La Tahzan, Jangan Bersedih

La Tahzan, Jangan Bersedih
#26


__ADS_3

"Kakak tau....saat ibu masih ada, ibu selalu berkata ke Reina kalau Reina harus tetap menjaga ayah nanti nya, apa pun yang terjadi, tapi sekarang Reina malah pergi ninggalin ayah" ucap Reina yang semakin terisak.


Bagas yang hati nya sakit melihat Reina sudah semakin terisak pun langsung memeluk Reina.


Reina menangis di dada bidang Bagas dan membuat kaus Bagas basah terkenak air mata Reina.


" Sudah lah Rein, ibu kamu juga pasti sama seperti ayah mu, kalau saya ia masih hidup, pasti ibu mu akan menyuruh pergi dari rumah neraka mu itu" ucap Bagas sambil mengusap lembut punggung Reina.


" Apa kamu ingin bertemu dengan ayah mu?" tanya Bagas yang langsung membuat Reina mendongakan kepala nya melihat ke arah wajah Bagas.


" Apa kakak kenal dengan ayah ku?" tanya Reina malah kembali bertanya.


Bagas malah tersenyum sambil menyelip kan rambut Reina ke balik telinga.


" Apa yang tidak aku ketahui tentang kamu dan keluarga mu, semua nya aku tahu Rein" ucap Bagas dan tapi malah mendapat tatapan tajam dari Reina.


" Berarti kakak selama ini sudah memata matai Rein dan keluarga Rein ya?" ucap Reina yang malah mendapat kekehan dari Bagas.


" Saat aku bertemu kamu pingsan di pinggir jalan, aku langsung selidiki kamu, latar belakang kamu, keluarga kamu, tapi sebelum kita bertemu, aku tidak tahu siapa kamu Reina, malah gak penting banget sama aku" ucap Bagasyang langsung mendapat cubitan di pinggang Bagas.


" Isshhhh...kakak resek banget sih" ucap Reina sambil terus mencubit pinggang Bagas.


Bagas pun menolak cubitan Reina dengan mundur ke belakang dan tak sengaja terjatuh di tempat tidur Reina, begitu juga dengan Reina yang ikut terjatuh di atas tubuh Bagas karena tangan Reina di tarik oleh Bagas.


Seketika mereka terdiam saling diam, tatapan mata mereka begitu dalam, Bagas dengan lembut menyentuh pipi Reina yang mulus dan turun ke bibir Reina yang berwarna pink alami, karena Bagas lelaki normal, dengan perlahan Bagas menarik tengkuk Reina dan bibir mereka langsung menyatu.


Mata Reina langsung melotot sempurna saat merasakan bibir nya di cium oleh Bagas.


Sementara Bagas juga terkejut karena telah berani mencium Reina tanpa izin dari Reina.


Reina yang sadar langsung menarik tubuh nya dan berlari ke kamar mandi karena sudah begitu malu dengan Bagas.


Sementara Bagas hanya bisa tersenyum melihat tingkah Reina yang malu malu.


" Aku rasa kali ini aku sudah jatuh cinta pada kamu Reina, aku mau kamu selalu ada di samping ku selama nya" ucap Bagas yang langsung keluar dari kamar Reina dengan senyuman yang masih mengembang di bibir nya.


sampai sampai Bagas tidak sadar kalau dia berpapasan dengan mama nya di depan kamar Reina sangking hati nya begitu senang.


" Kenapa itu anak? baru kali ini aku melihat anak itu tersenyum begitu lepas begitu" ucap mama Ridha  yang langsung masuk ke dalam kamar Reina.


Tapi saat di dalam mama Ridha malah tidak melihat Reina di dalam, tapi saat medengar pintu kamar mandi terbuka, mama Ridha langsung berbalik dan melihat Reina dengan wajah yang merah merona.

__ADS_1


Ada apa dengan anak anak hari ini? tadi Bagas tersenyum begitu lepas, sekarang Reina wajah nya begitu merona, apa terjadi sesuatu dengan mereka tadi sebelum aku masuk ke kamar ya? batin mama Ridha.


" Tante di sini" ucap Reina yang langsung menyadar kan dari pikiran nya.


" Iyaa sayang, tante mau lihat keadaan kamu setelah pulang dari rumah sakit?" ucap Mama Ridha mendekati Reina yang sudah duduk di tempat tidur.


" Bagaimana keadaan kamu sayang?" tanya mama Ridha kembali.


" reina sudah tidak apa apa tan, sudah baikan, tinggal bekas luka nya saja yang belum hilang" ucap Reina sambil menunjukan bekas jahitan tangan nya yang tertembak seminggu yang lalu.


" Yasudah kalau gitu kita keluar yuk duduk di taman, pasti kamu sudah merindukan tanaman mu kan" ajak mama Ridha yang langsungdi angguki kepala oleh Reina.


 


******


Di kamar yang lumayan besar, seluruh barang sudah habis berantakan dincampak kan oleh Siska, dia masih tidak terima di permain kan begitu saja, dia merasa takut kalau sampai karena percintaan mereka dua hari yang lalu menyebab kan dia hamil.


