La Tahzan, Jangan Bersedih

La Tahzan, Jangan Bersedih
#85


__ADS_3

Muklis menatap wajah Diana dan Siska dengan tatapan tajamnya, setelah mendapat tembakan suntikan dari mama Ridha, saat ini Muklis hanya bisa terbaring di atas tempat tidur.


" Kenapa sampai sekarang penawar racun itu belum kau dapatkan? apa au senang melihat aku menderita seperti hahk" bentak Muklis pada Diana.


Diana hanya menatap Muklis dengan tatapan malasnya, Ia berjalan ke arah jendela melihat situasi di luar markas, kemudian Diana kembali menatap Muklis yang hanya bisa terbaring tak berdaya.


" Sudah seperti ini saja kau masih bisa marah marah padaku, ingatlah kondisi mu saat ini, bahan dengan sekali pukulan ku mungkin kau sudah di jemput malaikat maut" ucap Diana menatap Muklis sambil melipat tanganya di dada.


" Kau!!" bentak Muklis lagi tapi tidak di lanjutkannya karena dia melihat Siska yang saat ini sedang menatap dirinya dan ibunya Diana.


" Diana sebaiknya kau hubungi orang orangmu agar segera membuat penawar racun agar aku bisa kembali seperti sedia kala" ucap Muklis dengan suara kembali normal.


" Ck, aku sudah menghubungi orang itu, tapi penawar itu hanya Ridha yang bisa melakukannya, karena penawarnya adalah darah dari keponakan mu sendiri" ucap Diana yang langsung membuatmata Muklis membulat sempurna.


" Apa maksud mu?" tanya Muklis masih tidak mengerti dengan yang di katakan Diana.


" Penawar racun yang yang ada di tubuhmu hanya dengan memasukkan darah Reina ke dalam tubuhmu, karena golongan darahmu dengan anak itu sama, sehingga Ridha membuat racun yang memang tidak bisa kau dapatkan penawarnya" jawab Diana.

__ADS_1


" Kurang ajar, aku akan membalas mereka setelah aku lepas dari kelumpuhan ini" ucap Muklis dengan wajah yang sudah mirip dengan iblis.


" Dan satu hal lagi yang harus kau tahu, kalau dalam satu minggu kau tidak bisa mendapatkan penawar racun itu, maka mental mu semakin lama semakin lama, hinggal akal mu juga akan hilang, dan bisa di pastikan kau bisa gila" ucap Diana yang kembali membuat Muklis meradang menahan emosi yang tidak bisa di lampiaskan.


" cepat kau tangkap anak sialan itu, bunuh dengan kejam dan berikan darahnya pada ku secepatnya, aku tidak mau seperti yang kau katakan tadi" ucap Muklis menatap Diana.


" Akan aku usaha kan, tapi aku butuh uang untuk menjalankan usaha ku" sahut Diana,


"Apa rencanamu?" tanya Muklis menatap Diana sedikit malas karena hanya ada uang yang selalu ada di kepalanya.


" Aku akan aborsi janin yang ada di kandungan Siska, dan aku juga akan mengubah wajah Siska, sehingga aku akan mengirim Siska untuk menjadi klien Bagas dan merayu Bagas agar tergoda pada Siska" ucap Diana memberitahukan rencana yang sudah di rencanakan.


" Yaahh, setidaknya aku akan membuat Siska untuk selalu mendekati Bagas dan membuat rumah tangga menreka salah paham" ucap Diana yang begitu yakin dengan rencana nya.


Muklis langsung menatap orang kepercayaannya untuk memberikan cek pada Diana, dengan cepat orang kepercayaan Muklis memberikan nya pada Diana.


Diana menerima langsung tersenyum, Ia melihat jumlah yang ada di begitu besar, cukup untuk dirinya shoping dan menyiapkan segela rencananya.

__ADS_1


" Tapi kau harus ingat, kalau kau gagal, maka aku akan membuat kau sama seperti ku saat ini, dan kita akan mati bersama" ucap Muklis menatap wajah Diana dengan mata tajamnya.


Glek


Diana menelan salivanya dengan kasar mendengar perkataan Muklis, kemudian Diana menatap Siska yang dari tadi hanya diam saja.


" Ayo Siska, kita tidak punya banyak waktu" ajak Diana yang langsung di angguki kepala oleh Siska.


Muklis melihat kepergian Diana dan Siska yang keluar dari kamarnya, kemudian Ia menatap orang kepercayaannya agar mendekar ke arahnya, dengan mengerti dengan tatapan bosnya orang kepercayaan Muklis langsung mendekati bos nya.


" Apa yang bisa ku lakukan bos?" tanya Tomi orang kepercayaan Muklis.


" Kau pantau ibu dan anak itu, aku tidak rela jika mereka menghabiskan uang ku namun tidak ada hasilnya sama sekali" ucap Muklis yang langsung di angguki kepalanya.


" Dan satu lagi, segera suruh orang orang kita untuk bisa mendapatkan darah Reina, aku tidak mau tahu bagaimana caranya" perintah Muklis.


" Baik bos" jawab Tomi kemudian langsung melangkah keluar dari kamar bosnya dan menjalankan apa yang di perintahkan bosnya.

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2