
Satu minggu kemudian....
Setelah meninggalnya Siska, kini Diana masih terkurung di penjara bawah tanah dan di pantau oleh anak bah Bagas.
Bagas juga sudah kembali ke perusahaan bersama dengan Raka, dan kabar meningglnya Bagas dan Raka juga sudah di konfirmasi kalau sebenarnya Bagas dan Raka masih hidup sampai saat ini.
Sekarang Bagas sedang berkutut di ruangan kerjanya dengan begitu serius karena sudah begitu lama tidak menghendle langusng perusahaannya, begitu juga dengan Raka yang sibuk mengantur jadwal meeting Bagas dengan para kliennya.
Di bawah gedung perusahaan Kesuma Group, Reina baru saja turun dari mobil dengan di supirin oleh supir pribadi Reina yang bernama Meta, Bagas sengaja memilihkan Meta sebagai supir pribadi wanita untuk istrinya karena Bagas tidak mau kalau Reina masih di antar jemput kemana pun oleh Rangga.
Masih ada rasa cemburu di hati Bagas kalau Reina bersama dengan Rangga, dan Rangaa saat ini khusus di utus untuk memantau perusahaan milik peninggalan keluarga Reina saja.
Dengan senyuman di wajah Reina, seluruh karyawan yang melihat kedatangan istri bosnya langsung menundukkan kepalanya dengan sopan.
" Selamat siang Nona Bos" sapa resepsionist kantor Bagas.
" Siang, Bapak ada kan?" tanya Reina dengan senyuman yang tak lepas dari bibirnya.
" Ada Nona Bos, mari saya antar" ucap resepsionis kantor dengan sopan.
" Tidak perlu, kamu lanjutkan saja kerjanya, saya bisa sendiri, tapi tolong nanti kamu sampaikan sama Meta kalau dia langsung naik saja ya ke atas" ucap Reina dengan sopan.
" Baik Nona Bos" sahut Resepsionis dengan tak kalah sopan.
Reina dengan langkah pasti berjalan menuju ke arah lift khusus CEO, setelah berada di dalam, Reina memencet tombol paling atas dimana ruangan suaminya berada.
__ADS_1
Ting
Reina keluar dengan senyuman yang tak lepas dari bibirnya, Raka yang hendak ke ruangan Bagas langsung memberhentikan langkahnya saat melihat Reina datang untuk mengunjungi Bagas.
" Nona Reina, kenapa tidak mengabari saya, saya bisa menjemput nona di bawah" ucap raka dengan sopan.
" Tidak perlu Raka, kamu seperti dengan siapa saja, Mas Bagas ada kan?" ucap Reina sekaligus bertanya.
" Ada Nona, silahkan masuk" jawab Raka dan langsung memberikan jalan untuk Reina agar masuk ke dalam ruangan Bagas.
Begitu pintu terbuka, Reina langsung tersenyum melihat suaminya sedang berkutut dengan berkas berkas yang ada di tangannya, dan sesekali melihat ke arah laptop, dengan hanya memakai kemaja putihnya dan tangan yang sudah di gulung selengan, jas yang sudah di letak di sandaran kursi, masih tetap terlihat tampan di pandang mata.
" Assalamuaikum suamiku" sapa Reina yang langsung membuat Bagas mengangkat kepalanya dan terkejut meihat istri tercintanya betdiri di depan pintu.
" Sayang" Ucap Bagas yang langsung bangkit dari kursi kerjanya dan berjalan menghampiri istrinya.
"Kenapa gak bilang dulu mau kesini, hemmm?" tanya Bagas sambil mengelus pipi mulus Reina.
" Kejutan dong Mas" sahut Reina yang membuat Bagas langsung tersenyum mendengarnya.
" Raka apa jadwal ku setelah ini?" tanya Bagas saat melihat Raka berdiri di belakang istrinya.
" Pukul 03,00 nanti bos akan ada meeting dengan klien kita dari Surabaya untuk pembuatan jalan tol Bos" ucap Raka memberitahu.
" Mundurkan Jadwalnya, karena siang ini saya mau bersama istri saya" perintah Bagas yang langsung membawa Reina untuk duduk di sofa yang ada di ruangannya, namun langkahnya terhenti saat mendengar jawaban raka.
__ADS_1
" Maaf bos kali ini tidak bisa, karena sore ini juga Klien kita akan kembali ke Surabaya, jadi Bos mau tidak mau harus meeting juga" ucap Raka memberitahu yang langsung membuat Bagas menghembuskan nafas nya dengan kasar.
Reina yang mendengarnya juga ikut tertawa karena melihat wajah lucu istrinya.
"Pekerjaan suami mu ini begitu menumpuk sayang, jadinya kita gak bisa lama-lama deh sekarang" ucap Bagas.
" Nanti di ruamh juga ketemu lagi Mas, Reina kesini juga sebentar kok, karena suntuk saja di rumah, mama sama papa juga belum balik kan dari holidaynya" ucap Reina memberitahu.
" Bener gak apa-apa sayang nanti Mas tinggal" tanya Bagas.
" Iya Mas, beneran gak apa-apa, nanti Reina minta antar Meta aja ke perusahaan Ayah, Reina juga mau melihat gimana perkembangan disana" jawab Reina.
Bagas yang mendengarnya langsung meradang, " No sayang, disana ada Rangga, Mas gak mau kamu berduan dengan Rangga" tolak Bagas.
" Reina gak berduan Mas, kan ada Meta dan Boby, lagian masih saja cemburu dengan Rangga, dia sudah aku angap seperti kakak Reina sendiri Mas, cuma Mas Bagas yang ada di hati Reina, uda Full gak bisa di sisip oleh siapa pun" ucap Reina agar Bagas tidak marah lagi.
Bagas yang mendengarnya pun langsung tersenyum dan mencium gemas pipi mulus istrinya.
" Jadi kangen sama kamu sayang, pengen gigit" ucap Bagas yang sudah memeluk tubuh Reina dari samping.
" Uda dong Mas, Ngap akunya gak bisa nafas kalau di ginikan terus" sahut Reina agar di lepaskan pelukannya dengan suaminya.
Raka yang melihat adegan bosnya dengan nona bosnya hanya bisa merasa iri, namun saat Raka akan pergi meninggalkan ruangan bosnya karena sudah selesai mengantar berkas penting, Raka di kejut kan dengan kehadiran Meta yang tepat berada di depan pintu ruangan Bagas saat Raka membuka pintu.
"Astagfirullah" ucap Raka yang langsung membuat Reina dan Bagas melihat ke arah Raka berdiri.
__ADS_1
Tbc.