La Tahzan, Jangan Bersedih

La Tahzan, Jangan Bersedih
#134


__ADS_3

Reina pun tersenyum mendengar ucapan mamanya, saat sedang asik bercerita sedikit di ruang keluarga, tiba tiba senyuman Reina langsung sirna saat melihat Ria mengantarkan minuman untuk semua majikannya.


" Kamu"


Deg


Ria terkejut saat Reina menatapnya begitu dalam, Bagas dan Rangga juga langsung melihat Ria yang baru selesai meletakan teh untuk semua majikannya di atas meja.


" Sayang ada apa?" tanya Bagas sambil menggenggam tangan Reina.


Reina sama sekali tidak menjawab pertanyaan suaminya, dirinya masih terus melihat Ria yang masih berdiri sambil memegang nampan bekas membawa teh.


Yang lainnya hanya bisa diam sambil sesekali melihat Reina dan Ria secara bergantian.


" Kau bukannya" ucapan Reina terhenti karena tiba-tiba kepala Reina terasa nyeri.


Bagas langsung membawa tubuh Reina saat di lihatnya wajah sang istri tiba-tiba memucat.


"Mas kepalaku tiba-tiba saja sakit" ucap Reina sambil memegangi kepalanya yang terasa nyeri mendadak.


"Kita ke kamar saja ya?" ajak Bagas, namun Reina langsung dengan cepat menggelengkan kepalanya.


" Rein gak apa-apa mas, Reina mau di sini saja, tapi Reina mau mintak minum air hangat aja, tolong suruh bibi ambil kan mas" tolak Reina, namun sekali kali Reina melirik ke arah Ria yang masih setia berdiri menatap dirinya.


"Tapi wajah kamu pucat sayang, mas gak mau kamu sampai kenapa-napa, kamu belum pulih benar sayang, bahkan kamu belum ada satu jam pulang dari rumah sakit" ucap Bagas mengkhawatirkan keadaan istrinya.


"Tapi Reina cuma mau mendengar apa yang mau di bicarakan Ibu Fitria soal Reina mas, bukannya kata ibu Fitria itu penting, dan ini menyangkut keluarga Reina. Reina gak mau kalau masih ada rahasia yang belum di tuntas kan dari cerita kedua orang tua Reina" Tolak Reina yang masih mau tetap berada di ruang keluarga.


Memang saat Reina masih di rumah sakit, mama Ridha dan papa Andre terus mendesak ibu Fitria tentang rahasia apa yang masih di simpan mengenai Reina, dan itu ternyata terdengar oleh Reina.

__ADS_1


Saat itu Reina tetap ngekeh kalau minta di ceritakan hari itu juga, tapi Bagas menolak karena kondisi Reina masih lemah pasca selesai operasi, dan Ibu Fitria berjanji untuk menceritakannya saat Reina sudah pulang dari rumah sakit.


Dan di sinilah Reina menagih janji itu, kalau dia mau Ibu Fitria menceritakan semua rahasia yang masih di simpan dan tidak boleh ada yang di tutupi lagi.


Bagas menarik nafas sesaat setelah mendengar perkataan Reina, namun tiba-tiba pandangan matanya langsung tertuju pada Ria yang masih setia berdiri di ruang keluarga.


" Apa kau di gaji hanya untuk berdiri di situ dan mendengarkan kami berbicara?" tanya Bagas dengan suara dinginnya.


Ria spontan terkejut mendengar suara tuan mudanya, "Ma.. ma.. af Tuan, saya hanya menunggu perintah saja dari nona Reina, apa jadi di ambilkan air hangatnya" jawab Ria terbata-bata.


" Ya, tolong ambilkan air hangat untuk istriku" perintah Bagas langsung.


"Baik Tuan sedikit tersenyum kemudian langsung pamit ke dapur.


Bagas langsung menatap Rangga, Rangga pun mengangguk kan kepalanya dan melihat Meta. Meta yang tahu maksud Rangga langsung berjalan ke arah dapur dengan langkah pelan agar tidak di ketahui oleh para pelayan yang sedang sibuk dengan kerjaan nya masing-masing.


