
"Kenapa tidak di jawab? apa wanita itu cantik? sampai-sampai membuat kakakku yang begitu kaku ini bisa langsung meleleh?" tanya Reina semakin penasaran.
" Dia Ca" ucapan Raka terpotong karena Raka melihat Rangga sedang menatapnya begitu tajam setajam silet.
Reina juga ikut melihat Rangga yang menatapnya Raka begitu tajam, namun Reina tidak perduli, dia ingin tahu dan penasaran dengan wanita yang ingin di ceritakan oleh Raka.
" Katakan" paksa Reina.
Kerena Raka masih juga diam, dan Reina sudah habis kesabarannya ahkirnya Reina langsung memakai cara licik agar Raka mau membuka suara mengenai wanita yang sudah membuat kakaknya bungkam.
"Katakan atau kamu aku suruh mas Bagas untuk pindahin kamu ke cabang di luar negeri" ancam Reina.
Glek
Raka menjadi serba salah, Bagas yang mendengar pun juga sedikit keberatan mendengar ancaman sang istri.
" Mas bilang ke Raka kalai dia tidak bicara maka kamu akan pindahin dia ke cabang luar negeri dan jangan balik lagi ke sini" pinta Reina pada Bagas.
Bagas langsung melihat ke arah Raka, dan Raka dengan cepat langsung menggelengkan kepalanya tidak mau di pindah ke kantor pusat.
Bos jangan pindahin aku pliss, bisa jadi jomblo seumur hidup aku bos kalau tinggal di luar negeri, bos kan tahu kalau aku sukanya produk lokal, batin Raka menatap wajah Bagas memohon agar tidak memenuhi permintaan istrinya.
" Mas cepet katakan pada Raka untuk bicara, kalau mas gak mau paksa dia, jangan harap mas dapat jatah dari aku" ancam Reina.
__ADS_1
Glek
Dengan cepat Bagas langsung menelan salivanya begitu mendengar ancaman Reina. Di tatapnya kembali Raka.
" Bicaralah Ka, atau aku akan buat surat mutasi untukmu" ancam Bagas ahkirnya.
Raka menatap Rangga sesaat, dengan susah payah Raka menelan salivanya menatap wajah Rangga yang sudah bertanduk, bahkan Raka bisa melihat kalau tanduknya sudah mirip dengan tanduk rusa yang bercabang-cabang.
Kau katakan, maka habis lah kau malam ini juga, itu lah yang bisa di baca Raka dari tatapan mata Rangga.
" Ayo buruan Ka, kau mau buat masa depanku terancam" paksa Bagas.
"Eheeeemm" dehem Raka sebeluk bicara.
" Jadi kau selama ini mengagumi istriku? kau mau cari mati hahk" bentak Bagas yang langsung di jawab gelengan kepala oleh Reina.
" Bu...bukan bos, itu hanya menurut ku, tapi aku gak tahu kalau menurut Rangga" ucap Raka membela diri dan langsung menujuk Raka.
"Ck, kalau dia mana bisa memberikan penilaian, karna bagi dia di bumi ini gak ada wanita, semuanya sama lelaki di pandang olehnya" sindir Bagas di barengi dengan kekehan.
" Aku normal asal kau tahu" bantah Rangga.
" Kalau kau normal, mana buktinya? tunjukkan pada kami semua kalau kau pernah melihat wanita cantik selain Reina" Pancing Bagas yang langsung membuat Rangga tidak terima dan terpancing emosinya.
__ADS_1
"Asal kau tahu, kalai di bumi ini bukan hanya adikku saja wanita cantik.wanita yang aku temui tadi juga jauh lwbih cantik dari Reina asal kau mau tahu"
" Jadi kakak mengakui kalau wanita iti lebih cantik dariku?" tanya Reina yang langsung membuat Rangga tersadar dengan ucapannya.
Deg
Siaaaal, kenapa bisa kepancing sih, awas kau Bagas aku akan balas perbuatanmu nanti, batin Rangga setelah menyadari ucapannya.
Tbc.
Ayo dong Readers, author mohon untuk dukungannya untuk selalu like,komen yang positif dan vote semua novel yang author tulis yaa 🙏🙏
-Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan
-La Tahzan jangan bersedih
-Enemy But Married
Mohon untuk singgah dna dukunh ya readers tercinta.
Terima kasih banyak.
Love You More.
__ADS_1