
Mobil yang di supirin Rangga sudah kelar dari pekarangan rumah sakit, Boby yang berada di bagian belakang bersama dengan Reina langsung membuka penutup kepala Reina.
" Maaf nona kami harus lakukan ini karena nyawa nona dalam bahaya di rumah sakit tadi" ucap Boby yang langsung di angguki kepala oleh Reina.
Reina berusaha bangkit dan duduk di depan Boby, dan Boby pun membantu Reina untuk duduk di hadapan nya, mobil ambulance berjalan cukup kencang meninggal kan rumah sakit dengan sirene tepat di hidup kan oleh Rangga agar para musuh tidak curiga.
Bagas dan kedua orang tua nya yang sudah keluar dari pekarangan rumah sakit langsung menelpon Rangga.
" Halo" ucap Rangga.
" Ngga bawa Reina ke Vila yang ada di kota Bandung, aku dan Reina akan menikah besok pagi di sana" ucap Bagas memberi tahu.
" Baiklah" ucap Rangga dengan nafas yang berat setelah itu langsung memutus kan sambungan telpon nya pada Bagas.
Bagas dan kedua orang tua Bagas mengubah rencana mereka untuk menikah di rumah besar mereka, karena pasti anak buah Muklis dan Diana akan tahu dan menggagal kan rencana mereka, sehingga mereka langsung merubah rencana mereka untuk melangsung kan pernikahan mereka di Vila keluarga Kesuma di kota Bandung.
Reina tertidur di dalam mobil ambilance karena memang tubuh nya masih sedikit lemas, Boby dengan setia menemani calon istri bos nya agar Reina merasa aman selama perjalanan ke kota Bandung.
Raka yang sudah stand by di Vila sedang menunggu kedatangan bos dan tuab besar nya, sedang kan di rumah besar Kesuma tetap di buat persiapan untuk mengecoh kan para musuh, dan mobil Bagas dan papa Andre sengaja di biar kan di rumah besar agar para musuh mengira kalau pemilik rumah ada di rumah.
*****
" Bos nona Reina tidak ada di rumah sakit, kemungkinan nona Reina sudah di bawa pulang oleh Tuan Bagas, karena saya mendengar kalau mereka besok pagi akan melangsung kan pernikahan di kediaman tuan Andre" ucap anak buah Muklis.
Muklis dan Diana yang mendengar kan ucapan anak buah nya langsung saling tatap, kemudian Muklis langsung tertawa begitu keras.
" Hahaha...ternyata mereka benar benar bodoh, mengadakan acara pernikahan dan tidak memberi tahu kan ku, aku akan mengecoh kan acara pernikahan kalian besok, tunggu paman mu ini keponakan ku yang cantik" ucap Muklis dengan percaya diri nya.
__ADS_1
Sedang kan Diana masih berfikir, masa iya Keluarga Kesuma mengadakan acara pernikahan begitu saja, Diana pun menatap Muklis yang sedang tersenyum sambil menelpon seseorang.
" Kau yakin mereka akan mengadakan pernikahan di rumah besar mereka besok" tanya Diana sedikit tak percaya.
" Kenapa? kau curiga?" tanya Muklis menatap Diana.
" Sedikit, karena aku tahu siapa keluraga Kesuma" ucap Diana.
" Kita lihat saja besok, kau tahu bukan jika mereka membuat masalah dengan ku, maka apa akibat nya untuk mereka" ucap Muklis berjalan meninggal kan Diana yang masih diam.
Namun saat Muklis sudah hampir keluar dari ruangan, Diana memanggil Muklis dan membuat Muklis membalik kan tubuh nya menatap Diana.
" Muklis" panggil Diana.
" Ada apa?" tanya Muklis menatap wajah Diana.
" Aku...aku..cuma mau kamu juga memikir kan nasib putri kita, kasian Siska yang masih di sekap oleh Ridha" ucap Diana dengan sedikit takut Muklis akan marah.
