La Tahzan, Jangan Bersedih

La Tahzan, Jangan Bersedih
#136


__ADS_3

"Maaf kan Ibu nak, karna Ibu kau harus menerima semua nya sendiri, karena keegoisan ibu, kamu yang menerima siksaan itu, dan karna ibu juga kamu menjadi tempat pelampiasan kemarahan Muklis dan Diana" ucap ibu Fitria yang sudah berlinang air mata.


"Padahal kalau ibu tidak memaksa kehendak ibu di malam itu, kamu masih bisa berjuang bersama dengan saudara mu" lanjut ibu Fitria.


Deg


Semua jantung yang ada di sana langsung berdetak kencang saat mendengar lanjutan ucapan percakapan Ibu Fitria.


" Bu apa maksud dari yang ibu katakan itu? apa benar kecurigaan ku selama ini kalau Reina adalah adikku?" tebak Rangga.


Deg


Lagi-lagi Reina terkejut dan dadanya semakin sesak akibat mendengar semua ucapan yang keluar dari mulut ibu Fitria dan juga Rangga.


Begitu juga dengan Bagas, Ia langsung menggenggam tangan Reina dengan erat saat Rangga benebak kalau istrinya adalah adik kandungnya.


" Fit tolong ceritakan lebih jelas lagi, apa yang masih kau sembunyikan dari kami semua" ucap mama Ridha yang sudah begitu penasaran.


Ibu Fitria kembali melihat Reina sejenak sebelum menceritakan kejadian puluhan tahun yang lalu.


" Malam itu ibu Reina memang benar melahirkan bayi kembar, tapi karena aku dan Ayah Reina mengetahui apa yang akan di lakukan Muklis untuk calon pewaris kekayaan kedua orang tua Reina, ahkirnya, aku dan Ayah Reina merencenakan untuk mengatakan kalau calon pewaris sah dari harta kedua orang tua Reina sudah meninggal, tapi nyata nya itu hanya lha kebohongan, begitu anak pertama lahir dan berjenis laki-laki, aku langsung melarikan bayi itu keluar dari rumah sakit dengan menyamar sebagai seorang perawat, aku bersembunyi di sebuah ruang mayat agar tidak ada yang curiga saat itu, dan secara kebetulan, saat itu seorang warga menemukan bayi laki-laki yang baru lahir di pekarangan rumah sakit karena di buang oleh orang tuanya, namun bayi itu tidak tertolong, dan itu kami buat untuk mengelabui Muklis agar percaya kalau pewaris dari kekayaan kedua orang tua Reina sudah tiada, dan itu juga kami beritahu oleh ibu nya Reina, dan dia juga setuju, saat Muklis dan para penjaga nya sudah mengetahui kalau bayi laki-laki itu sudah tiada, dan kami sendiri yang mengubur kan nya saat itu, Muklis tidak lagi menganggu kedua orang tua Reina, namun Diana tidak terima karena ayah Reina masih bia bersama dengan ibunya, dan di situ lah trgadedi kedua terjadi,namun saat itu saudara kembar Reina sudah aman dan dia tinggal bersama ku selama bertahun tahun sampai dia sudah sebesar dan setampan ini" ucap ibu Fitria menceritakan yang sebenarnya terjadi.


Semua yang ada di sana langsung tertuju pada Rangga, termasuk dengan Reina. Reina menatap Rangga dengan tatapan tak percaya, apakah benar lelaki yang selama ini sudah melindunginya adalah kakak kandung nya, saudara kembar nya. Kepala Reina mendadak pusing karena begitu banyak misteri yang ada pada kehidupannya selama ini.


" Jadi benar kecurigaan ku, kalau Rangga adalah kakak kandung Reina, saudara kembar istriku yang masih hidup sesuai dengan surat yang aku baca di kamar ibu" tanya Bagas yang sudah ingin tahu kebenarannya.

__ADS_1


Ibu Fitria dengan cepat menganggukan kepalanya dengan cepat, Rangga yang melihat itu langsung menutup matanya dengandada yang begitu sesak di rasanya, sedang kan Reina hanya bisa menangis tanpa bersuara sambil menutup mulutnya karena masih tidak percaya.


