
Mobil melaju dengan perlahan mengelilingi jalanan dan mencari toko buah untuk mencari pesanan yang di ingin nona bos mereka, Raka dan Meta sudah hampir tiga jam mencari buah pepaya mengkal keinginan Reina.
" Ka mending kita cari makan dulu deh, jujur gue lapar banget" ucap Meta namun tak di tanggapi Raka sama sekali.
Raka masih fokus menyetir dan berhenti di setiap pedagang yang berjualan buah, sudah 7 swalayan dan 10 pedagang buah pinggir jalan yang didatangi Raka dan Meta namun tak satu pun ada yang menjual buah pepaya mengkal.
" Raka mending kita makan dulu yok, emang Lo gak lapar" ucap Meta dengan nada sedikit keras.
Dengan cepat Raka mengerem mobilnya dan menatap Meta, " Kalau Lo mau makan ya makan saja, gue harus cepat mencari pesanan nona Reina, kalau tidak tuan Bagas akan mengamuk" ucap Raka dengan nwajah dinginnya.
" Lo si enak uda makan, gue belum, Lo kan tahu tadi gue juga keliling cari lontong sayur buat Nona Reina, ayo lah Ka, bentar saja, enar kalau asam lambung gue kumat Lo mau tanggup jawab" ucap Meta.
Raka menghembuskan nafasnya dengan kasar, dan ahkirnya Raka menghembus kan nafas nya dengan kasar dan mau tak mau menuruti keinginan Meta.
" Yasudah mau makan dimana?" tanya Raka.
" Di dekat dekat sini aja" sahut Meta sambil melihat sekeliling mana tahu ada rumah makan pinggir jalan.
" Yauda kamu makan bakso itu aja, entar keburu pingsan buat repot orang aja" ucap Raka yang langsung membuat Meta sebal.
Setelah memesan satu mangkok komplit bakso, Meta langsung melahapnya dengan cepat agar tak membuang buang waktu.
Raka masih sibuk memainkan ponselnya sambil menelpon anak buahnya untuk membantu mencarikan pepaya mengkal untuk nona bos mereka.
Sang pedagang bakso yang mendengar Raka menelpon langsung menghampiri Raka dan meta dimana duduk.
__ADS_1
" Maaf Den, tadi saya gak sengaja dengar, kalau Aden saat ini sedang mencari pepaya mengkal buat di bikin asinan ya" tanya sang pedagang bakso.
" Iya pak benar, saya sudah cari kemana mana, tapi belum ketemu" ujar Raka.
" Di rumah saya banyak Den, kalau Aden mau ambil saja, karna kebetulan di sana banyak pohon pepaya milik keluarga saya" ucap sang pedagang Bakso menawarkan.
Meta dan Raka langsung saling pandang, kebetulan banget pikir mereka berdua.
"Kebun bapak dimana ya? boleh antar saya kesana?" tanya Raka yang di angguki kepala oleh Meta tanda setuju.
" Itu Den, dekat kok dari sini" tunjuk pedagang bakso menujuk ke arah belakang gerobaknya dan terdapat sebuah rumah kecil dan di belakangnya terdapat begitu banyak pohon buah pepeya yang buahnya masih mengkal bahkan masih belum mateng.
Raka dan Meta langsung melototkan matanya terkejut ternyata buah pepayanya sungguh banyak, " cepat habis kan bakso mu" ucap Raka yang langsung di jawab anggukan kepala oleh Meta.
Setelah selesai makan bakso, Meta dan Raka langsung berjalan ke arah kebun pepaya di temani sang pedagang bakso.
" Kita beli lah, jaman sekarang mana ada gratis, atau kamu mau di tukar sama buah pepaya ini buat di jadikan daging bakso" ucap Raka menakuti Meta.
" Busyet sadis amat Lo, entar Lo kangen sama Gue kalau gue uda jadi daging bakso" sahut Meta senagaja mengusili Raka yang membuat Raka mendengus kesla mendengar ucapan Meta, sedang kan Meta hanya bisa terkekeh lucu.
Setelah mengambil 3 buah pepeya mengkal, dan membayar pada pedagang bakso, walau pun sempat di tolak sama oleh pemilik bakso, tapi dengan di paksa Meta dan Raka ahkirnya drama tolak menolak uang kelar juga.
Dan saat ini Raka dan Meta sudah menuju pulang untuk segera membuat asinan peyaya pesanan Reina.
Di kediaman Kesuma, entah kenapa Reina mondar mandir di kamar mandi, dia merasa dirinya juga aneh ahkir-ahkir ini.
__ADS_1
" Aku coba gak ya, tapi sumpah aku deg-degan banget, iya kalau benar" ucap Reina berbicara pada dirnya sendiri.
Reina membolak balikkan tespack yang ada di tangannya, " Tapi di sini katanya harus pipis di pagi hari, ahk coba aja deh kalau negatif besok di coba lagi" ucap Reina dengan semangat.
Reina langsung menampung ai pipisnya dan mencoba meletakkan nya di tespack yang sudah di bukanya, dengan dada yang bergemuruh Reina menutup matanya karena takut, namun beberapa saat Reina membuka matanya dan terkejut melihat hasil taspack yang ada di genggaman tangannya.
" OMG" ucap Reina sambil menutup mulutnya.
Dengan perlahan Reina keluar dari kamar mandi, di lihatnya tidak ada suaminya di dalam sana, Reina melangkah ke ruang kerja suaminya yang terhubung dengan kamar mereka, di lihatnya Bagas yang sedang berkutut dengan laptop, dan Reina senagaja membuka sedikit pintu ruangan kerja yang terhubung langsung dengan kamar mereka.
Dan Reina dengan perlahan langsung naik ke atas tempat tidur, Reina merubah wajahnya menjadi kesal, di tatapnya ke arah ruangan kerja suaminya, dengan meraba dadanya karena begitu deg-degan.
Reina langsung merapikan rambutnya yang tergerai, di tutupnya kakinya dengan selimut.
" Iiihhhhhhhhhh, Ya elaaaaah" teriak Reina sengaja agar di dengar Bagas.
Dan benar saja, Bagas langsung kalang kabut menemui Reina yang ada di kamar mereka.
" Kenapa sayang, kenapa?" tanya Bagas dengan wajah khawatir sambil berjalan ke arah tempat tidur dimana Reina berada.
" Ini Mas, tadi Reina mau pesan makan di aplikasi, tapi yang datang malah ini" ucap Reina menujukkan kotak pizza yang sudah kosong pada Bagas.
"Emang kamu mau pesan apa sayang?" tanya Bagas yang sudah menerima kotak yang di berilan oleh Reina dan membukanya.
Deg
__ADS_1
Tbc.