" Aku harus bagaimana? apa yang aku lakukan kalau aku hamil, aku tidak meminum pil Kb saat bercinta dengan bobi malam itu" ucap Siska sambil mondar mandir tidak jelas di dalam kamar nya.


" Aaaaaaaaaaaaaagrh.....Bobiiiiiiii kurang ajar kau, aku akan balas perbuatan mu ini" teriak Siska yang sontak langsung membuat seluru pelayan mendengar nya.


Begitu juga dengan ibu Diana yang mendengar suara teriakan anak nyadari dalam kamar.


Ibu Diana terkejut melihat anak nya yang sudah berantakan, di tambah lagi kamar yang sudah sepertikapal pecah, semua barang hancur berantakan di dalam kamar Siska.


" Siska ada apa dengan mu? kenapa kamu kacau sekali seperti" tanya ibu Diana.


" Ibu...hikss...hikss...hikss..Bobi Bu" ucap Siska yang sudah menangis terisak karena memikir kan nasib nya.


" Ada dengan Bobi? apa dia menyakiti mu? atau dia selingkuhi kamu?" Tanya Ibu Diana.


Siska hanya bisa menggeleng kan kepala nya saja tanpa bersuara.


" Terus apa Siska...apa kau tidak bisa berbicara lagi, cepat kata kan apa masalah mu sekarang?" tanya ibu Diana.


" Bobi bu...ternyata dia bukan seorang pengusaha, tadi aku ke kantor nya bermaksud untuk memberi kan dia kejutan, tapi tarnyata setelah aku sampai di sana, para security mengusir ku, dan mereka bilang kalau itu bukan kantor nya Bobi, tapi kantor cabang milik keluarga Kesuma yang merupakan milik tuan Bagas Aditya Kesuma" ucap Siska mencerita kan nasib nya pada ibu nya.


Ibu Diana yang mendengar itu langsung menatap anak nya dengan geram, dia juga mengingat ini pastiada sangkut paut nya dengan Reina.


" Reina...ini pasti ada hubungan nya dengan mu" ucap ibu Diana dengan wajah yang begitu marah.

__ADS_1


Siska yang mendengar ibu nya menyebut nama saudara tiri nya hanya bisa diam saja, dia saat ini tidak mau mabil pusing dengan megurusi yang tidak penting, yang dia fikir kan saat ini adalah bagaimana nasib nya kalau sampai dia hamil, dan Bobi juga sampai sekarang tidak bisa di hubungi.


" Kamu tenang aja, ibu akan balas semua perbuatan mereka pada gadis sialan itu, bahan lebih sakit dari apa yang kau alami sekarang" ucap ibu Diana kemudian langsung pergi keluar dari kamar SIska dengan amarah yang begitu dalam.


*******


Saat sedang asik menemani Reina di taman, para pelayan di kejut kan dengan suara menggelegar dari depan gerbang rumah kediaman Kesuma.


Bagas yang saat itu berada di ruang kerja langsung berdiri dari kursi nya dan berjalan ke arah jendela melihat siapa yang berani berbuat onar di rumah nya.


" Bagas keluar kau, aku tahu kau pasti ada di dalam kan, dan aku tau kau yang melindungi anak sialan itu kan" teriak Diana dari depan rumah Bagas.


" Ibu Diana....mau apa dia kemari, apa dia mau cari ke sini" ucap Bagas saat melihat Diana dari ruang kerja nya.


Sementara mama Ridha dan Reina juga terkejut mendengar suara ibu Diana yang begitu kuat dan marah marah.


" Tante...siapa yang marah marah di luar?" tanya Reina yang seperti mengenali suara siapa itu.


" Tante juga tidak tahu sayang, sebaik nya kamu masuk kamar saja ya, tante mau lhat siapa orang yang berani mengusik ketenangan tante saat ini" ucap mama Ridha dengan lembut.


" Apa Reina tidak boleh lihat siapa yang marah marah itu Tan" ucap Reina memohon.


Mama Ridha tidak kuasa untuk menolak permintaan Reina, ahkir nya dengan terpaksa mama Ridha mengizin kan Reina untuk ikut melihat siapa yang marah marah di depan rumah nya.


Padahal mama Ridha sudah tahu kalau itu pasti ibu tiri Reina, tapi dia tidak tahu apa penyebab dia datang ke umah besar nya, dan bagaimana dia bisa masuk ke kawasan perumahan nya, sementara untuk masuk ke sana tidak sembarangan orang bisa masuk, begitu lah fikir mama Ridha saat ini.


Tbc.


Insya Allah nanti sore atau malam Author akan satu bab lagi, di tunggu selalu yaa.


Jangan lupa untuk dukungan nya selalu, dengan cara


 Like


Komen yang positif ya readers tercinta


Dan Vote yang banyak


Jangan lupa kasih bunga dan kopi yang buanyaaaak yaa, plisssss.


Terima Kasih.

__ADS_1


 


 


__ADS_2