La Tahzan, Jangan Bersedih

La Tahzan, Jangan Bersedih
#105


__ADS_3

" Lepaskan kan putriku Ridha, dia tidak bersalah" ucap Diana tanpa menatap mama Ridha.


" Baik, tapi sebagai gantinya kau yang akan menggantikan nya" ucap mama Ridha.


" Sampai kapan pun aku gak akan mau menjadi budakmu" tolak Diana dengan wajah penuh dendam.


" Kalau begitu jangan kau cegah aku untuk kembali menyiksa anakmu, bukankah nyawa di bayar dengan nyawa" ucap mama Ridha dengan santai.


" Kau" ucap Diana ingin membalas ucapan mama Ridha namun terhenti saat Diana melihat seseorang berjalan keluar dan mendekati Diana dan mama Ridha.


" Kau" ucap Diana begitu terkejut.


" Hai ibu, apa kabar ibu sekarang" ucap seseorang yang membuat Diana menatapnya dengan tajam.


" Anak sialan yang terlahir terpaksa lahir di dunia ini, dan sekarang begitu angkuhnya dirimu berdiri di hadapan ku" ucap Diana menatap tajam ke arah Reina.


" Ibu, seharusnya saat ini ibu taubat dan menyesali perbuatan ibu, hanya karena harta yang cuma titipan Allah, ibu merelakan segala cara untuk menghancur kan hidup ku" ucap Reina berusaha menasehati Diana.


" Gara-gara ibu dan dirimu yang tidak tahu diri, hidupku sekarang hancur, dan karena ulah mu juga, harta kekayaan yang tadinya milik ku, kini sudah kau rampas semua, bahkan punya paman mu sendiri kau rebut, dasar serakah" bentak Diana dengan wajah yang begitu tajam menatap Reina.


" Ibu yang serakah, Ibu yang tidak tahu diri, bertahun-tahun aku kalian siksa hanya karena ingin mengambil hak yang bukan kalian, bahkan kalian senagja membuat Ayah ku tidak bisa menyanyagi ku cuma karena ancaman yang kalian berikan, dan harta paman Muklis itu juga adalah milik ibu ku yang sudah di rebut olehnya, maka semua yang bukan hak kalian akan kembali pada pemiliknya, dan pemiliknya adalah aku, asal ibu tahu" ucap Reina dengan nada cukup tinggi.


" Kurang ajar. berani sekarang kau melawan ku, dasar gadis sialan" bentak Diana.


Dengan Cepat  Diana mengarahkan pistol tersebut tepat ke arah kepala Reina, "Sekarang nyawa mu akan melayang menyusul Ayah, Ibu dan suami mu di neraka" ucap Diana dengan cepat.


Doooor


"Aahhhkkkk" Teriak Diana dan pistol yang ada di tanganya kembali terjatuh.

__ADS_1


" Jangan coba-coba kau sakiti istriku dengan tangan kotor mu itu wanita iblis" ucap Bagas yang sudah menembak tangan kiri Diana dengan cepat sebelum Diana menembak Reina.


Diana mati kutu melihat Bagas dan Raka berada di hadapannya saat ini.


" Kau, kenapa kau ada di sini, bukan kah kau sudah mati" tanya Diana dengan wajah terkejutnya.


" Aku masih hidup, buktinya saat ini kaki ku masih berpijak di atas bumi bukan, dan saat nya aku membalas apa yang sudah kau perbuat atas diriku" ucap Bagas dengan wajah tajam nya.


Entah karena merasa terkejut atau ketakutan, Diana sama sekali tidak merasakan sakit di tangan kirinya hasil dari tembakan Bagas, saat ini Diana hanya bisa terdiam sambil menggelengkan kepalanya.


Kepalanya mendadak pusing dan berputar-putar dan tidak lama Diana jatuh pingsan tepat di sebelah Siska yang masih belum sadar kan diri.


Reina yang melihat Ibu tirinya dan juga saudara tirinya sebenarnya merasa Iba, tapi dia juga tidak bisa beruat banyak, mengingat begitu kejamnya mereka menyiksa Reina selama ini.


" Bawa mereka ke gudang, setelah mereka sadar langsung beritahu aku" ucap Bagas dengan tegas pada anak buahnya.


