
" Dengan siapa?" kali ini Reina yang berbicara.
" Dengan Do"
" BUNDAAAAAA" teriak anak kecil masuk ke dalam ruangan Reina dan berlari ke arah Dokter Indira.
" Hai sayaang, kenapa ke sini? kan tadi bunda bilang tunggu di ruangan bunda dulu" sambut dokter Indira langsung menggendong anak kecil yang bisa di tebak masih berumur 3 tahun.
Deg
Raka menatap dokter Indira dan anak kecil yang ada dalam gendongan dokter Indira dengan tatapan begitu terkejut, mulutnya mengaga dan jantungnya jangan di tanya sudah hampir lepas dari sarangnya.
Meta yang melihat anak kecil memanggil dokter Indira Bunda langsung menatap Raka dengan begitu sedih.
Ya ampun Ka, malang banget nasib kau, kalah sebelum berperang, batin Meta menatap Raka dengan tatapan Iba.
" Anaknya ya dok?" tanya Reina karena melihat anak yang ada di dalam gendongan dokter Indira begitu lucu.
Dokter Indira hanya menjawab dengan senyuman, begitu juga dengan perawat yang baru saja selesai mengganti infus Reina.
" Nona Reina sudah tidak apa-apa, kondisi janin nya juga sehat, setelah infusnya habis nanti, nona Reina sudah boleh pulang, dan ingat selama masih trimester satu, nona Reina jangan terlalu capek dan banyak makan, dan yang terpenting jangan stres ya, karena itu sangat berpengaruh pada janin yang ada di dalam kandungan nona" ucap Dokter Indira memberitahu.
Reina menjawab dengan anggukan kepala dan tentunya senyuman manisnya yang tak pernah lepas dari bibirnya.
__ADS_1
" Kalau untuk berhubungan masih tetap boleh kan?" Bagas bersuara dan langsung membuat Reina melototkan matanya karena mendengar pertanyaan suaminya yang tidak di filter sama sekali.
" Mas malu, kenapa tanya seperti itu? tegur Reina smabil mencubit tangan Bagas.
" Sssstttt, sakit sayang, mas kan hanya tanya" Bagas membela diri.
Dokter Indira hanya tersenyum mendengar percakapan suami istri di depannya itu, " Boleh kok tuan, tapi tidak boleh setiap malam dan yang pastinya jaga tempo ya, jangan terlalu cepat dan di lakukan dengan lembut, biar tidak terlalu terjadi goncangan pada perut nona Reina" ucap dokter Indira memberitahu.
" Alhamdulillah" Bagas mengangkat tangannya ke atas. Dan membuat semua yang ada di sana tertawa kecuali Reina yang malah merasa malu.
Begitu dokter Indira keluar, Raka langsung meghela nafasnya dengan kasar karena wanita yang sudah membuat hatinya bergetar hari ini malah sudah menikah dan mempunyai anak.
Ya ampun, kenapa aku bisa kagum dengan istri orang sih, batin Raka mengusap wajahnya dengan kasar.
Dengan cepat Rangga mengangkat telponnya, dengan wajah serius dia mendengarkan orang yang di sebrang sana berbicara, setelah selesai dia langsung mematikannya dan menatap Bagas dan Reina langsung.
" Siapa?" tanya Bagas.
" Kantor polisi, semua bukti sudah terkumpul, dan besok akan di adakan sidang pertama, sore ini aku harus ke sana untuk melihat bukti dan semua kasus yang di buat wanita iblis itu" jawab Rangga yang langsung membuat Meta menatapnya dengan hati nyeri.
" Aku ke sana dulu, kalian nanti langsung pulang saja, dan jangan lupa kabari mama, papa dan ibu tentang kehamilan Reina" pamit Rangga.
Namun saat dirinya sudah berdiri, Rangga masih melihat Raka duduk diam di tempatnya, dengan kesal Rangga mengajak Raka.
__ADS_1
" Raka ayo buruan" ajak Rangga.
" Aku nemani bos saja, kau pergi dengan Meta saja" ucap Raka yang langsung mmebuat Meta langsung menoleh ke arah Raka.
" lagian masih ada yang harus aku kerjakan untuk urusan kantor" lanjut Raka.
" Sebaiknya kau sama Meta saja, dia juga sedikit tahu tentang masalah Ria saat membuat Reina waktu itu" ucap Bagas yang langsung membuat Meta menggelengkan kepalnya tidak mau ikut.
Namun tidak ada yang melihat diirnya sama sekali, Rangga pun langsung menatap Meta yang masih diam di tempat.
" Kau juga gak mau ikut?" tanya Rangga karena melihat Meta yang masih diam saja.
Dengan helaan nafas Meta langsung bangkit dari duduknya dengan terpaksa, dia langsung mengikuti Rangga dari belakang.
Kenapa nasib ku malang sekali, belum sampai dikantor polisi saja dada ini sudah begitu sesak, bagaimana nantik kalau aku melihat mereka bersama, ya tuhan. batin Meta dengan tatapan kosong mengikuti langkah kaki Rangga.
Dan itu dapan di lihat oleh Reina mau pun Bagas, " Ada apa dengan asistenmu itu sayang? kenapa dia seperti tidak ikhlas pergi bersama dengan Rangga kali ini, biasanya juga yang memetin kalau di suruh pergi dengan Rangga" tanya Bagas.
" Aku juga gak tahu Mas" jawab Reina, dan seketika pasangan suami istri itu menatap Raka yang masih setia sofa.
Sadar akan di lihat oleh bosnya, " Ada apa bos?" tanya Raka yang juga tidak tahu arti tatapan mata bos dan nona bosnya.
Tbc.
__ADS_1