
Reina menggerakkan tanganya mencari sosok yang biaanya menghangatkan tubuhnya, naum setelah meraba dengan mata masih terpejam, Reina tidak menemukan Bagas yang biasanya masih tertidur di sebelahnya.
Dengan malas Reina membuka matanya dan melihat sekeliling kamar, dirinya tidak menemukan suaminya sama sekali, Ia melihat ke arah kamar mandi, tidak ada tanda tanda orang di sana, itu berarti suaminya tidak berada di sana.
Dengan malas Reina bangkit dari tidurnya dan menari selimut untuk menutupi tubuh polosnya akibat olahraga panas ia dan suaminya tadi malam, namun belum sempat Reina menampak kan kakinya ke lantai, dirinya melihat secarik kertas yang di selipkan dengan segelas susu coklat dan serapan pagi roti yang sudah di beri selai kacang kesukaan dirinya.
Reina langsung mengambil kertas yang menmepel di bawa gelas, degan tersenyum Reina membaca tulisan tangan yang di buat suaminya.
Selamat pagi istri cantikku
Maaf saat kamu membuka mata maka suami tampan mu ini sudah tidak ada lagi di samping mu.
Mas harus berangkat keluar kota pagi pagi sekali karena ada yang harus di kerjakan.
Kamu jangan lupa makan serapan yang sudah mas siap kan khusus buat kamu.
Dan tunggu suami tampanmu ini pulang.
Salam sayang mas buat istri tercinta mas.
Love You.
Dan benar saja, Reina tersenyum membaca isi surat dari suaminya, Ia langsung mengambil susu yang ada di meja nakas sebelahnya, dan meminum nya sampai habis. setelah itu Ia langsung beranjak dari tempat tidur langsung ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang lengket akibit percampuran keringat dirinya dan suaminya tadi malam.
Di tempat lain. Bagas sedang duduk di kursi kebesarannya, di ruang bawah tanah sambil menatap Hendrik yang saat ini berada di hadapannya.
" Kenapa kau menyuruhku ke tempat yang tidak layak ini Gas, apa di sini tempat yang cocok untuk membahas kerja sama kita" tanya Hendrik merasa risih dengan tempat yang dia duduki sekarang.
" Ini tempat yang layak untuk orang licik seperti mu" ucap Bagas menatap Hendrik dengan tatapan tajam dan membunuh.
__ADS_1
" Apa maksudmu?" tanya Hendrik masih tidak mengerti.
Dengan cepat Bagas melempar ponsel yang ada di hadapannya dan mencampakkan nya ke arah Hendrik dengan sudah mengaktifkan video percakapannya dengan Miranda saat di cafe tadi malam.
Glek
Hendri gemetaran sambil memegang ponsel yang ada di tangannya dan sesekali melirik Bagas yang saat ini menatap dirinya.
" Kau salah bekerja sama kawan, wanita yang sudah mengajak mu bekerja sama adalah wanita yang saat ini aku pantau 24 jam, dan sekarang kau sudah masuk ke perangkap ku karena di otak mu itu kau mau menghancurkan rumah tangga ku dan berusaha untuk mendekati istriku" ucap Bagas dengan mata elang nya menatap Hendrik.
" Bukan aku Gas, tapi Miranda yang menyuruh ku" ucap Hendrik sengaja membela dirinya.
" benarkah?" tanya Bagas.
" Iya, bukan kah kau mendengar sendiri percakapan antara aku dan dia" ucap Hendrik sambil memberikan ponsel yang di lempar Bagas padanya tadi.
" Tapi kau mau mengikuti perkataan nya, dan itu sama saja kau meu melakukannya bukan" ucap Bagas yang membuat Hendrik terdiam.
" terlambat kawan" sahut Bagas.
" Apa yang harus aku lakukan agar kau tidak menghukum ku" tanya Hendrik yang membuat Bagas terkekeh mendengarnya.
" Kau boleh menyiksa ku Gas, kau boleh memukuli ku, tapi ku mohon lepas kan aku" mohon Hendrik.
" Aku akan melepaskan mu, dan aku tidak akan pernah mengotori tangan ku untuk memukuli wajah kotor mu itu" ucap Bagas yang membuat Hendri tersenyum senang.
" Pergilah, aku sudah muak melihat mu, dan tunggu kabar selanjutnya" ucap Bagas yang membuat Hendrik sedikt bingung maksud dengan kata kata terahkir yang keluar dari mulut Bagas.
Namun Hendrik tidak memperdulikan itu, yang penting Ia bisa keluar dari tempat yang tak jauh dari kata mewah itu.
__ADS_1
Setelah kepergian Hendrik, Bagas langsung menatap Raka yang duduk di sebelahnya, " lakukan sekaranng" perintah Bagas yang langsung di angguki kepala oleh Raka.
Hendrik yang baru masuk ke dalam mobilnya dan ingin melaju kan mobilnya langsung menunda nya sejenak karena ada yang menelponnya. Dengan segera Hendrik mengangkat telponnya saat melihat sekeretarisnya yang menghubunginya.
" Halo" ucap Hendrik.
".....",
" APAAAAA" teriak Hendrik memetaung di dalam mobilnya.
Ponsel yang di pegangnya langsung terlepas begitu saja, " gak mungkin, ini gak mungkin" ucapnya masih tidak percaya.
Tiba tiba ia teringat kata kata terahkir yang di ucapkan Bagas sebelum ia keluar dari ruangan Bagas tadi.
" Bagas, ini pasti ulah mu, Aaaaahhhhkk kurang ajar, aku akan membalas mu" ucap Hendrik yang langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
Masih di ruang bawah tanah, Raka sudah menyelesaikan tugasnya.
" Beres bos" lapor Bagas yang langsung membuat Bagas tersenyum menyerengai dengan wajah tetap kejam.
" Selamat tidur di jalanan kawan, bahkan semua set mu sudah beralih atas nama ku" ucap Bagas tersenyum senang.
Raka hanya bisa diam menatap wajah bos nya yang saat ini sudah berhasil mengalahkan musuhnya yang sudah berusaha menganggu ketenangan dirinya.
Tbc.
Ayo jangan lupa untuk selalu dukung katya Author ya, dengan like, komen dan vote.
kasih bunga dan kopi yang banyak, plissss
__ADS_1
Share cerita author juga ya, plisss
terimakasihbanyak.