La Tahzan, Jangan Bersedih

La Tahzan, Jangan Bersedih
#144


__ADS_3

"Maaf kalau aku menabrak tubuhmu yang kekar itu" ucap polisi wanita yang bernama Ivo di name tag bajunya.


Deg


Lagi-lagi Rangga membeku mendengar suara lembut yang keluar dari mulut Ivo.


Ya Allah kenapa dengan jantung ku ini, batin Rangga menyentuh dadanya.


" Permisi boleh geser sedikit, saya mau lewat" ucap Ivo dan langsung menyadarkan lamunan Rangga.


Dengna cepat Rangga merubah raut wajah nya kembali datar. bukannya minggir, Rangga malah berjalan meninggalkan Ivo yang masih berada di hadapannya.


Ivo sendiri yang melihat kepergian Rangga hanya bisa menggelengkan kepalanya saja.


" Masih ada aja cowok yang wajahnya tegang kayak jemuran kering" monolog Ivo yang juga langsung masuk ke dalam ruangannya.


Di dalam mobil, Rangga masih saja terdiam karena jantungnya masih bergetar cukup kencang.


" Ada apa?" tanya Raka.


" Tidak ada" jawab Rangga dengan suara datarnya.


Raka tersenyum mendengar ucapan Rangga, " Polisi tadi cantik ya? kayaknya aku mau coba dekati deh" ucap Raka yang sukses membuat Rangga langsung menatapnya.


" Ada apa? aku salah bicara ya?" tanya Rangga.

__ADS_1


" Sebaiknya kau fokus dengan menyetir saja, jangan banyak bicara" ucap Rangga yang lagi-lagi membuat Raka tersenyum.


Begitu sampai di rumah, Rangga dan Raka melihat pasangan suami istri sedanh asik menikmati hari mereka dengan melihat telivisi sambil Reina sesekali mengemil dengan bersandar kan kepalanya di dada Bagas.


" Wiiiiuhh, enak banget ya hidup loe, gue capek-capek ngurusi kasus tu iblis, lha loe malah manja-manjaan di sini. hebat banget loe jadi adik ipar" ucap Rangga sambil berkacak pinggang menatap Bagas dengan tajam.


" Gue bos nya, suka-suka gue lha ngatur anak buah gue" sahut Bagas tanpa merasa bersalah.


" Ck, gue bukan anak buah loe asal loe tau" ucap Rangga yang langsung mendudukkan tubuhnya di sofa ruang santai.


" Loe ke sini kan sebagai anak buah gue, nasib baik aja ternyata loe kakaknya dari istri gue, jadi sampai sekarang walau pun loe kakak ipar gue, tetap aja loe masih menjabat anak buah gue" sahut Bagas yang langsung membuat Rangga menatap Bagas dengan kesal.


" Bagaimana? sudah beres semua?" tanya Bagas.


" Sudah bos, semua sudah beres, kita tinggal menunggu sidang saja" jawab Raka yang langsung di jawab anggukan kepala oleh Bagas.


" Ada apa?" tanya Bagas penasaran.


" Selain mengurus masalah tadi, kita juga nemu wanita cantik bos, sang polwan yang senyumnya buat cowok yang di sebelah gua langsung diam tak bergutik" ucap Raka msmberitahu yang langsung membuat Reina yang mendengarnya menatap Rangga yang tidak terima di katakan seperti itu oleh Raka.


" Benarkah? waah ahkirnya kakak ku bisa jatuh hati juga" ucap Reina dengan antusias.


" Apa dia cantik?" tanya Reina lagi.


" Pasti lebih cantik kamu sayang, mana ada yang bisa mengalahkan kecantikan kamu di dunia ini" potong Bagas sambil mengelus tangan Reina dengan lembut.

__ADS_1


" Ck, lebay" ucap Rangga dengan wajah juteknya.


Raka hanya tersenyum tanpa menyahut satu kata pun, sedangkan Reina masih saja penasaran dengan wanita yang di ceritakan oleh Raka.


" Kenapa tidak di jawab? apa wanita itu cantik? sampai-sampai membuat kakakku yang begitu kaku ini bisa langsung meleleh?" tanya Reina semakin penasaran.


" Dia Ca" ucapan Raka terpotong karena Raka melihat Rangga sedang menatapnya begitu tajam setajam silet.


Glek


Tbc.


Author mengucapkan minal aidin wal faizin mohon maaf lahir dan batin untuk semua readers tercinta.


Semoga di bulan suci ini kita kembali fitrah ya readers.


Dan author mohon untuk dukungannya untuk selalu like,komen yang positif dan vote semua novel yang author tulis yaa 🙏🙏


-Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan


-La Tahzan jangan bersedih


-Enemy But Married


Mohon untuk singgah dna dukunh ya readers tercinta.

__ADS_1


Terima kasih banyak.


Love You More.


__ADS_2