La Tahzan, Jangan Bersedih

La Tahzan, Jangan Bersedih
#53


__ADS_3

Di gudang, dokter Irma sedang di ikat di sebuah kursi dan di kelilingi api yang sedang menyala mengelilingi tubuh nya.


Bagas menatap dokter Irma tidak percaya, wajah yang lugu tapi perbuatan nya terlalu tercela.


" Berapa yang kau dapat kan dari hasil praktek nakal mu itu?" tanya Raka sambil memegang mintak bensin di tangan nya.


" Maaf kan saya tuan, saya sebenar nya sudah tidak melakukan pekerjaan kotor itu lagi, semenjak kejadian 20 tahun yang lalu, tapi wanita itu datang pada saya siang tadi dan mengancam saya, saya takut masuk penjara tuan, maka nya saya melakukan apa yang di suruh wanita itu" ucap Irma dengan air mata yang sudah mengalir di pipi nya.


" Kenapa rekaman Video itu bisa tersebar hahhhk" bentak Bagas yang sudah habis kesabaran nya.


" Saya tidak tahu tahu tuan, mungkin Diana yang memberi kan pada anak nya, untuk sengaja  mengancam saya" ucap  Irma.


Bagas menatap Boby dan menaynyakan apakan bisa maretas ponsel Diana dan Siska dan menghapus semua Video yang menyangkut kejadian 20 tahun yang lalu.


" Bagaimana Bob, bisa kah kau melakukan tugas mu it?" tanya Bagas.


" Sudah beres bos, tapi seperti nya Diana masih menyimpan nya lagi di suatu tempat, karena Video ini masih ada satu lagi yang beum terhapus, seperti nya dia menyimpan nya bukan hanya di ponsel pintar nya saja" ucap Boby memberi tahu.


" Bisa kah kau lacak di mana wanita iblis itu menyembunyi kan Video nya, aku tidak mau kalau sampai si tua bangka itu mengetahui nya" ucap Bagas.


" Ini lagi saya cari tahu Bos, sekitar 15 menit lagi akan saya dapat kan hasil nya" ucap Boby langsung mengerjakan tugas nya.


Bags kembali menatap Irma yang masih ketakutan, api yang mengelilingi nya sudah sedikit padam, Bagas menatap Raka seperti ingin menyampai kan sesuatu.


Seperti ada kontak batin, Raka langsung tahu apa yang di ingin kan oleh Bos nya ini.


Dengan cepat Bagas langsung menlepon komisaris untuk menangkap Irma yang sudah banyak melakukan aborsi dan membunuh anak kandung dari Budi dan Rindi.


Irma yang tahu maksud dari telpon Raka langsung menggeleng kan kepala nya.

__ADS_1


" Tuan tolong maaf kan saya, saya akui saya bekerja dengan cara yang salah, tapi kalau membunuh bayi laki laki itu saya hanya di suruh tuan" ucap Irma yang sudah memberontak agar bisa terlepas dari kursi yang di ikat kuatoleh anak buah Bagas.


" Setelah kau membunuh begitu banyak bayi dan calon bayi yang tidak berdosa, kau masih berharap menghirup udara segar? itu tidak akan terjadi nona" ucap Bagas yang langsung meninggal kan Irma dan di ikuti Raka yang sudah dikawal oleh anak buah Bagas untuk menunggu komisaris datang.


*****


Di kediaman Kesuma, Reina sedang dudukdi kursi yang ada di balkon kamar nya yang dulu pernah dia tempati saat masih tinggal di kediaman Kesuma.


Reina menatap bintang yang begitu banyak malam itu, diri nya merasa kalau tuhan begitu tidak adil pada nya.


Bagas yang suah sampai ke rumah nya setelah dari gudang langsung menghampiri Rein yang sedng melamun.


" melamun kan apa..hemmm?" tanya Bagas yang sudah berada di samping Reina.