" Kenapa kau tidak pernah menganggap Siska ada Muklis, padahal dia adalah bukyi dari tanda cinta ku pada mu, kenpa kau masih mengharap kan Ridha yang jelas jelas tak pernah mengharap kan mu" ucap Diana untuk diri nya sendiri.
Sementara mobil Ambulance yang di kenderai oleh Rangga sudah sampai di Vila yang jauh dari penduduk, hanya ada satu bangunan di sana, dan Vila itu tidak terlalu besar, hanya ada dua lantai saja.
Mobil yang di kenderai Bagas juga baru sampai di vila tersebut, Raka langsung menyambut bos nya karena melihat sang bos wajah nya kurang baik baik saja.
" Bagaimana perjalanan nya bos" tanya Raka menatap wajah Bagas.
" Lain kali kau kasih mobil buat aku yang bagusan dikit gak bisa, pantat ku sakit duduk di mobil pemberian mu, malah mobil nya juga tidak enak saat di bawa, untung saja tidak mogok" ucap Bagas dengan kesal.
__ADS_1
Saat Bagas keluar dari rumah sakit, Bagas membaca pesan Raka kalau Bagas harus menaiki mobil Avanz dengan Bk yang tertulis di pesan Raka, karena kalau Bagas dan kedua orang tua nya naik mobil mewah, akan membuat para musuh curiga, segingga Rangga langsung menyuruh Raka untuk menyiap kan mobil biasa untuk di bawa Bagas ke Vila yang ada di Bandung.
Papa Andre dan mama Ridha yang sudah keluar dari mobil langsung berjalan ke arah anak nya dan Raka.
" Maaf kan saya Tuan besar, Nyonya karena sudah memberi kan mobil gak layal pakai buat tuan dan nyonya, ini semua kami lakukan agar anak buah Mukis tidak curiga sama sekali" ucap Raka dan langsung di jawab anggukan kepala oleh papa Andre dan mama Ridha.
" Tidak apa Ka, mobil nya juga masih bagus kok" ucap mama Andre.
Bagas yang sibuk membuka kumis palsu dan membuak kaca mata besar dan langsung memberi kan pada Raka barang aneh di mata Bagas.
" Sebaik nya ini kamu buah saja, wajah ku gatal pakai itu semua" ucap Bagas yang di jawab anggukan kepala oleh Raka, sedang kan Mama Ridha dan papa Andre hanya bisa menggeleng kan kepala saja melihat kelakuan anak nya.
" Dimana Reina?" tanya Bagas saat melihat mobil ambulance yang sudah terparkir di depan vila.
" Nona Reina sudah istirahat di kamar bos" ucap Raka.
" Siapa yang membawa Reina ke kamar? apa Reina jalan sendiri? kenapa kalian tidak menunggu ku sampai" tanya Bagas dengan mata yang begitu tajam.
t" Nona Reina di gendong Rangga bos, karena kami tidak tega meihat nona Reina tertidur di dalam mobil ambulance" ucap Raka menjelas kan dengan sedikit gemetar.
Rangga lagi...kenapa aku merasa kalau Rangga mempunyai pearsaan pada Reina ku, gak akan aku biar kan Rangga merebut Reina Ku, batin Bagas langsung masuk ke dalam Vila menemui Reina yang sedang istirahat meninggal kan mama Ridha, papa Andre dan juga Raka.
" Pa kenapa putra mu mendadak seperti sedang cemburu begitu?" ucap mama Ridha yang melihat wajah putra nyay sebelum pergi meninggal kan mereka.
" Siapa yang tidak cemburu kalau wanita nya di dekati dengan pria tampan seperti Rangga, apa lagi Rangga tampan ya 11 12 sama Bagas kan" ucap papa Andre yang langsung di angguki kepala oleh mama Ridha kemudian mereka langsung masuk ke dalam Vila untuk istirahat.
Sementara Raka yang mendengar ucapan bos besar nya masih terdiam mematung.
__ADS_1
Kenapa tuan Andre malah bicara gitu sih, untung ja gak ada anak nya, kalau ada si Bos bisa keluar tanduk rusa nya itu, batin Raka yang masih diam mematung.
tbc.