La Tahzan, Jangan Bersedih

La Tahzan, Jangan Bersedih
#72


__ADS_3

Pagi ini seluruh penghuni di vila keluarga Kesuma sudah di sibuk kan dengan acara pernikahan Bagas dan juga Reina.


Begitu juga di kediaman Kesuma yang ada di kota Jakarta, seluruh penghuni rumah besar Kesuma di buat sibuk dengan acara pernikahan yang hanya untuk membuat Muklis dan Diana terkecoh dan tidak menggagal kan acara pernikahan Bagas dan juga Reina yang sebenar nya di Vila yang berada di kota Bandung.


Reina yang sudah di bangun kan sebelum sholat subuh, dan setelah sholat subuh, Reina langsung di hias dengan baju kemaja yang pas melekat di tubuh nya.


Saat ini Reina menatap wajah nya di depan cermin yang besar, yang menampak kan seluruh tubuh nya, Reina menatap wajah nya yang manglingi, diri nya saja tidak mengenali diri nya setelah di make over oleh orang suruhan mama Ridha tentu nya.


"Nona memang sangat cantik, nona pantas menjading pasangan tuan muda  Bagas yang tampan sangat tampan, dan yang sangat di kagumi oleh para wanita di luar sana" ucap seorang lelaki gemulai yang menyerupai wanita setelah selesai memakai kan mahkota di kepala Reina.


Reina yang mendengar perkataan wanita jadi jadian di belakang nya hanya bisa tersenyum sedikit, diri nya kembali menatap cermin besar yang ada di hadapan nya.


Di pandangi nya sekali lagi tubuh nya, Reina merasa diri nya begitu beruntung bisa bersanding dengan seorang Bagaskara, pewaris nomor satu di Asia yang begitu tampan dan soal kekayaan jangan di tanya kan lagi.


Tanpa terasa air mata sudah mengalir di pipi cantik nya, Reina mengingat sebelum pertemuan nya dengan Bagas, begitu miris kehidupan nya yang begitu menyakit kan, di siksa di rumah sendiri, bahkan Ayah nya saja tidak bisa membela nya karena satu hal yang membuat ayah nya hanya bisa diam menatap diri nya dari kejauhan.


Dan sekarang diri nya sebentar lagi akan menjadi istri dari sang pewaris di Asia dan seluruh manca negara, siapa yang tidak kenal dengan keluarga Kesuma.


Wanita jadi jadian yang melihat Reina menangis begitu terkejut, " Omooo..kenapa kamu menangis, lihat lah riasan di wajah mu bisa rusak sayang" ucap Tata pria yang menjadi wanita jadi jadian yang menghias wajah Reina.


Reina hanya bisa diam melihat Tata kembali memperbaiki riasan di wajah nya, " kamu jangan nangis lagi dong, nanti yang ada eike malah di jadi kan pergedel sama tuan Bagas, kalau Eike gak bener merias bidadari nya" ucap Tata yang di sambut tawa kecil oleh Reina.


Setelah selesai memperbaiki wajah Reina, terdengar pintu kamar di ketuk dari luar, Tata pun langsung membuka pintu kamar dan tampak lah pelayan yang menjaga Vila berada di depan pintu.


" Ada apa?" tanya Tata dengan suara manja nya.

__ADS_1


" Maaf tuan, saya di suruh melihat apakah nona Reina sudah selesai di hias apa belum?" tanya sang pelayan.


Tata yang mendengar diri nya di panggil tuan langsung melotot kan mata nya, " Yeey panggil aike apa? Tuan? No..no..panggil eike Tata, perias terbaik sejagat raya" ucap Tata dengan percaya diri nya.


Sang pelayan hanya bisa tersenyum lucu melihat gaya bicara Tata, namun tiba tiba senyuman sang pelayan langsung menghilang saat mendengar deheman dari arah belakang nya.


" Eheeeem" suara deheman Raka yang membuat sang pelayan dan Tata langsung menatap ke arah Raka.