" Maaf kan ibu karena sudah merahasia kan ini semua, itu lah kenapa ibu memberitahu pada papa dan mama kamu Bagas, kalau Rangga saja yang melanjutkan perusaahan milik kedua orang tua Reina, karena memang Rangga juga berhak atas itu, bahkan surat kuasa dari pengacara yang masih tersimpan dengan aman kalau Rangga lah calon pewaris dari perusahaan itu, walau pun Reina juga terlibat dalam perusahaan peninggalan milik keluarga Rangga dan Reina" ucap ibu Fitria melanjutkan ucapan nya.


" Kenapa kau rahasia kan ini dari kami Fir? apa kau tidak percaya dengan kami? termasuk Budi ayah Reina, apa mereka tidak percaya pada kami?" tanya papa Andre.


" Bukan tidak percaya, hanya saja mereka ingin tidak ada yang mengetahui tentang kehadiran Rangga yang masih sebenarnya masih hidup" jawab Ibu Fitria.


" Itu sebab nya aku memberikan nama dia adalah Rangga, pemuda pemberani yang suatu saat aku yakin kalau dia lah yang akan melindungi adiknya dari orang orang yang akan mencelakai nya, dan itu semua sudah terwujud bukan" lanjut ibu Fitria.


Reina masih tidak percaya, dadanya terasa sesak, bahan untuk menelan salivanya pun Reina tidak mampu, begitu juga dengan Rangga, ia hanya mampu menatap adik yang sudah bertahun tahun terpisah darinya, hanya karena keserkahan orang orang yang mau mengambil harta keluarga nya yang bukan haknya sama sekali.


Reina bangkit dari duduknya, langkahnya perlahan berjalan ke arah dimana Rangga duduk, begitu juga dengan Rangga, ia langsung bangkit saat melihat Reina berjalan ke arahnya, kedua nya saling pandang sejenak, air mata sudah begitu deras mengalir di pipi mulus Reina.


" Kakak" ucap Reina dengan suara yang tercekat.


" Jangan nangis, kaka di sini, kita sudah bersatu, dan kita akan membalas orang orang yang sudah memisah kan kita selama ini, kakak akan selalu melindungi kamu dek" ucap Rangga memeluk Reina begitu erat dan sesekali mencium kening Reina dengan lembut.


Semua yanga da di sana terharu dan menetes kan air matanya, tapi tidak dengan Bagas. Dirinya memang senang karena Reina masih punya keluarga, tapi bagas tidak suka melihat Rangga memeluk istri nya dan mencium awajah Reina tepat di hadapannya.


Dengan segera Bagas berjalan ke arah Reina dan Rangga, dan dalam waktu sekejab Bagas menarik tangan Reina dan di bawanya kedalam pelukannya.


" Sayang jangan buat mas cemburu, walau pun dia kakak kandung mu, tapi kamu lebih berhak atas diriku" ucap Bagas yang langsung mendapat pukulan di bahu nya oleh Rangga.


" Kau tidak bisa melarang ku untuk memeluk dan mencium adik ku sediri, justru aku yang akan melarang ku kalau kau menyakiti adik ku dan aku akan mengambil nya dari mu saat itu juga dan memabwa nya pergi sampai kau tak bisa menemukannya" sahut Rangga dengan wajah tak suka melihat ke arah Bagas.

__ADS_1


Semua yang ada di sana yang tadinya terharu kini malah tertawa melihat tingkah Bagas dan Rangga yang saling memperebutkan Reina.


Sedang kan Reina sendiri hanya diam dan menjauh dari keduanya dan berdiri tepat di samping Raka, yang membuat kedua lelaki tersebut terheran melihat tingkah Reina.


" Sayang kenapa kamu malah berdir di samping Raka?" tanya Bagas.


" Kalau kalian masih saja bertingkah seperti anak kecil, lebih baik aku bersama Raka saja, dia juga masih single, dan tak kalah tampan dari kalian" ucap Reina yang tanpa sadar membuat Raka seperti ingin terjatuh ke dasar jurang yang begitu dalam.


Glek


Raka menelan salivanya dengan susah payah karena langsung mendapat tatapan tajam dari Bagas dan juga Rangga.


Tbc.


Nah sudah terjawab kan rasa penasaran readers semua.


hehehe


Kalau begitu terus dukung karya author dong, dengan Like,Komen dan Vote ya.


Kasih hadiah yang banyak juga, dan yang tak tertinggal segera masuk ke dafar favorit ya,biar kalau Authir Up readers bisa tahu.


Terima kasih.


Love You More.

__ADS_1


__ADS_2