
Bagas langsung menelpon Rangga melalui Video call nya, karena Bagas bolak balik menghubungi Reina tapi tidak kunjung di angkat.
" Ada apa?" tanya Rangga saat sudah mengangkat telpon dari Bagas.
" Mana wnita ku? aku mau bicara pada nya?" ucap Bagas langsung.
Rangga melihat Reina yang sedang lari ruang pelatihan karena sedang di hukum oleh Rangga akibat tidak bisa melakukan apa yang di perintah Rangga.
" Dia sedang ku hukum?" jawab Rangga dengan suara datar nya.
Bagas yang mendengar nya pun langsung menegak kan tubuh nya karena mendengar ucapan Rangga.
" Hai Rangga, apa yang kau lakukan pada Reina? kau itu aku suruh untuk melatih nya, bukan untuk menghukum nya , apa lagi sampai menyiksa nya" ucap Bagas dengan tatapan tajam nya.
Rangga tidak takut sama sekali dengan ucapan dan wajag Bagas, dia hanya menatap Bagas kemudian beralih menatap Reina yang masih berlari mengelilingi ruang pelatihan.
" Bukan kah kau sendiri yang menyuruh ku untuk melatih Reina? jadi terserah ku mau apa kan Reina? yang jelas ketika kau balik, dia sudah seperti yang kau ingin kan" sahut Rangga dengan wajah sdingin nya.
" Iya tadi tidak menghukum nya juga, hanya aku yang boleh melakukan itu pada nya?" ucap Bagas lagi.
" kalau begitu kenapa bukan kau saja yang melatih wanita mu itu?" ucap Rangga yang langsung memati kan sambungan telpon nya.
Bagas yang melihat sambungan telpon nya di matikan Rangga langsung mengumpati Rasa dengan wajah emosi nya.
" Ahhhhkkk...Kalau saja aku gak harus berada di sini, aku yang akan melatih Reina, tanpa harus menyuruh mu Rangga" ucap Bags dengan keasl.
Rangga sendiri yang sudah mematikan sambungan telpon nya kembali melihat Reina yang sudah ngos ngosan karena berlari 10 keliling ruang pelatihan.
" Kau capek?" tanya Rangga sambil menyerah kan air mineral pada Reina.
Reina tidak menjawab pertanyan Rangga, namun mengambil air pemberian Rangga dan meneguk nya hingga tandas.
" Waktu berlatih sudah selesai, ingat kata kata ku, kalau mau mengusai ilmu bela diri harus berlatih dengan sungguh sungguh, aku tidak suka melatih wanita lemah" ucap Rangga langsung pergi meninggal kan Reina yang diam mematung karena masih merasa kan capek akibat berlari.
__ADS_1
*****
Siska yang baru kembali dari rumah akit di jemput oleh Diana diam saja sambil menatap keluar jendela mobil.
" Apa yang akan kau lakukan setelah ini?" tanya Diana pada anak nya.
" Aku akan tetap mengeluar kan bayi idalam perut ku dulu, setelah itu aku akan membalas kan dendam ku pada orang orang yang telah membuat aku seperti ini" ucap Siska tanpa melihat Diana.
" Biar kan bayi itu lahir" ucap Diana membuat Siska melihat ke arah Diana tidak percaya.
" Apa yang ibu kata kan? bahkan aku saja tidak mau melihat wajah nya?" ucap Siska yang aneh melihat ibu nya.
KIta tidak bisa membunuh nya Sis, wanita itu tidak bisa membantu kita lagi, dia sudah masuk penjara, dan kau tahu kita tidak bisa mengancam nya lagi karena semua rekaman yang kita simpan tentang wanita itu sudah hilang, ada yang menyabotase ponsel mu dan ibu, begitu juga dengan laptop ibu" ucap Diana membuat Siska terkejut.
" Aku gak mau tahu, ibu harus usaha kan agar bayi ini tidak lahir ke dunia ini, aku benci bayi ini bu" ucap Siska penuh dengan emosi.
Diana diam saja, tapi dia juga tidak tega dengan anak nya, hasil buah cinta nya dengan Muklis.
