan sendirinya, aku begitu bangga padamu mu mas" lanjut Reina yang membuat Bagas tersenyum dan mencium kening Reina dengan lembut.


" Mas akan membuat apa pun agar kamu tetap tersenyum sayang, dan Mas akan membalas orang-orang yang sudah membuat kamu mengeluarkan air mata dengan balasan yang setimpal" sahut bagas memeluk Reina untuk memberikan kekuatan pada sang istri.


" Dan yang pastinya Mas akan membuat kamu agar tetap selalu bahagia mulai sekarang dan kedepannya karena sudah tidak ada lagi orang-orang yang akan meyakiti mu sayang, Mas sudah menyingkir mereka semua, dan hari ini mereka semua kan menghirup udara untuk yang terahkir kalinya" lanjut Bagas.


" Ingat sayang, mas pernah padamu bukan kalau akan ada kebahagian dari sebuah kesedihan, jadi mas mau kamu jangan bersedih lagi oke" ucap Bagas yang langsung di jawab dengan anggukan kepala oleh Reina.


Saat masih asik bermanja dengan sang suami dengan menghirup aroma tubuh Bagas, tiba-tiba mendengar suara ledakan yang membuat Reina langsung menatap Bagas seolah-olah meminta penjelasan.


BUUUUUMMMM


Tbc.


waduuuuh suara apa itu ya???


penasaran?


ikuti terus lanjutan ceritanya ya gaysssss.

__ADS_1


Love You.


__ADS_2