
" Sayang" sapa Bagas yang langsung membuat Reina berbalik.
Namun matanya langsung membulat saat melihat Rangga berada di samping suaminya.
" Diam di situ dan jangan mendekat" ucap Reina yang langsung mengentikan langkah kaki Bagas dan Rangga.
Begitu juga dengan Raka dan Meta yang mendengar suara nona bosnya begitu kuat.
" Aiiish apa lagi ini" ucap Meta menunggu kelanjutan nona bosnya berbicara.
" Mas menjauh dari pria mesum itu, Reina tidak mau mas akan tertular mesum dan calon anak kita akan ngikut karena mas dekat dekat dengan dia" ucap Reina yang sukses membuat Raka dan Meta terkejut dan saling pandang.
" Whaaaaat, nona Reina hamil, berarti ini ngidam dong, kenapa jadi kita yang ribet sih, siapa bapaknya siapa yang di ribetin" ucap Meta pelan.
" Aku mendengarnya Meta, jangan bicarakan aku di belakang" ucap Reina yang membuat semua yang ada di sana terkejut mendengar perkataan Reina.
Istriku benar-benar cenayang, bahkan dengan jarak yang lumayan jauh dia bisa mendengar Meta berbicara, aku saja tidak mendengar sama sekali, Batin Bagas menatap istrinya terkejut.
Sepertinya ilmu anak yang ada di dalam kamdungan nona Reina begitu mirip dengan bos Bagas, masih dalam kandungan saja sudah menyebalkan sama seperti bapaknya, Batin Raka menatap Meta yang sudah menutup mulutnya dengan tangannya.
__ADS_1
" Maaf Nona, bukan maksud saya berkata seperti itu" ucap Meta langsung meminta maaf.
Reina tidak menjawab, Ia langsung menatap Rangga yang masih berdiri di tangga terahkir, sedangkan Bagas sang suaminya sudah berada di sampingnya.
" Sayang jangan seperti itu melihat Rangganya, suami kamu jauh lebih tampan dari dia dan sekarang ada di hadapan kamu" ucap Bagas dengan lembut.
" Haiiiis, kamu itu kenapa sih mas, Reina itu menatap Kak Rangga karena Reina masih kesal melihat wajahnya" ucap Reina.
" Lihatlah, bahkan dia masih memakai baju yang sama,itu berarti dia belum mandi wajib untuk membersihkan tubuhnya sehabis bercinta di kantor Ayah tadi" sambung Reina dengan nada kesalnya yang lagi-lagi sukses membuat semua yang ada di sana terkejut mendengar apa yang di katakan Reina.
" Apa aku gak salah dengar, Rangga bercinta dengan wanita, perasaan dia begitu tidak tersentuh dengan wanita mana pun? apa yang di katakan nona Reina benar?" tanya Raka penasaran.
Rangga mengusap wajahnya kasar dan berjalan menghampiri meja makan dimana Reina dan Bagas duduk.
" Kak Rangga jauh-jauh dari Reina" bentak Reina namun tidak membuat Rangga menhentikan langkah kakinya.
" Sayang dengarin dulu penjelasan Rangga, apa yang kamu lihat tidak seeprti yang ada pada pikiran mu sayang" ucap Bagas pelan berusaha agar Reina tidak marah-marah lagi.
" Sebaiknya kau tenangkan dirimu, ibu hamil baik marah-marah, akan berakibat buruk pada janin yang kau kandung kalau tensi mu naik" ucap Rangga yang sudah duduk di hadapan Bagas dan Reina.
__ADS_1
" Benar begitu mas?" tanya Reina sedikit tidak percaya.
" Nanti kita tanya sama dana ya sayang, Mas juga tidak tahu, nanti kita tanyakan pada dana apa yang boleh dan tidak boleh kamu lakukan" jawab Bagas yang langsung di angguki kepala oleh Reina.
Reina menatap Rangga dengan kesal, Rangga hanya menarik nafas perlahan sebelum berbicara pada Reina yang sudah di anggap adiknya itu.
" Apa yang kau lihat tidak seperti itu, dia teman ku dari london, namanya Kirana, dia seorang duta pariwisata dan ingin berkeliling Indonesia karena tuntutan pekerjaan nya, tapi sebelum dia berangkat dia menemui di kantor, karena kami sudah tidak bertemu lama, dia langsung menciumku, kau tahu kan sendiri bukan kalau di luar negeri ciuman seperti itu hal biasa" ucap Rangga menceritakan pada Reina.
" Soal pakaian ku yang terbuka, itu sebelum dia datang emang sudah aku yang buka diluan, karena aku begitu pengap dengan pakaian seperti itu, dan kalau pakaian dia memang dia selalu berpakaian seksi, jadi jangan simpulkan tentang diriku yang tidak tidak nona Reina Bagaskara" sambung Rangga sambil meneguk air putih di hadapannya.
Reina yang mendengar hanya bisa tersenyum kikuk, dia menatap suaminya sambil tersenyum kaku, " Tapi kan gak harus seperti itu, itu sama saja berbuat mesum di kantor Ayah, ciuman kalian itu sama seperti ciuman yang di berikan mas Bagas kalau kami mau berhubungan suami istri tahu gak" ucap Reina tanpa sadar dan membuat Bagas melototkan matanya, Raka dan Meta yang mendengar hanya bisa menggelengkan kepalanya saja, sedangkan Rangga menarik nafas mendengar ucapan Reina.
Kenapa istriku polos sekali ya tuhan,bahkan urusan ranjang di ceritakan di depan umum,batin Bagas menatap wajah istrinya yang sedang menciumi buah kiwi.
Di negara lain, sepasang suami istri sedang duduk dengan seseorang yang sudah begitu lama tidak bertemu, sudah belasan tahu mereka tidak bertemu dan ahkir nya mereka di pertemukan dengan ketidak senagjaan.
" pasti sekarang dia sudah besar dan sangat cantik?" ucap seseorang dengan senyuman yang melekat di bibirnya.
Tbc.
__ADS_1