Reina yang mendengar suara Bagas langsung terkejut dan menatap Bagas yang sudah berada di samping nya.


" Kapan kakak pulang? kenapa aku tidak mendengar suara mobil kakak?" tanya Reina.


Reina yang di perlakukan seperti itu langsung menunudkan kepala nya, wajah nya sudah memerah, Bagas pun bisa melihat wajah Reina yang sudah seperti tomat mateng.


" Ada yang mau aku sampai kan pada mu?" ucap Bagas yang langsung membuat Reina mengangkat kepala nya menatap wajah Bagas.


" Apa" tanya Reina.


" Besok malam aku dan Raka harus terbang ke Jepang, ada yang mau akukerja kan di sana, setelah kepulangan ku dari sana, aku langsung segera menikahi mu, agar kamu tidak merasa ketakutan lagi, dan yang pasti nya aku juga tidak mau kehilangan mu" ucap Bagas yang membuat Reina terkejut.


" Berapa lama?" tanya Reina yang masih menatap Bagas.


" Mungkin sekitar satu bulan, bisa lebih atau bisa saja kurang" ucap Bagas yang menatap wajah Reina dengan tatapan begitu dalam.

__ADS_1


Reina langsung berdiri dari tempat duduk nya dan berdiri di samping Balkon sambil memegang pinggiran Balkon.


Dada nya terasa sesak saat tahu kalau diri nya akan di tinggal kan selama itu oleh Bagas.


" Kenapa lama sekali? apa yang kakak kerja kan di sana?" tanya Reina tanpa melihat wajah Bagas.


Bagas yang mengerti kalau Reina bersedih karena kepergian nya, ahkir nya Bagas ikut bangkit dari tempat duduk nya memeluk Reina dari belakang, Reina yang terkejut namun tetap membiar kan tangan Bagas melingkar di perut nya.


" Ada masalah dikantor cabang yang ada di sana, dan harus kakak yang mengerja kan nya, kakak janji akan lebih cepat mengerja kan nya, agar kakak bia cepat pulang dan mempercepat pernikahan kita" ucap Bagas yang langsung membalik kan tubuh Reina ke hadapan nya.


" Apa kamu tidak memberi kan kakak bekal untuk kepergian kakak yang lumayan lama?" tanya Bagas dengan menatap wajah Reina.


" Apa yang harus aku masak untuk bekal kakak besok, biar malam ini aku siap kan?" tanya Reina yang tidak tahu maksud Bagas apa.


Bagas tersenyum mendengar ucapan Reina," benar kamu mau memberi kan kakak bekal?" tanya Bagas.


" Iya kak, kakak mau apa? aya kecap atau ikan asam manis kesukaan kakak?" tanya Reina dengan wajah serius nya.


" Aku mau ini" ucap Bagas yang langsung menarik kepala Reina dan mencium bibir Reina dengan lembut.


Awal nya Reina begitu terkejut, namun Reina membiar kan Bagas mencium bibir nya, Bagas mencium bibir Reina sambil mengelus punggung Reina sehingga membuat tubuh Reina merasa kan sengatan listrik yang belum pernah Reina rasa kan.


Bagas menarik pinggang Reina agar senmakin rapat dengan diri nya, Reina semakin lemas saat Bagas menarik tubuh nya menempel dengan tubuh Bagas, dengan perlahan Bagas mendorong tubuh Reina agar berjalan mundur ke tempat duduk namun Bagas tidak melepas kan ciuman mereka.


Bagas begitu candu dengan bibir Reina yang begitu manis, Reina seperti di mabuk kepayang karena mendapat kan ciuman yang begitu lembut oleh Bagas, entah kenapa saat ini  Bagas ingin lebih dari hanya sekedar ciuman, naun saat Bagas melepas kan ciuman nya dan ingin beralih ke leher jenjang Reina.


Bagas dan Reina di kejut kan dengan deheman suara yang begitu di kenali oleh Bagas dan Reina.


 

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2