La Tahzan, Jangan Bersedih

La Tahzan, Jangan Bersedih
#119


__ADS_3

Raka dan Meta jadi adu mulut karena tidak mau saling di salahkan, Bagas dan Rangga yang mendengar suara mereka serasa ingin pecah kepalanya.


" DIAAAAAAM" ucap Bagas dan Rangga secara bersamaan.


Raka dan Meta langsung berlonjak kaget karena mendengar suara bosnya.


" Maaf Bos" ucap Raka dan Meta bersamaan.


Bagas menarik nafas dalam sebelum bersuara, " Sebaiknya kalian cara agar aku tidak tidur di kamar tamu malam ini" ucap Bagas dengan suara lesu.


Raka, Meta dan Rangga saling tatap kemudian menghela nafas dengan kasar.


Sementara di penjara bawah tanah, Diana meronta gonta ingin di lepaskan, perutnya tiba tiba terasa keram.


Penjaga yang bertugas untuk menjaga Diana pun begitu terkejut melihat wajah Diana yang pucat pasi.


" Bagaimana ini? kita harus lapor pada bos muda sekarang" ucap salah satu dari anak buah Bagas.


" Biar aku yang menelpon" sahut yang lain.


Bagas yang diam sambil menyesap jus yang baru saja ia mintak dari pelayan, langsung menoleh kan kepalanya saat melihat ada telpon masuk. Dengan malas Bagas mengangkat telpon nya.


" Ada apa?" tanya Bagas langsung to the point.

__ADS_1


"........ "


" Biar Rangga yang kesana mengeceknya, aku tidak sudi melihat wajahnya lagi" ucap Bagas dan langsung memutus kan sambungan telpon begitu saja.


Rangga yang nama nya di sebut sebut langsung menoleh ke arah Bagas.


" Ada apa?" tanya Rangga.


" Wanita ular itu kata nya meraung raung di penjara, sebaiknya kau lihat dia, aku tidak mau dia malah mati di sana dan membuat rumah itu jadi bau bangkai karena kematiannya" ucap Bagas langsung pergi ke ruang kerjanya.


Raka mengikuti bos nya, sedang kan Meta sedari tadi berusaha membujuk nona bos nya agar mau membuka pintu kamar dan membiarkan kan agar Bagas masuk.


Jangan kan di angkat, Reina sama sekali tidak melihat mendengar suara telpon nya berdering di karena kan Reina saat ini sudah tidur nyenyak.


Bagas masuk ke ruang kerjanya, lagi lagi Bagas berusaha untuk masuk ke dalam kamarnya, namun pintu yang menghubungkan ruang kerja nya dan kamarnya juga di kunci dari dalam oleh Reina.


" Sabar bos, ini baru permulaan, bahkan ada yang lebih parah dari ini bos" ucap Raka menyabarkan sang bosnya.


" Apa maksud mu? ini baru awal, apa akan ada kelanjutan dari kejadian ini nantinya?" tanya Bagas.


Raka langsung mengangguk kan kepalanya dengan cepat, " Fase ibu hamil berbeda beda bos, hatinya kadang lembut, kadang suka marah marah dan kadang malah jadi baperan, nah Bos sebagai suami nya nona, harap bersabar dan kalau bisa menuruti apa yang di inginkan oleh Nona Reina Bos, kalau bos tidak mau hal seperti ini akan terjadi lagi" jawab Raka memberi tahu pada bos nya.


" Sok tahu kamu, kamu tahu dari mana? seolah oleh kamu sudah pernah mengurusi ibu hamil saja" ucap Bagas dan kembali bertanya.

__ADS_1


Raka menghela nafasnya dengan kasar sebelum menjawab, "saya tahu dari sekretaris saya di kantor bos, saat dia hamil, dia seperti yang saya katakan tadi pada karyawan lain, maka nya saya bisa tahu sedikit sedikit bos" jawab Raka.


Bagas langsung berfikir bagaimana cara membuat agar Reina tidak marah lagi pada dirinya.


" Jadi menurut mu apa yang harus aku lakukan?" tanya Bagas.


Raka langsung menggelengkan kepalanya karena tidak tahu jawabannya.


Mana saya tahu bos, saya belum menikah, jangan kan menikah pacaran saja saya tidak pernah sangking sibuknya mengurusi keperluan bos, batin Raka.


" Jangan menceritakan aku di belakang, aku tahu apa yang kamu fikirkan saat ini" ucap Bagas yang langsung membuat Raka menelan salivanya karena terkejut.


Di penjara bawah tanah, Rangga hanya berdiri sambil memasukkan tangannya ke dalam saki celana nya, dengan menatap Diana dengan mata tajam nya.


" Panggil dokter yang biasa mengobati dia, aku tidak akan pernah mengeluarkan dia dari penjara ini" ucap Rangga dengan suara beratnya.


Diana yang mendengar suara Rangga hanya bisa menatapnya dengan wajah Iba agar di bawah ke rumah sakit dan segera di obati.


"Aku tahu apa yang kau rencana kan di balik sakit mu ini wanita iblis, jangan harap kau akan aku bawa keluar dari tempat ini, karena itu hanya mimpi untuk mu" ucap Rangga kemudian langsung duduk dikursi tempat ia dan Bagas biasa nya duduk.


Diana hanya bisa diam saja tanpa menjawab, sudah berbulan bulan dirinya di kurung di penjara bawah tanah dan hanya di beri makan satu kali dalam sehari dan satu gelas untuk minum dalam sehari.


Tapi entah kenapa dirinya masih saja dapat bertahan hidup, walau pun tubuhnya sedikit kurus dan lusuh.

__ADS_1


" Lepas kan aku" ucap Diana dengan suara sedikit besar.


Tbc.


__ADS_2