
Setelah makan malam yang mana papa Andre, mama Ridha dan Rangga makan malam di meja makan, sedangkan Bagas, Reina dan Raka di kamar mereka masing masing.
Awalnya para pelayan sedikit aneh dengan majikannya yang meminta makanan cukup banyak di bawa ke kamar tuan muda mereka, karena para pelayan hanya tau nona mudanya saja lah yang saat ini berada di kamar.
Tapi karena penjelasan mama Ridha yang mengatakan kalau Reina sedari pagi belum makan, jadi mama Ridha mau Reina makan banyak malam ini.
Dan saat ini, seluruh keluarga Kesuma sudah berada di ruang bawah tanah, saat seluruh pelayan rumah sudah masuk ke rumah belakang dan beristirahat di kamar mereka masing masing.
" Sekarang ceritakan pada papa dan mama Gas, bagaimana ceritanya kamu bisa sampai di rumah mengingat papa sendiri dan Rangga yang melihat mobil kalian hancur?" tanya papa Andre.
Bagas pun melihat Reina sebelum menceritakan kejadian yang menimpa dirinya dan juga Raka, dengan lembut Bagas menyentuh tangan Reina dan menggenggamnya erat.
" Saat itu Bagas dan Raka keluar dari kantor langsung hendak rumah karena Bagas begitu merindukan Reina, dan di jalan entah kenapa Reina tiba tiba menelpon Bagas" ucap Bagas memulai pembicaraan.
" Awalnya tidak ada masalah sama sekali, bahkan tidak ada tanda tanda yang mencurigakan sama sekali, hingga tiba tiba kita masuk ke jalan yang yang cukup sepi, di situ lah para anak buah Diana langsung menyerang kami" sambung Bagas.
__ADS_1
" Mobil kami saling kejar kejaran, dan sampai tiba tiba di perempatan jalan truk datang tiba tiba dengan kecepatan yang cukup kencang, padahal kalian tahu sendiri bukan kalau truk itu tidak bisa jalan dengan kecepatan kencang" ucap Bagas.
" Saat itu sambungan telpon Bagas masih menyala, entah Reina mendengar suara teriakan Bagas atau tidak, tapi saat itu kami langsung keluar dari mobil sebelum mobil kami menabrak truk itu" sambung Bagas.
" Dengan hitungan yang sama kami loncat dari arah pintu sebelah, bukan pintu tepat di samping supir, agar para anak buah Diana tidak melihat kami, dan Syukurnya Allah masih melindungi kami, walau pun wajah tampan kami saat ini sedikit ada luka kecil akibat terkena ranting pohon saat kami masuk ke dalam sungai" ucap Bagas selesai menceritakan.
" Ck, kamu sudah di ambang kematian masih saja memikir kan wajah tampan mu, apa kamu tidak tahu jantung mama hampir lepas dari tempatnya tau gak saat Reina mengatakan kamu berteriak dan mendengar suara dentuman seperti mobil terbakar" ucap mama Ridha langsung menyambung percakapan putra semata wayangnya.
" Tapi memang itu kenyataan nya Ma, ya gak Ka" ucap Bagas dan langsung di jawab dengan anggukan kepala oleh Raka.
" Saat kami jatuh ke sungai yang arusnya lumayan deras, kami di tolong oleh warga yang saat itu sedang memancing di sana, dan kami langsung meminta bantuan dengan bertukar pakaian mereka, sehingga kami bisa pulang sampai ke rumah besar dengan menggunakan motor mereka tanpa di curigai anak buah Diana" kali ini Raka yang menceritakan kelanjutan cerita yang di alami dirinya dan juga Bagas.
" Jadi kereta yang di samping pos itu kereta warga yang menolong kalian?" tanya papa Andre.
Bagas dan Raka langsung menganggukan kepala secara bersamaan menjawab pertanyaan papa Andre.
__ADS_1
" Alhamdulillah kamu gak apa apa Mas, Reina takut sekali saat mendengar suara ledakan tadi" ucap reina menatap Bagas dengan air mata yang sudah melangir di pipinya.
" Tenang lah sayang, Mas gak kenapa napa" ucap Bagas meenangkan Reina.
" Dan sekarang tolong rahasiakan tentang Bagas dan Raka Pa, biar kan pihak kepolosian mengataan kalau kami mati di makan buaya sesuai apa yang di katakan mereka, karena itu memang perbuatan kami berdua, kami senagaja meninggal kan jas Bagas dan juga dompet Bagas di mobil dan meletakan sisa baju kami di sungai dengan sedikit sobekan serta darah ikan dari hasil dari pancingan warga yang menolong kami, agar para polisi mengatakan kami hangus terbakar atau di makan buaya" ucap Bagas yang langsung di jawab dengan anggukan kepala oleh papa Andre dan Rangga.
" Tapi apa ini tidak beresiko mas, dengan mas berpura pura tidak ada, membuat mereka semakin menjadi jadi nantinya, dan Reina takut mas malah beneran pergi ninggalin Reina, karena omongan itu doa mas" ucap Reina sedikit keberatan dengan apa yang di rencanakan suaminya.
"Suussstt, kamu tidak usah memikir kan apa yang tidak akan terjadi sayang, insya Allah Mas danĀ tidak akan kemana mana, percaya lah sama mas" ucap Bagas menagkup wajah Reina dengan kedua tangannya.
" Untuk saat ini biar kami tinggl di sini dulu Pa, Ma, dan kamu sayang, bersikap lah sesedih mungkin, dan kalau kamu rindu dengan mas dan sebaliknya mas rindu dengan kamu, kamu yang kesini ya, agar para pelayan tidak ada yang mengetahui keberadaan mas dan Raka di sini" ucap Bagas dan langsung di angguki kepala oleh Reina.
Setelah selesai menceritakan bagaimana Bagas dan Raka bisa sampai di rumah dan apa yang akan mereka lakukan setelahnya, kini mama dan papa beserta Reina kembali ke rumah utama.
Sedangkan Bagas, Raka dan Rangga masih di ruang bawah tanah karena mereka akan tetap tinggal di sana sampai apa yang di rencanakan mereka selesai.
__ADS_1
Tbc.