
Satu minggu kemudian.....
Rangga tersenyum mengingat kejadian dua hari yang lalu saat dirinya dan juga Ivo sedang ke suatu tempat untuk mencari bukti akurat agar Diana bisa mendapatkan hukuman yang setimpal.
Sebenarnya ini hanya akal-akalan Rangga saja, karena jujur dia sudah mendapatkan semua bukti sebelum Diana dan Ria di serahkan ke pihak yang berwajib.
Dan sebenarnya Bagas dan Rangga ingin menghukum Diana dengan tangannya sendiri, tapi Reina mencegahnya dan menyuruh suami dan kakaknya untuk menyerahkan langsung pada pihak yanhg berwajib.
Sebelumnya...
" Tuan di bukti yang saya dapatkan dari warga sekitar kalau nyonya Diana pernah tinggal di daerah sekitar sini sebelum Nyonya Diana menikah dengan almarhum ayah tuan, kira-kira tuan tahu gak dimana rumahnya?" tanya Ivo sambio menatap sekliling rumah di hadapannya.
" Mana saya tahu, itu kan tugas kamu, kenapa kamu tanya saya, kalau saya tahu, berarti saya bukan pengusaha, tapi polisi sama seperti kamu" jawab Rangga jutek.
" Saya kan cuma bertanya tuan, mana tahu tuan mengetahuinya, karena dia kan juga ibu tiri tuan" ucap Ivo yang langsung membuat Rangga menatap Ivo detik itu juga dengan tatapan tajamnya.
" Apa kau bilang barusan?" tanya Rangga dengan menatap ke arah Ivo.
__ADS_1
Ivo langsung mengangkat kepalanya melihat wajah Rangga yang membuatnya terkejut dengan mata tajam Rangga.
Glek
Jantung Ivo mendadak triping melihat tatapan mata Rangga seperti menghunus jantungnya.
Rangga langsung mendekati Ivo. Ivo sendiri memundurkan tubuhnya sampai tubuhnya sudah terbentur kaca mobil, namun Rangga tak menghentikan gerakannya hingga wajah mereka sudah hampir bersentuhan.
" Sekali lagi aku dengar kau menyebut nama wanita iblis itu dN mengatakan dia ibu tiriku, maka gak segan segan aku akan" ucapan Rangga menggantung saat melihat bibir ranum Ivo yang berwarna peach.
" Lupakan" jawab Rangga yang langsung menarik tubuhnya ke tempat duduknya.
Ivo langsung menarik nafas lega begitu Rangga menjauh dari tubuhnya.
" Sepertinya aku akan melaporkan pada pak kapolda kalau kau tidak becus menangani kasus ini, karena sudah beberapa hari kau belum juga mendapatkan bukti untuk menjamin hukuman mereka seumur hidup atau bahkan hukuman mati" ucap Rangga yang langsung membuat Ivo menatap wajahnya secara spontan dan tak lupa mata yang melotot lebar.
" Gak usah melotot gitu matanya, uda mirip seperti mak lampir yang ada di flim gunung merapi di tv tau gak" lanjut Rangga.
__ADS_1
Ivo yang mendengar ucapan Rangga mendadak hatinya sudah begitu panas, telinganya seperti mwngeluarkan asap dan tanduknya sudah seperti tanduk banteng yang siap untuk menyerodok tubuh tegap Rangga.
" Mulut tuan pedas banget ya, uda mirip kayak bon cabe level 10" ucap Ivo dengan wajah kesal kemudian langsung turun dari mobil dengan menutup pintu mobil dengan kencang sehingga membuat Rangga langsung terjangkit karena terkejut.
" Ternyata dia bisa marah juga, malah serem banget lagi" ucap Rangga menyentuh dadanya karena terkejut.
Tok
Tok
Tok
Rangga langsung terkejut saat meja kerjanya di ketuk oleh Bagas karena sedari tadi melihat kakak iparnya yang malah melamun sambil tersenyum tidak jelas.
" Rumah sakit jiwa sepertinya sudah cocok menampung dirimu kakak ipar, karena sadari tadi aku di sini seperti duduk dengan orang gila yang senyum senyum sendiri tanpa menyahut apa yang aku ucapkan" ucap Bagas yang langsung mendapat tatapan horor dari Rangga.
Tbc.
__ADS_1