"Manja bener jadi wanita, karena dirimu kakak ku jadi pergi dengan cara yang tragis, dan aku akan membalasnya dengan membuat kau menderita dan kau sendiri yang meminta malaikat maut menjemput ajal mu, yang pastinya lebih tragis maut menjemput mu nanti nona Reina" ucap Ria dengan pelan namun masih dapat di dengar oleh Meta.


Dengan cepat Meta berbalik ke ruang keluarga agar Ria tidak melihatnya, begitu sampai, Meta langsung menganggukkan kepalanya pertanda kalau Ria ada maksud tidak baik untuk nona bosnya.


Dan Rangga langsung memberitahu pada Bagas dengan anggukan kepala kalau yang di curigai oleh mereka semuanya benar.


" Sekarang tolong ibu ceritakan semua pada Reina, rahasia besar apa yang masih kalian tutupi dari Reina?" tanya Reina saat semua nya masih diam tidak ada percakapan apa-apa.


"Sayang kita tidak mungkin membahas masalah itu di forum terbuka seperti ini, orang yang tidak suka dengan kita pasti akan mendengar, kamu tahu sendirikan sayang, kalau saat ini kita seperti ada mata-mata yang mengintai, dan kalau kita ibu Fitria berbicara di sini makan tembok ruangan ini akan mendengar dan orang yang saat ini mengintai kita akan tahu, dan mas gak mau kamu dalam bahaya lagi sayang" ucap Bagas memberikan pengertian pada istrinya.


Dan itu dapat di dengar oleh Ria karena dia berhenti sebentar di balik tembok, namun sampai saat ini belum ada pembahasan yang serius untuk di dengar.


Dengan cepat Ria langsung meletakkan air hangat tepat di hadapan Reina.

__ADS_1


"Ini nona air putih hangatnya" ucap Ria sambil meletakkan air hangat di meja.


" Terima kasih" jawab Reina dengan suara dingin.


Dan itu sukses membuat semua yang ada di sana terkejut mendengar jawaban Reina. Tidak biasanya Reina bersikap dingin pada seseorang, padahal biasanya Reina terkenal dengan sikap ramah tamah nya.


" Kamu silahkan lanjutkan pekerjaan mu" perintah mama Ridha langsung di jawab anggukan.


"Baik Nyonya" jawab Ria sambil melirik Reina yang belum menyentuh gelas yang berisikan air hangat.


Dengan perlahan tangan Reina terulur mau memegang gelas yang ada di hadapannya.


Ria yang bersembunyi di balik tembok tersenyum karena Reina mau meminum air yang sudah di campurkan sesuatu di dalamnya.


Saat Bagas ingin mencegahnya, belum sempat Bagas bersuara, ternyata Reina kembali meletakkan gelas yang ia pegang di atas meja, dan itu membuat Bagas, Rangga, Meta dan Raka sedikit terkejut.


"Ayo kita ke ruang kerja kamu mas, Reina sudah gak sabar mendengar cerita Ibu Fitri, dan kamu benar mas, kalau Ibu Fitria cerita di sini, maka tembok-tembok di ruangan ini berbicara" ucap Reina tiba-tiba langsung berdiri dan membuat semua yang ada di sana hanya bisa tercengang.


"Sayang kamu tidak jadi minum air hangatnya" tanya Bagas sedikit memancing, kerena seperti ada yang di ketahui dan di sembunyikan oleh istrinya itu.


"Gak mas, mulut Reina mendadak pait, jadi Reina berubah fikiran minum air putih itu" jawab Reina dengan wajah biasa saja.


Sementara di balik tembok Ria begitu geram karena rencana nya gagal untuk membuat Reina menderita perlahan-lahan.


"Kalau begitu ayo kita ke ruang kerja Mas Bagas biar rasa penasaran Reina terjawab" sambung Reina langsung mengajak suaminya agar menuntunnya ke ruang kerja.


TBC.


Tapi sekarang Author yang bakalan buat readers tercinta penasaran.

__ADS_1


Wkwkwkwkwwk


__ADS_2