
Sementara Diana sedang duduk sambil meremas ponsel nya karena rencana nya gagal.
" Kurang ajar, kenapa bisa gagal, aku harus bertindak lebih cepat, kalau tidak bisa bahaya hidup ku ke depan nya" ucap Diana langsung menghubungi seseorang untuk membantu menjalan kan rencana nya agar tidak gagal.
Muklis sang paman menghancur kan semua barang yangada di hadapan nya, dia begitu geram karena tidak berhasil menyingkir kan Bagas dari dunia ini.
" Aku akan menhancur kan mu Bagas, karena kau lah penyebab utama aku tidak mendapat kan Ridha ku, dan setelah itu aku akan melenyap kan mu Reina, karena kau juga petaka untuk ku di kemudian hari" ucap Mukslis geram sambil menatap poto mereka semua yang sudah tercampur darah.
Diana langsung masuk ke dalam kamar rahasia Muklis karena mendengar suara pecahan botol dari dalam, namun saat pintu terbuka, Diana terkejut melihat poto Ridha dan juga photo keluarga Kesuma dan phot keluarga Budi.
Muklis yang melihat Diana masuk ke dalam kamar pribadi nya langsung murka dan menatap Reina dengan tatapan membunuh.
" Jadi karna ini kau tidak mengizin kan masuk ke dalam kamar ini, karena kau menyembunyi kan ini semua dari ku iya" bentak Diana tepat di hadapan Muklis.
" Ini semua bukan urusan mu?" ucap Muklis yang langsung menyeret Diana keluar dari kamar rahasia nya.
" Lepas kan aku muklis, kau sudah bermain dengan kudan mencoba menipu ku" ucap Diana sambil menghentak kan tangan nya.
" Aku tidak menipu mu Diana, kita sama sama membalas kan dendam kita pada orang yang sama, dan kita saling membutuh kan" ucap Muklis sengaja merahasia kan semua nya dari Diana.
" Kau kira aku bodoh, aku lihat sendiri dari mata kepala ku kalau kau begitu dalam memandang photo Ridha di dinding kamar itu, ada hubungan apa kau dengan nya, jawab" ucap Diana yang sudah membentak Muklis.
__ADS_1
Muklis hanya diam dan meninggal kan Diana dengan kemarahan nya, dia tidak mau sampai habis kesabaran nya dan malah menyakiti Diana, karena muklis masih membutuh kan tenaga Diana untuk melancar kan aksi nya.
Diana sendiri yang di tinggal begitu saja oleh Muklis langsung marah besar dan membanting guci besar yang ada di hadapan nya.
Para pembantu yang bekerja di rumah Muklis pada ketakutan melihat kemarahan di diri Diana.
" Kurang ajar, aku harus cari tahu ada hubungan apa Dia dengan Muklis, biar bagaimana pun aku harus mempertahan kan Muklis untuk menjadi suami ku nanti nya, aku tidak mau kalau Siska sampai tidak punya ayah terus" ucap Diana sambil menjambak rambut nya karena begitu emosi.
******
Di rumah sakit besar, Siska sendiri sedang bertemu dengan dokter kandungan yang sudah membuat janji sebelum nya, Diana sendiri lah yang menyuruh Siska untuk bertemu dengan Dokter spesialis kandungan yang merupakan sahabat Diana.
" Jadi apa kendala mu di kehamilan ini?" tanya dokter kandungan yang bername take Irma.
" Saya memang sudah tahu, tapi saya tidak bisa melakukan itu, tadi saat ibu kamu menelpon saya, saya sudah menolak nya, namun ibu mu bilang agar saya bertemu kamu dahulu" ucap dokter Irma.
Dari balik pintu, anak buah Bagas yang mengikuti Siska mendengar percakapan mereka dan merekam nya untuk di beri kan pada Bos nya.
" Saya tidak mau tahu, kalau dokter tidak bisa melakukan nya, saya akan suruh ibu saya untuk melapor kan pada pihak yang berwajib karena dulu anda sudah sering melakuka tindakan aborsi" ucap Siska mengancam.
" Saya sudah berubah, dan saya tidak melakukan itu lagi, dan tidak ada bukti untuk kamu melapor kan saya ke polisi, lebih baik kamu sekarang keluar dari ruangan saya,karena masih banyak pasien saya di luar yang sedang menunggu" ucap dokter Irma karena tidak takut dengan ancaman yang di kata kan oleh Siska.
__ADS_1
" Benar kah kamu tidak takut, aku masih punya bukti yang di kasih sama ibu ku sebelum aku ke sini" ucap Siska yang melihat kan rekaman Video yang ada di ponsel nya pada dokter Irma.
Irma yang melihat rekaman ponsel itu mendadak langsung pucat, dia menatap Siska dengan tatapan membunuh.
Sial...dari mana Diana mendapat kan rekaman Video itu, bukan nya dulu aku sudah begitu berhati hati saat melakukan semua suruhan Muklis dan bercerita pada nya saat ada kesempatan, batin Irma menatap Siska.
" Bagaimana? masih tidak mau melakukan nya, atau dokter mau rekaman ini sampai pada orang nya dan membuat karir dokter hancur detik ini juga" Ancam Siska.
" Baik lah, tapi ini yang terahkir kali nya aku melakukan tindakan dosa lagi" ucap dokter Irma yang langsung di angguki kepala oleh Siska.
" Kau bisa datang ke tempat praktek ku malam nanti, karena aku tidak mungkin melakuka kuretase di rumah sakit ini" ucap dokter Irma.
" Tidak masalah, pukul tujuh malam aku sudah sampai di tempat praktek dokter, dan janganĀ sampai kabur" ucap Siska langsung beranjak dari kursi nya dan pergi meninggal kan ruangan dokter Irma.
Irma hanya menatap kepergian Siska sambil menggeleng kan kepala nya.
" Kenapa aku bisa terjebak lagi dengan orang orang seperti mereka, ibu dan anak anak sama sama berhati iblis, semoga saja tidak terjadi apa apa pada diri ku" ucap dokter Irma berdoa.
Dokter Irma mengingat kejadian sekitar 21 tahun lalu lalu, dimana dia menukar seorang bayi laki laki dan bayi perempuan saat seorang wanita melahir kan secara secar, dan bayi laki laki yang di lahir kan itu di depan mata nya langsung di bunuh saat itu juga dan mengganti kan dengan seorang bayi perempuan yang begitu cantik.
Kejadian yang sudah sangat lama itu kembali di ingat oleh dokter Irma, dan kenapa dokter Irma sampai melakukan nya, seluruh perawat yang membantu pekerjaan dokter Irma seketika langsung di bunuh di ruangan itu dan mayat nya di bakar agar tidak ada yang mengetahui, dan sampai sekarang tragegi itu belum ada yang mengetahui kecuali Muklis, Diana dan juga Siska.
__ADS_1
******* panjang terdengar keluar dari mulut dokter Irma, dia takut kalau kejadian yang sudah di kubur nya dalam dalam suatu haru nanti akan terbongkar dan menyeret diri nya untuk mendekam di balik jeruji besi.
Tbc.