" Kamu kembali ke tugas mu" ucap Raka pada sang pelayan, sang pelayan pun langsung menunduk kan kepala nya sebelum pamit.


Sedang kan Tata masih menatap Raka dengan tatapan kagum karena melihat sang asisten dari tuan Bagas tak kalah tampan dengan tuan nya.


" Omooo...ternyata asisten tuan Bagas juga tampan, eike mau dong di gandeng nanti saat turun ke bawah" ucap Tata yang membuat Raka langsung bergedik ngeri.


" Apa tugas mu sudah selesai?" tanya Raka dengan suara dingin nya.


Raka yang melihat itu hanya bisa beristigfar saja dalam hati nya, " Yausdah, kamu bisa membawa Reina turun ke bawah, karena sebentar lagi akad nikah akan segera di mulai" ucap Raka yang langsung membalik kan tubuh nya turun ke lantai bawah di mana tempat acara di adakan.


Saat ini seluruh keluarga dan para Tamu yang di undang papa Andre sudah berkumpul di ruangan tempat acara akad nikah di mulai.


Bagas juga sudah tampak tampan duduk di hadapan pak penghulu dan di temani dua saksi yang menjadi saksi dari pernikahan diri nya dan juga Reina.


Reina turun dari tangga di dampingi oleh Tata, suara keributan terdengar di telinga Bagas, sehingga membuat Bagas langsung memaling kan wajah nya ke arah tangga dan melihat Reina wanita yang begitu di cintai nya begitu cantik bak seperti bidadari menurut Bagas.


Dari ujung pintu keluar Rangga juga dapat melihat Reina yang turun dengan perlahan dari lantai atas ke lantai bawah, wajah yang begitu cantik dan senyuman Reina membuat nafas Rangga sesak seketika, dengan perlahan Rangga manarik nafas nya agar ia bisa bernafas dengan sempiurna kembali.

__ADS_1


Saat ini Reina sudah duduk di sebelah Bagas, Bagas yang masih terkagum dan terpana melihat kecantikan Reina masih setia menatap Reina yang sudah duduk di samping nya.


Mama Ridha dan papa Andre yang melihat anak nya terbengong hanya bisa saling pandang dan melempar senyum mereka, Raka sendiri yang melihat bos nya yang sudah bucin abis hanya bisa menggeleng kan kepala nya melihat bos nya yang masih bengong.


" Bisa kita mulai sekarang?" tanya pak penghulu yang langsung membuat Bagas terkejut dan kembali menatap ke arah pak penghulu.


" Bisa pak, lebih cepat lebih baik" ucap Bagas yang di sambut tawa oleh pak penghulu dan juga para tamu yang hadir.


Pak penghulu langsung menjabat tangan Bagas dan menikah kan Raina dengan Bagas sebagai wali nya Reina karena Reina sudah tidak punya ayah lagi, dan keluarga Reina juga sudah tidak ada lagi, hanya tinggal paman nya saja yang bernama Muklis, tapi Reina dan Muklis bukan lah satu darah, sehingga Muklis tidak bisa menikah kan Reina.


" Saya nikah kan kamu dengan Reina Adinda Fatahila binti Budi Fatahila yang sudah di serah kan saya sebagi wali nya dengan mahar tersebut tunai" ucap pak penghulu.


" Saya terima nikah dan kawin nya Reina Adinda Fatahila binti Budi Fatahila dengan mas mahar tersebut tunai" saht BAgas dengan suara lantang nya.


" Sah"


" Sah"


" Sah"


Terdengar kata sah dari seluruh ruangan yang ada di Vila, yang membuat Bagas langsung merasa lega, seang kan Reina langsung menetes kan air mata nya karena terharu mendengar Bagas mengucap kan ijab kabul nya dengan lantang dan saru tarkan nafas.


Seluruh keluarga dan para tamu langsung mengangkat tangan nya ke atas untuk berdoa agar rumah tangga Bags dan Reina menjadi sakina mawaddah dan warahman.


 

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2