Mama Ridha langsung menyusul suaminya untuk masuk ke dalam rumah, sedangkan Reina masih menatap ibu dan saudara tirinya di seret layaknya seekor binatang dan di masukkan ke dalam mobil box dengan begitu kejam.


" Ayo sayang" ajak Bagas pada Reina.


Reina hanya menjawabnya dengan anggukan kepala saja dan mengikuti langkah suami nya di susul Raka di belakangnya.


Kini keluarga Kesuma sudah berkumpul di ruang keluarga, Reina hanya bisa terdiam setelah melihat orang yang dulu pernah tinggal satu atap dengannya kini sudah berada dalam genggaman tangan keluarga suaminya.


" Sayang apa yang kamu fikirkan? hemmmm" tanya Bagas menatap istrinya saat ini masih saja terdiam.


" Mas, apa kita tidak terlalu kejam pada mereka, Reina tidak melihat mereka seperti tadi" ucap Reina.


" Hati mu terbuat dari apa sayang, bahkan mereka lebih kejam memperlakukan mu, mereka yang telah membunuh kedua orang tuamu, membuat mu layaknya binatang, menyiksa mu dengan kejam, bahkan kamu juga tidak di kasih makan dulu" sahut Bagas dengan suara lembut namun tetap tegas.

__ADS_1


"Apa yang Mas lakukan sekarang adalah hasil dari perbuatan mereka karena sudah memperlakukan kamu dulu sayang" lanjut Bagas menggenggam tanga Reina dengan pelan.


" Apa kamu lupa sayang, dulu saat Mas menemukan kamu, kondisi kamu bahkan bisa di bilang begitu mengenaskan, bahkan Mas melihat seluruh tubuh kamu penuh dengan luka lebam" sambung Bagas mengingat kan istrinya.


" Itu benar sayang, apa yang di bilang Bagas semua nya benar, mereka tidak pantas di biar kan hidup tenang, mereka sudah banyak membuat dosa, bahkan orang yang tidak bersalah kena imbas dari hasil perbuatan mereka" ucap mama Ridha menimpali.


" Sayang, tega gak tega kamu harus tega sayang, dan sekarang apa yang sepantas na manjadi milikmu kini sudah berada di tangan kamu, dan kamu harus mempertahankan ini semua" ucap Bagas menyerahkan berkas penting perusahaan milik kedua orang tua Reina.


Reina menerimanya dan membacanya dengan seksama, tiba-tiba saja air matanya mengalir dengan deras saat tahu seluruh kekayaan ibu dan ayahnya sudah bergabung menjadi satu, bahkan perusahaan yang sempat di kelola pamannya sudah beralih nama menjadi miliknya.


" Mas semua ini, Reina tidak mimpikan?" tanya Reina masih memandang berkas yang ada di tanganya.


" Tidak sayang, semua ini milik kamu,Mas sudah menggabung kan perusahaan ayah dan ibu kamu, dan sekarang kamu tinggal menjalan kan amanah ini dengan baik" ucap Bagas dengan senyuman di wajahnya.


" Tapi apa Reina sanggup mas, Reina takut tidak bisa" ucap Reina menatap wajah suaminya.


" Ada mas yang akan membantu mu sayang, lagian perusaahan ini akan di ambil alih oleh Rangga, karena mas juga tidak mau waktu mu terbuang hanya untuk bekerja, karena mas mau kamu menjadi istri yang selalu ada untuk mas, bukan sibuk bekerja" ucap Bagas yang langsung membuat senyuman Reina terbit dengan manis nya.


" Terima kasih mas sudah  bekerja keras demi Reina selama ini" ucap Reina memeluk Bagas dengan senang.


" Sama-sama sayang" sahut Bagas membalas pelukan Reina.


Mama dan papa begitu senang melihat keromantisan anak dan menantunya, ahkirnya Reina bisa terbebas dari penderitaan yang selama ini Reina hadapai.


" Sekarang apa yang akan kamu lakukan pada kedua wanita itu Gas" tanya papa Andre.


" Bagas gak akan melakukan apa-apa Pa, Bagas hanya menunggu kabar saja, karena pasti kedua wanita itu akan bernasib sama dengan Hendrik" Ucap Bagas dengan wajah senyuman misterius nya.


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2