
Di dalam mobil Bagas hanya ada kesunyian, tidak ada satu pun yang membuka suara di antara Bagas dan Reina, Bagas yang jantung nya tidak bisa di ajak kompromi, sedang kan Reina yang merasa dada nya sesak karena gugup ingin makan malam dengan Bagas.
Entah perasaan apa yang ada di hati kedua nya, Bagas dan Reina sama sama belum sadar kalau sebenar nya mereka berdua telah jatuh cinta.
Maka dari itu mama Ridha ingin sekali menadar kan putra yang bodoh itu kalau sebenar nya diri nya sudah jatuh cinta pada Reina.
Setelah menempuh perjalanan selama setengah jam, Bagas sudah sampai di restoran yang sudah di siap kan oleh sang Asisten.
Reina ingin turun dari mobil saat mobil sudah berhenti, tapi Bagas langsung menarik tangan Reina hingga Reina terjatuh ke dalam pelukan Bagas.
" Biar aku saja yang buka kan pintu untuk Mu" ucap Bagas dengan tatapan mata nya yang begitu dalam padaReina.
Reina hanya bisa mengangguk kan kepala nya saja sambil menatap wajah Bagas yang ada di hadapan nya, jantung kedua nya berdetak begitu cepat, Bagas melihat wajah Reina dari dekat begitu dalam, di tatap nya mata Reina yang bening, turun ke hidung mancung Reina yang sedikit bangir dan terahkir bibir kecil Reina yang berwarna pink.
Ingin sekali Bagas mencium bibir Reina, tapi Bagas takut Reina akan marah pada nya dan merusak makan malam romantis mereka.
Beda dengan Reina yang tak berkedip menatap wajah tampan Bagas yang masih memeluk nya, karena mereka saling pandang, Bagas pun mencoba untuk memulai untuk mencium bibir ranum Reina.
Namun saat tinggal sedikit lagi, tiba tiba ada sinar lampu dari mobil lain yang menyinari mobil mereka sehingga Bagas dan Reina langsung terkejut dan Bagas melepas kan pelukan nya, Jantung Reina mendadak ingin copot karena sadar dengan apa yang ingin mereka lakukan barusan.
Sial ganggu saja, hampir saja tadi padahal..lagian siapa si yang berani berani nya menyinari lampu mobil nya ke mobil ku, batin Bagas sedikit geram.
" Kak apa kita akan makan malam di mobil ini?" tanya Reina yang malah melhat Bagas melamun.
" Ahhkk...maaf maaf Rein, sebentar ya" ucap Bagas langsung turun dari mobil dan memutari mobil nya untuk membuka kan pintu mobil nya untu Reina.
Reina pun keluar dengan senyuman mengembang di bibir nya, Bagas terus menggenggam tangan Reina sampai masuk ke dalam resoran, Reina terus melihat genggaman tangan nya yang di genggam oleh Bagas, sampai mereka tiba di lantai dua, tempat yang sudah di siap kan oleh Raka untuk makan malam dengan si bos dan calon nyonya bos.
" Kamu suka tempat nya?" tanya Bagas saat melihat Reina melihat keindahan kota Jakarta dari atas restoran.
" Iya kak, tempat nya nyaman, enak di lihat, Reina sudah lama tidak pernah melihat pemandangan indah seperti ini" ucap Reina tanpa melihat wajah Bagas.
__ADS_1
Bagas mendekat ke arah Reina dan menarik tubuh Reina agar menghadap nya.
" Mulai sekrang kamu akan sering melihat pemandangan indah, apa pun itu, karena sekarang tidak akan ada yang berani menyakiti mu lagi" ucap Bagas dengan lembut.
Reina tersenyum mendengar ucapan Bagas, dia langsung mengangguk kan kepala nya.
" Makasi ya kak sudah mau menolong ku, aku bahagia bisa kenal kakak" ucap Reina yang langsung memeluk Bagas dengan erat.
Bagas terkejut dengan pelukan Reina, namun dia langsung membalas pelukan Reina dengan begitu erat.