Namun sudah bola balik Diana menghubungi Muklis, nomor Muklis tidak tersambung sama sakali.
" Kemana lagi dia? kenapa nomor nya tidak bisa di hubungi" ucap Diana memegang kening nya yang terasa pusing.
Diana duduk di sofa ruang tamu apertemen nya, sesaat dia terfikir dengan Broto, orang yang sudah berhasil membunuh Budi.
" Apa aku harus meminta tolong bantuan nya untuk menggugur kan bayi yang ada di kandungan Siska? dia begitu banyak relasi dan kenalan diokter bukan?" ucap Diana dan langsung menghubungi Broto.
*****
Di Jerman di sebuah apertemen mewah, Muklis menarik nafas nya karena sudah lelah akibat pernyatuan nya dengan Rosa.
" Kau memang slalau bisa memuas kan ku Baby" ucap Muklis sambil meremas gunung kembar Rosa yang masih menghadap diri nya.
" Kau pun sama, aku selalu melayang dengan setiap sentuhan mu" ucap Rosa langsung menarik kepala Muklis mengarah kan ke gunung kembar Rosa agar Muklis melahap nya seperti bayi yang sedang menyusu.
__ADS_1
Dengan senang hati Muklis melakukan itu, Muklis seperti bayi yang kelapan menyedot salah satu gunung kembar itu, tangan nya yang satu mengelus gunung kembar yang satu nya ambil memain kan ujung nya dengan memutar mutar nya, dan itu membuat Rosa menikmati apa yang di lakukan Muklis.
Dan ahkir nya mereka melakukan nya kembali entah sudah yang keberapa kali, Setelah penyatuan yang terahkir, Rosa sudah tertidur karena kelelehan, Muklis memandangi wajah cantik Rosa yang sudah kelelahan.
" Aku bukan hanya mendapat kan kehangatan dari tubuh mu, tapi aku juga mendapat banyak keuntungan dari mu Rosa, kau memang wanita yang bisa di andal kan" ucap Muklis dan memiring kan tubuh Rosa menyamping, dan kembali Muklis menyedot gunung kembar Rosa dengan pelan seperti bayi, karena Muklis sudah mengantuk dan lelah, ahkir nya ia tertidur dengan mulut masih berada di gunung kembar rosa seperti bayi yang tertidur karena kekenyangan.
*****
Reina saat ini makan malam dengan mama Ridha dan papa Andre, mama Ridha dapat melihat ada kesedihan di wajah Reina , calon menantu kesayangan nya.
" Sayang ada apa dengan mu? kenapa kamu seperti sedang bersedih?" tanya mama ridha.
" Rein rindu kak Bagas ma, sampai sekarang kak Bagas gak ada hubungi Reina?" ucap Reina.
" Bukan kah tadi Bagas menghubungi kamu, namun tidak kamu angkat, dan Bagas malah menelpon mama, karena mama bilang kamu sedang berlatih, jadi Bagas menghubungi Rangga untuk berbicara pada kamu sayang" ucap mama Ridha memberi tahu.
Reina yang mendengar ucapan mama Ridha langsung melihat ponsel nya, dan benar saja, ada llima paggilan tak terjawab dari panggilan dengan bernomor luar negeri.
Reina pun langsung mengingat Rangga yang tidak mengatakan apa apa pada nya saat Bagas menlepon melalui ponsel nya.
Manusia itu, bisa pula dia tidak memberi kan panggilan itu pada ku saat kak Bagas menghubungi nya, awas saja kau besok, aku akan memakan mu hidup hidup, batin Reina sambil menggenggam sendok yang di pegang nya dengan kuat.
Mama Ridha dan papa Andre yang melihat ada kemarahan di wajah Reina hanya saling pandang saja.
Sedang kan Rangga yang mendapat kan umpatan dari Reina langsung bersin seketika.
Hatciiii
" Siapa yang berani mengupat ku dari belakang ini" ucap Rangga sambil menyapu hidung nya.
Tbc.
__ADS_1