La Tahzan, Jangan Bersedih

La Tahzan, Jangan Bersedih
#46


__ADS_3

" Bob segera suruh pergi anggota kita, karena mereka pasti akan segera datang ke markas ini,kamu juga cepat lah pergi dari sini" ucap Raka saat Boby menjawab ucapan nya dengan mengangguk kan kepala nya.


Raka berlari menyusul bos nya, Boby dengan cepat menutup pintu yang terbuat dari batu dan menutup nya kembali dengan sebuah batu besar.


Pintu Rahasia itu hanya orang orang terpercaya keluarga Kesuma saja yang mengetahui nya, setelah selesai dengan cepat Boby meninggal kan pintu itu, dan tak lama para musuh sudah tiba sudah berada di markas bertepatan Boby sudah bersembunyi di balik sebuh pohon bersama anggota.


Boby mengintip dari sela ranting untuk melihat para musuh yang berkeliling di markas Kesuma.


" mereka pasti ada di dalam?" ucap salah satu musuh.


Dengan cekatan mereka melempar bos yang sudah di rakit dan melempar nya ke arah Markas, Boby dan anggota nya yang tahu para musuh melempar bom langsung tiarap agar mereka tidak terkena percikan bom saat meledak.


Duaaaaaaaaaaar


Bunyi Bom yang di lempar para musuh sudah meledak dan meluluh lantak kan marksa keluarga Kesuma.


Reina yang berlari langsung terkejut dan membalik kan tubuh nya melihat rumah yang sempat ia lihat tadi sudah hancur.


Bagas yang ikut melihat pun hanya bisa menatap dengan tetepan amarah karena sudah berani merusak markas keluarga nya.


" Segera cari tahu siapa dalang dari suami ini Ka" ucap Bagas kemudian langsung menarik tangan Reina menuju tepi jalan yang ada di ujung jalan markas mereka, Raka langsung menghubungi anggota nya dan menyuruh siapa dalang di balik itu semua.


Boby yang masih dikawasan markas langsung berjalan pelan saat melihat para musuh masih berkeliaran di sana mencari sesuatu.


Saat di lihat nya situasi aman, Boby langsung membekap mulut salah satu para musuh saat dia sedang bertelpon, anak buah Boby langsung mengambil ponsel musuh yang di bekap oleh Boby.


" Ayo kita ke gudang sekarang, agar kita tahu siapa dalang di balik ini semua" ucap Boby dan langsung membawa musuh yang sudah pingsan akibat di bius Boby/


Papa Andre yang mengetahui kalau Boby berhasil menangkap salah satu musuh langsung bergerak ke gudang, Bagas dan Raka juga langsung bergerak ke gudang, tadi nya Bagas ingin mengantar Reina terlebih dahulu ke rumah besar, namun saat baru separuh perjalanan mobil yang di naiki Bagas, Reina dan Raka lagi lagi di ikuti oleh musuh.


" Sial kita di ikuti lagi" ucap Bagas saat melihat mobil kembali ke mengikuti mereka.

__ADS_1


" Kakak siapa mereka?, kenapa mereka selalu mengikuti kita? apa ini ada hubungan nya dengan ibu Diana?" tanya Reina yang ikut melihat ke belakang.


" Kakak juga belum tahu siapa dalang di balik ini semua Rein, nanti kita akan ketahui saat kita sudah tiba di gudang" sahut Bagas.


Raka langsung memasang alat sambungan telpon ke telinga nya, mana tahu ada kabar penting, jadi Raka bisa cepat bertindak.


" Ka sebaik nya kita putar haluan, kita gak mungkin pulang antar Reina dalam kondisi seperti ini, lebih baik kita bawa Reina ke gudang" ucap Bagas langsung/


" Apa tidak bahaya kalau nona kita bawa Bos, takut nya di sana akan terjadi baku hantam mengingat salah satu dari mereka sudah berhasil kita tangkap" sahut Raka.


Bagas berfikir sejenak sambil menatap Reina, Reina yang di tatap langsung menggenggam tangan Bagas karena takut.


" Tidak apa apa, nanti Reina bisar dalam pengawasan ku" ucap Bagas dan langsung di angguki kepala oleh Raka.


Mobil melaju begitu kencang, mobil yang di kendarai Raka sudah masuk ke dalam gedung tua yang sudah di ubah menjadi sebuah gudang tempat keluarga Kesuma menguliti musuh yang bermain main dengan keluarga nya.


Sebelum turun dari mobil Bagas memberi kan arahan pada Reina agar Reina selalu berada di samping nya.


Tak lama mobil mereka sampai, mobil papa Andre juga sampai.


" Gas" panggil Papa Andre.


Bagas dan lain nya langsung menoleh saat mendengar papa nya memanggil.


" Gas kenapa kamu bawa Reina kesini,di sini bahaya Gas" ucap papa Andre saat melihat Reina.


" Tidak ada pilihan lain Pa, Reina lebih bahaya kalau berda di rumah" ucap Bagas.


" Tapi di rumah ada mama dan para bodyguard Gas, malah di sini yang membahaya kan Reina" ucap Papa Bagas.


" Insya Allah Reina aman Pa" ucap Bagas sambil menatap Reina.

__ADS_1


Papa Andre pun langsung mengangguk kan kepala nya, setelah itu mereka masuk ke dalam, di dalam Bagas langsung emosi melihat anak buah nya yang sudah mencambuki musuh yang sudah babak belur.


" Kata kan siapa yang menyuruh mu?" ucap papa Andre dengan wajah yang begitu sangar.


" Sampai kapan pun aku tak akan kasih tahu siapa yang sudah menyuruh ku" ucap si musuh dengan tubuh penuh luka.


" Jadi kau tidak mau mengaku, baik lah, aku akan menyiksa mu sampai kau minta untuk mengahkiri hidup mu sendiri" ucap papa Andre dengan begitu kejam.


Reina yang melihat sisi papa Andre berbeda dari hari hari nya begitu terkejut, dia melihat Bagas, Raka dan Boby sedang menyadap ponsel yang mereka ambil dari musuh yang berhasil mereka tangkap.


Namun Boby tidak bisa mendekteksi nya karena semua data yang ada di ponsel tersebut sudah hilang dengan seketika.


" Data di ponsel ini sudah hilang semua bos" ucap Bagas yang masih aktif memain kan tangan nya di laptop untuk mencari data mana tahu masih ada yang bisa di baca.


" Kenapa bia begitu, apa yang terjadi? kenapa kamu tidak bisa melacak nya?" tanya Bagas.


" data di ponsel nya semua sudah di dalete bos, seperti nya mereka juga orang pintar, karena dengan cepat menghapus semua data yang ada di ponsel ini agar kita tidak bisa melacak siapa dalang dari semua ini" ucap Boby yang langsung membuat Bagas geram.


" Bangsaaaaat, gak akan aku biar kan kalian hidup tenang" ucap Bagas berteriak karena emosiyang sudah memuncak.


Reina sendiri terkejut mendengar teriakan Bagas, papa Andre yang tidak dapat siapa dalang dari yang mencoba mengikuti anak dan calon menantu nya semakin murka.


Sedang kan Raka sibuk menghubungi orang suruhan nya yang lain akan bekerja sama untuk mencari tahu siapa dalang dari semua ini, agar semua masalah cepat diketahui.


 


Tbc.


 


 

__ADS_1


__ADS_2