
" Ada apa ini?" tanya Raka.
" Eeh..itu tuan, nona Reina menyiram tuan muda Bagas sampai basah kuyup" ucap Salah satu pelayan memberi tahu pada Raka.
Raka yang melihat Bagas basah kuyup pun langsung melotot kan mata nya.
Aduuh nona Reina, apa yang kamu lakukan, bisa bisa beruang kutup itu ngamuk parah, batin Raka masih berdiri mematung dengan para pelayan.
Reina tersadar, dia melihat tatapan mata Bagas yang begitu menyeram kan bagi nya.
" Ma..aa..af tu..uu..an" ucap Reina terbata bata karena ketakutan.
Bagas tidak menjawab ucapan Reina, dia terus menatap Reina dengan mata elang nya, Reina langsung menelan saliva nya karena ketakutan melihat wajah Bagas yang begitu seram menurut nya.
Perlahan Bagas maju selangkah demi selangkah mendekati Reina, Reina yang melihat Bagas mendekat diri nya pun perlahan melangkah mundur dengan perlahan.
Sementara Raka dan para pelayan yang melihat kejadian itu menahan nafas mereka sejenak takut kalau tuan nya marah besar pada nona Reina.
Reina terus mundur ke belakang dengan perlahan sampai tidak sadar kalau di belakang Reina sudah di penuhi dengan taman bunga mawar putih.
Bagas yang melihat itu langsung menarik tubuh reina kedalam pelukan nya agar Reina tidak terkana duri mawar putih.
Deg
Deg
Deg
Jantung Bagas dan Reina berdetak begitu kencang saat tubuh mereka menempel, Bagas seperti terkena sengatan listrik saat memeluk Reina, sedang kan Reina hanya bisa mematung menatap wajah tampan Bagas.
1 detik
2 detik
3 detik
Tidak ada ada pergerakan sama sekali antara Bagas dan Reina, tapi saat Reina mengedip kan mata kedua mata nya Bagas langsung tersadar dan melihat wajah reina yang begitu cantik di mata nya.
Sebelum nya Bagas tidak pernah mau tau soal wanita, tapi saat ini dia benar benar melihat wanita yang ada di pelukan nya begitu cantik seperti bidadari.
Perlahan mata Bagas turun ke bibir ranum yang mungil dan tipis punya Reina, Bagas begitu terhipnotis pada bibir Reina, dengan perlahan Bagas mendekat kan wajah nya ke wajah Reina, Reina yang ketakutan karena wajah Bagas semakin dekat pun langsung menutup mata nya begitu rapat, Bagas yang melihat itu tersenyum sedikit, dia pun tidak menyia nyia kan kesempatan emas yang ada di depan mata.
Raka yang melihat kejadian 18 tahun ke atas live di depan mata nya langsung menyuruh para pelayan untuk masuk ke dalam rumah, Raka tidak mau terkena imbas nya saat bos nya sadar kalau ada yang melihat diri nya sedang bercumbu ditaman belakang.
Bibir Bagas dan Reina hampir saja berdekatan, karena Reina tahan nafas, tiba tiba saja Reina bersin tepat di depan wajah Bagas.
__ADS_1
" Hatciiiiii" bersin Reina.
Bagas sontak menjauh kan wajah nya karena bersinan Reina, Reina langsung menutup mulut nya karena terkejut.
Raka langsung tertawa cekikikan karena melihat bos nya yang tidak jadi kiss dengan Reina.
Hahaha....sial benar nasib kamu bos, baru juga baru mual, udah gagal saja,gumam Raka kemudian langsung pergi masuk ke dalam rumah takut ketahuan bos nya.
Tapi saat balik, Raka terkejut melihat para pelayan yang ternyata masih mengintip bos nya yang gagal buat kiss.
" kalian kenapa masih di sini? sana pergi..atau kalian mau di pecat sama si bos" ucap Raka yang langsung membuat para pelayan bubar seketika.
Sementara di taman Bagas dan Reina masih saling menatap, Reina yang masih ketakutan pun langsung bergeser berdiri agar tidak kena dengan duri bunga mawar.
" Hmmmmm...maa..aaf tuan, gara gara aku baju nya jadi basah" ucap Reina memecah keheningan.
Sebelum menjawab Bagas mengeluar kan nafas nya karena tidak jadi mencium bibir ranum Reina.
" Tidak apa...sebaik nya kamu juga bersih kan tubuh kamu, kamu itu bau matahari tau gak" ucap Bagas kemudian langsung berbalik melangkah masuk ke dalam rumah.
Reina sontak mencium ketiak nya kanan dan kiri, Reina merasa kalau diri nya masih wangi walau pun sudah terkena sinar matahari.
" Bau kok tapi meluk nya lama benget, trus tadi tuan Bagas mau apa ya? masa iya tuan Bagas mau mencium aku?" ucap Reina berbicara sendiri.
Bagas menyiram diri nya dengan air yang keluar dari shower, Bagas menutup mata nya, ingatan nya kembali pada kejadian beberapa menit saat di taman denan Reina.