Entah kenapa aku takut kalau aku harus jauh dari kakak, tapi aku juga gak bisa maksa kakak untuk selalu ada untuk ku, apa benar kalau aku benar benar sudah jatuh cinta sama kakak, aku takut cinta ku hanya bertepuk sebelah tangan, batin Reina yang sudah menetes kan air mata nya.
Bagas yang sadar Reina menangis langsung menjauh kan tubuh Reina dari tubuh nya.
" Kenapa menangis..Hemmm?" tanya Bagas menatap wajah Reina.
Reina tidak menjawab, dia hanya menggeleng kan kepala nya tapi tetap air mata nya mengalir di pipi nya.
" Tapi Reina juga tidak tahu apakah Reina bisa bahagia kak, karena hidup Reina sudah dari kecil menderita, dan Reina yakin tidak ada kebahgian untuk Reina" ucap reina yang sudah tidak mengadap ke arah Bagas.
" Dari dulu ibu dan Siska selalu menyumpah Reina kalau hidup Reina tidak akan bahagia sampai kapan pun, jadi Reina yakin omongan mereka itu benar untuk kehidupan Reina yang akan datang kak, kalau Reina tidak akan bahagia" sambung Reina.
" Emang mereka siapa hmm...mereka hanya parasit yang numpang hidup dengan keluarga mu Rein, percaya lah sama kakak, ke depan nya kamu akan bahagia" ucap Bagas menyemangati Reina.
" Kenapa kakak seyakin itu?" tanya Reina sambil menatap Bagas dengan tatapan yang begitu dalam.
" Karena kakak yang akan membahagia kan mu ke depan nya Rein" ucap Bagas dengan mantap.
" Kakak gak tahu entah perasaan apa yang ada di hati kakak sekarang Rein, tapi mata kakak selalu indah saat melihat diri mu, jiwa kakak selalu bergetar saat kakak berada di dekat kamu, jantung kakak selalau berdebar saat kakak memeluk mu, itu lah yang kakak rasa kan sekarang saat kakak berada di dekat mu" sambung Bagas menatap Reina dengan begitu dalam.
Reina hanya bisa mematung mendengar ucapan Bagas, bahkan untuk menarik nafas saja Reina susah karena jantung nya begitu berdebar.
__ADS_1
" Rein...boleh kah kakak mengisi hati mu dengan nama kakak, sampai kakak mati dan tak bernafas lagi, kakak janji kakak akan membuat mu bahagia dan melindungi mu walau pun nyawa kakak yang menjadi taruhan nya" ucap Bagas sambil memegang tangan Reina.
Reina yang mendengar ungkapan hati Bagas untuk nya begitu bahagia, dia tidak mampu untuk berucap karena suara nya seakan tercekat oleh air liur nya sendiri, Reina hanya bisa menatap wajah Bagas dengan air mata nya yang sudah mengalir deras.
Raka yang melihat si bos dari ruang cctv hanya bisa menggeleng kan kepala nya saja.
" Ya ampun bos, rencana ke sini kan mau makan malam, kenapa dari tadi tidak jadi makan sih, makanan yang uda di siap kan ahkir nya dingin itu, emang gak lapar apa?" ucap Raka.
Sementara di restoran, tepat nya di lantai dua, Bagas masih menunggu jawaban dari Reina yang masih diam sambil menatap diri nya.
" Rein...." panggil Bagas.
Reina tidak menjawab, dia langsung memeluk Bagas karena begitu seneng nya.
" Bawa Reina ke kebahgian yang kakak bilang kak, cintai Rena sampai Reina menhembus kan nafas Reina yang terahkir dan menutup mata Reina untuk selama lama nya" ucap Reina dengan isakan nya.
Bagas yang mendengar perkatan Reina langsung memeluk Reina dengan begitu erat.
" Kakak gak bisa janji Rein, tapi kakak akan berusaha semampu kakak kalau kamuadalah wanita terahkir kakak sampai kita sama sama menua dan menutup mata, dan kita akan bertemu di surga nanti nya" ucap Bagas.
mereka masih saling memeluk, tak lama hujan turun dengan deras nya, Reina yang sadar hujan turun dengan deras nya langsung melepas kan pelukan nya pada Bagas dan menghampiri air hujan yang sudah membahasi tubuh ya.
Tbc.
__ADS_1