
Di kediaman pak Budi ayah Reina, Diana semakin murka, karena Reina sampai sekarang belum di temukan, ayah Reina pun sedikit lega karena anak buah Diana tidak menemukan Reina.
" Aku membayar kalian mahal, tapi hanya mencari anak sialan itu saja kalian tidak bisa" bentak Diana pada anak buah nya.
" Maaf bos, tapi kita sudah mencari ke seluruh kota, bahkan pinggiran desa juga sudah kita telusuri, tapi memang nona Reina tidak bisa ketemu kan" ucap anak buah Reina membela diri.
" Tidak mungkin dia bisa menghilang begitu saja, kalian pasti tidak serius nya" bentak Diana kembali.
" Kita berfikir kalau Reina sudah mati bos, bisa jadi dia di makan binatang buas, atau hanyut di sungai bos" ucap salab satu anak buah Diana.
Diana berfikir sejenak, kalai benar Reina mati, maka semua upaya Diana bertahun tahun gagal total.
" Aaaaaaaaaghr keparat, gara gara anak sialan itu rencana ku bisa gagal" teriak Diana.
" Aku tidak mau tahu, kalian dia sampai dapat" suruh Diana dan langsung di angguki kepala oleh anak buah Reina.
sementara di kafe, Bobi memasang stel cool nya, dengan pakaian yang sudah di sediakan oleh Bagas, membuat Bobi benar benar menjadi lelaki tampan dan berkelas.
" Waah tu cowok ganteng banget, seperti nya dia bukan orang sembarangan, parfum nya saja wangi nya lembut banget" ucap teman Siska.
Yaa wanita yang menjadi mangsa Bagas dan Raka adalah Siska, mereka melibat kan Siska karena Siska wanita matre yang tahu nya hanya uang saja.
Siska menoleh ke arah Bobi, senyum di bibir Siska langsung mengembang.
" Ini bagian gue ya, aku pasti bisa mendapat kan lelaki itu" ucap Siska yang di angguki kepala oleh teman teman Siska.
Siska dengan percaya diri nya berjalan ke arah meja Bobi, Bobi yang melirik dari ekor mata nya melihat Siska berjalan ke arah nya hanya terseyum kecil.
Kenak juga ni mangsa, batin Bobi.
" Maaf apa kursi ini kosong, soal nya kursi di sini pada penuh" ucap Siska dengan tampang manis nya.
Bobi melihay Siska sejenak, dia ingat dengan pesan Raka, kalau Bobi harus bersikap cuek, agar Siska tertantang dengan Bobi.
" Tapi saya lihat di sini masih banyak kursi kosong, anda bisa lihat kan" ucap Bobi dengan wajah cool nya.
__ADS_1
Sempurna, pria seperti ini yang aku cari, sudah tampan, terlihat kaya, dan juga dingin, biasa nya lelaki seperti ini sangat kuat dalam segi apa pun, aku menyukai nya dari pandangan pertama, batin Siska.
" Eeemmm....tapi saya tidak ada teman ngobrol, kalau ada kamu kita bisa cerita cerita" ucap Siska memasang wajah imut nya.
Bobi melihat Siska kembali, dia melihat Siska membuat wajah se imut mungkin, tapi di mata Bobi itu semua menjijik kan.
" Yasudah silah kan" ucap Bobi mengalah.
Siska dengan semangat langsung duduk di depan Bobi, Bobi tidak memperduli kan Siska, dia hanya sibuk memain kan HP nya saja.
" Kenal kan..aku Siska" ucap Siska memperkenal kan diri nya.
" Bobi" ucap Bobi sedikit acuh.
" Bobi...?" tanya Siska yang seperti familiar.
" Bobi nugraha" ucap Bobi mengenal kan diri nya dengan lengkap.
Mata Siska langsung melotot sempurna, dia pernah dengar dengan pengusaha yang bernama Bobi Nugraha, tapi sampai sekarang pengusaha itu tidak mau di publik, jadi tidak ada yang tahu wajah pengusaha itu.
Ya Tuhan....mimpi apa aku semalam, bisa duduk satu meja dengan Bobi Nugraha, pengusaha properti, aku harus bisa mendapat kan diri nya, dan ibu pasti sangat senang kalau aki bisa dekat dengan Bobi, batin Siska.
" Ada apa?" tanya Bobi saat melihat Siska terus menatap nya begitu dalam.
" Aaaah...tidak tidak...aku hanya merasa mimpi saja bisa bertemu dengan pengusaha seperti kamu" ucap Siska memasang wajah kagum.
Bobi hanya tersenyum saja, dia ingin pergi tapi di tahan oleh Siska.
" Mau kemana?" tanya Siska memegang tangan Bobi.
" Saya mau pulang, karena pekerjaan saya sudaj selesai, ada apa?" Bobi memberi tahu kemudian balik tanya.
" Pulang ya, eemmmm...boleh aku numpang? soal nya mobil ku lagi di bengkel" ucap Siska yang memasang wajah imut nya.
" Baik lah" ucap Bobi langasung berjalan keluar kafe.
__ADS_1
Kenak kau wanita ular, batin Bobi dengan senyuman sinis nya.
Lain dengan Siska, yang begitu bahagia bisa pulang dengan Bobi sang pengusaha terkenal, walau pum bukan nomor satu, tapi bagi Siska ini sudah cukup kaya.
Di kediaman Kesuma, mobil mewah Bagas masuk ke dalam pekarangan rumah besar Kesuma, Bagas langsung keluar dari mobil, tapi saat hendak masuk, dia mendengar seorang bernyanyi begitu merdu.
Mata Bagas berkeliling mencari siapa yang bernyanyi, tapi tiba tiba mata Bagas berhenti di satu titik di taman belakang yang masih bisa terlihat dari parkiran mobil di samping.
Bagas pun langsung masuk ke dalam rumah, tapi tujuan nya ke taman belakang, bukan ke kamar nya atau pun ruang kerja nya.
Bagas melihat Reina sedang menyiram tanaman yang tadi baru selesai di tanam nya sambil bersenandung.
Bagas mendekati Reina, dan saat sudah dekat, Bagas langsung bersuara yang berhasil mengaget kan Reina.
" Suara mu itu jelek, jadi jangan bernyanyi kuat kuat" ucap Bagas dengan menatap Reina dengan mata elang nya.
Reina pun langsung berbalik, sontal selang yang di pegang nya langsung mengarah ke Bagas, otomatis air nya langsung muncrat ke arah Bagas.
Bukan nya mengalih kan selang nya ke tanaman, Reina malah terdiam dengan selang yang masih di arah kan ke Bagas.
Alhasil Bagas basah kuyub, para pelayam yang melihat kejadian itu sontak merasa tegang, takut Bagas marah, Raka yang mendengar keributan dari arah dapur yang di sebeb kan oleh mulut para pelayan pun langsung berjalan ke arah dapur.
" Ada apa ini?" tanya Raka.
" Eeh..itu tuan, nona Reina menyiram tuan muda Bagas sampai basah kuyup" ucap Salah satu pelayan memberi tahu pada Raka.
Raka yang melihat Bagas basah kuyup pun langsunv melotot kan mata nya.
Aduuh nona Reina, apa yang kamu lakukan, bisa bisa beruang kutup itu ngamuk parah, batin Raka masih berdiri mematung dengan para pelayan.
Reina tersadar, dia melihat tatapan mata Bagas yang begitu menyeram kan bagi nya.
" Ma..aa..af tu..uu..an" ucap Reina terbata bata karena ketakutan.
Tbc.
__ADS_1