Ada apa dengan diri ku, kenapa aku jadi memikir kan dia, gak mungkin kan aku jatuh cinta pada nya, secepat itu, batin Bagas.
Sedang kan Reina masuk ke dalam rumah dan membersih kan tubuh nya di kamar tamu yang saat ini di tempati nya di rumah keluarga Kesuma.
Reina memakai pakaian yang di kirim sekretaris Bagas tadi, setelah itu Reina memakai bedak tipis agar wajah nya tidak pucat, tapi itu malah membuat wajah Reina semakin cantik natural.
Setelah bersiap Reina langsung turun ke bawah untuk menyiap kan makan malam, walau pun Reina di larang untuk memasak karena sudah ada koki khusus yang memasak di kediaman Kesuma, tapi Reina tetap melakukan nya karena Reina tidak mau santai santai seperti majikan di rumah orang yang sudah menolong nya dari kekejam ibu tiri dan saudara tiri nya.
Saat Reina baru akan turun tangga, Bagas keluar dari kamar nya dengan pakaian santai nya, mata mereka saling menatap, sesaat mereka sama sama diam, tapi sedetik kemudian Reina langsung tersenyum manis pada Bagas dan sontak membuat jantung Bagas berdetak begitu cepat.
Reina kembali melanjut kan langkah nya turun ke bawah menuju dapur, seang kan Bagas memegang dada nya untuk merasa kan detak jantung yang berdetak begitu cepat.
" Aku ini kenapa sih? gak gak...aku hars periksa besok ke rumah sakit, masa iya sih aku pemyakitan, aku kan masih muda" ucap Bagas bertanya pada diri nya sendiri.
Sementara di rumah ayah Reina, bu Diana dan Siska tertawa begitu senang karena saat ini Siska sedang dekat dengan pengusaha muda yang kaya raya.
" kamu harus bisa mendapat kan hati Bobi nak, setelah itu kamu harus bisa menguasai hati nya, agar kita semakin kaya, dengan harta anak sialan itu dan juga harta gebetan kamu sekarang" ucap bu Diana member tahu pada anak nya.
__ADS_1
" Tenang saja bu, aku pasti akan bisa mendapat kan Bobi, lagian aku sudah jatuh cinta pada nya pada pandangan pertama, dia itu sempurna bu, sudah tampan, kaya lagi, paket komplit" sahut Siska dengan senyuman di bibir nya.
Bu Diana dan Siska tertawa begitu renyah ya, tanpa mereka sadari kalau ada yang memata matai mereka dari luar rumah mereka, semua percakapan bu Diana dan Siska yang sudah di video nya langsung di kirim pada asisten bos mereka, siapa lagi bukan Raka.
Raka yang melihat kiriman video langsung tersenyum jahat yang terukir di bibir nya.
" Sudah ku duga, mereka memang wanita rubah yang gila harta, tertawa lah kalian untuk saat ini, tunggu pembalasan dari yang akan membuat kalian lupa untuk tertawa" ucap Raka yang langsung bangkit dari sofa yang ada di ruangan kerja bos nya menuju kamar sang bos.
Pak Budi yang mendengar percakapan istri dan anak tiri nya hanya bisa menggeleng kan kepala nya, dia tidak habis fikir, kenapa dia bisa terjebak dengan wanita setan yang sekarang bisa satu atap dengan nya sekarang dan membiar kan anak kesayangan nya tersiksa selama ini.
Maaf kan Ayah nak, ini semua karena kesalahan Ayah, Ayah seperti ini hanya untuk melindungi kamu dan ini juga wasiat dari ibu kamu sebelum dia menghembus kan nafas nya untuk terahkir kali nya, Ayah sangat rindu kamu Nak, dimana pun kamu berada, Ayah yakin kamu pasti hidup tenang, tidak seperti tinggal di rumah ini, yang seperti neraka, batin pak Budi.
Pak Budi masuk ke ruang kerja nya, mengambil foto yang sudah lama, foto diri nya dengan alm istri nya dan anak nya, siapa lagi kalau bukan Reina, si gadis cantik yang saat itu masih kecil.
Memori nya teringat akan kejadian 15 tahun yang lalu, saat kecelakaan menimpa istri nya yang di buat oleh Diana, dan Diana saat itu masih bisa menyiksa mama Reina agar mama Reina mau bersedia menyuruh ayah Budi untuk menikahi nya, kalau tidak dia akan menyiksa Reina bahkan mau membunuh Reina, Ayah Budi menyutujui keinganan mama Reina tapi dengan syarat tidak ada berhubngan badan dan harta Reina akan tetap di tangan Ayah Budi sampai usia Reina menginjak 22 tahun,dan bu Diana pun menyetujui nya, dari situ lah kehiduan Reina seperti di neraka, bahkan lebih parah dari neraka sekalipun.
Tanpa terasa air mata ayah Budi mengalir membasahi pipi nya, mengingat kejadian yang begitu pahit di keluarga kecil nya dulu.
Tbc.
__ADS_1