La Tahzan, Jangan Bersedih

La Tahzan, Jangan Bersedih
#133


__ADS_3

Sudah satu minggu Reina di di rawat di rumah sakit pasca operasi secar, dan hari ini Reina sudah di izin kan pulang. untuk pemeriksaan selanjutnya akan dokter Dana yang akan memeriksa keadaan Reina di kediaman Kesuma.


Reina duduk di kursi roda dan di dorong oleh Bagas sampai ke mobil, sedangkan Raka membawa semua barang-barang Bagas dan Reina salama berada di rumah sakit.


Di dalam perjalanan Reina hanya diam saja, tidak bersuara sama sekali, Bagas langsung menggenggam tangan Reina, menciumnya dan memeluknya dari samping.


Raka yang melihat nona bosnya merasa begitu iba, baru saja nona bosnya bahagia karena semua musuh sudah di hempaskan oleh Bagas dan yang lainnya, tapi hanya karena seekor tikus got bos dan nona bosnya sampai harus kehilangan calo bayi mereka.


" Mas" panggil Reina menatap Bagas dengan wajah sendunya.


" Kenapa sayang? ada sesuatu yang mau kamu beli atau inginkan?" Jawab Bagas sekaligus bertanya.


" Boleh aku ke makam anak kita, aku ingin mengirimkan doa untuknya" jawab Reina.


" Boleh saja sayang, tapi nanti saat kondisi kamu sudah pulih benar, saat ini kamu harus benar-benar istirahat, Mas gak mau kamu sampai kenapa-napa" tolak Bagas secara halus.


" Sebentar saja Mas, aku mohon" mohon Reina dengan air mata yang sudah hampir tumpah dari ujung matanya.


Bagas yang melihatnya tidak tega, di bawanya Reina kedalam pelukanya, " baiklah sayang, tapi hanya sebentar saja ya" ucap Bagas yang di jawab anggukan kepala oleh Reina.


Bagas langsung menatap Raka, dan Raka yang mengerti langsung memutar setir mobilnya untuk menuju ke pemakaman dimana tempat anak bos nya di makamkan.

__ADS_1


Setelah menempuh sekitar 15 menit ahkirnya mobil yang di kendarai Raka berhenti tepat di depan pemakaman, Bagas langsung segera turun terlebih dulu, kemudian langsung memutari mobil untuk membantu Reina turun.


Rasa sesak langsung menguak di dada Reina saat melihat makan yang berjejer dengan begitu rapi di hadapannya.


" Ayo sayang" ajak Bagas dan langsung di jawab anggukan kepala oleh Reina.


Bagas menuntun Reina sampai di depan makam putri kecil mereka, Bagas berhenti tepat di samping makan yang masih terlihat basah tanahnya.


Air mata Reina langsung keluar dengan sendirinya, Reina berjongkok dan menyentuh nisan yang bertuliskan nama Mentari di sana.


" Mentari" ucap Reina memandang suaminya.


" Iya sayang, Mas yang memebri nama mentari untuk putri kecil kita, karena dia yang akan menyinari kita walau pun dia sudah tidak bersama kita, tapi mas yakin dia pasti bahagia di surga sana" ucap Bagas langsung mengerti dengan tatapan istrinya.


" Sssssuuut...sayang kamu tidak boleh begitu, Mentari sudah tenang di sana, kita hanya perlu mendoakan nya saja, kalau kamu menangis seperti ini, yang ada mentari akan sedih di sana" Bagas langsung menenagkan istrinya.


Reina langsung terdiam, di ciumnya nisan anaknya sesaat, " Sayang mama pulang dulu ya, dan mama janji akan selalu mendoakan kamu" ucap Reina masih dengan sedikit terisak.


Reina kembali mengingat mimpinya dimana ayah dan ibunya meminta langsung anaknya untuk menemani mereka di sana, Reina pun langsung tersenyum sesaat walau air matanya masih menetes membasahi pipi nya, di tatapnya langit yang sedikit mendung, kemudian Reina kembali melihat makam putrinya.


" Pasti kamu sekarang sedang bermain-main dengan kakek dan nenek kamu kan sayang, karena sebelum kamu pergi, mama bermimpi kalau mereka begitu menginginkan kamu" ucap Reina dan Bagas langsung terkejut.

__ADS_1


Bagas mengingat mimpi Reina beberapa hari lalu, dia pun langsung menyesali kalau saja dia percaya akan mimpi itu akan nyata, Bagas akan menjaga Reina dan mungkin kejadian nya tidak akan seperti ini.


Tapi nasi sudah menjadi bubur, bayi yang ada di kandungan Reina juga tidak bisa di kembalikan lagi nyawa, dan Bagas begitu bersyukur kalau istrinya bisa selamat dari maut.


Kini Bagas dan Reina sudah berada di kediaman Kesuma, setelah dari makan mereka langsung pulang agar Reina bisa beristirahat.


Mama Ridha, papa Rangga, ibu Fitria langsung meyambut kedatangan Rangga, Meta juga berada di sana menyambut dengan setia nona bosnya.


" Sayang, ahkirnya kamu pulang juga, mama senang banget" ucap mama Ridha memeluk sang menantu.


Begitu juga dengan papa Andre dan ibu Fitria memeluk Reina secara bergantian.


" Makasih ya semua nya, sudah mendoa kan Reina dan bisa berkumpul di sini bersama kalian lagi, walau pun Reina belum bisa memberikan mama dan papa  cucu yang sudah kalian inginkan dari dulu" ucap Reina dengan begitu sedih dan lagi0lagi Reina menangis.


" No sayang, kamu sehat saja mama dan papa sudah begitu senang, soal cucu kalian bisa memproduksi lagi, kanudngan kamu begitu sehat sayang, dan Bagas juga begitu tokcer" sahut mama Ridha menghibur, tapi membuat Bagas melotokan matanya ke arah mamanya.


Reina pun tersenyum mendengar ucapan mamanya, saat sedang asik bercerita sedikit di ruang keluarga, tiba tiba senyuman Reina langsung sirna saat melihat Ria menganarkan minuman untuk semua majikannya.


" Kamu"


Deg.

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2