La Tahzan, Jangan Bersedih

La Tahzan, Jangan Bersedih
#21


__ADS_3

Hampir tengah hari Siska kebangun dari tidur panjang nya karena kelelahan habis melayani orang orang suruhan Bobi yang Siska fikir itu adalah Bobi sendiri.


" Kamu sudah bangun?" tanya Bobi yang duduk di sofa sambil meminum kofi yang sudah di pesan nya dari pelayan hotel.


Siska sontak langaung tersenyum ketika melihat lelaki pujaan hati nya menyapa nya.


" Sayang kenapa kamu gak bangunin aku" ucap Siska yang ingin bangkit dari tempat tidur untuk mendekati Bobi tapi langsung di cegah Bobi terlebih dahulu.


" Eitssss...kau di sana saja, tubuh mu bau sekali, aku mual kalau kau berada di dekat ku" ucap Bobi sambil menutup hidup nya.


Siska mencium aroma tubuh nya sendiri, dia memang merasa kan bau pada tubuh nya, tapi Siska mengira itu adalah bau keringat mereka berdua yang tercampur karena kegiatan panas mereka tadi malam.


" Sayang ini kan bau keringat kamu dan aku tadi malam, lagian kamu tadi malam ganas banget, gak ada istirahat nya, syukur nya aku kuat layani kamu nya" ucap Siska dengan senyuman manis nya.


Apaaa..bau keringat ku kata nya, walau pun aku gak mandi bercinta dari pagi sampai malam, tubuh ku tetap wangi, tidak seperti bau tubuh mu sekarang, yang seperti domba, Batin Bobi merinding karena mencium aroma bau dari tubuh Siska.


" Sebaik nya kau bersih kan tubuh nya, aku mau ke kantor, ini sudah siang banget, kalai kau lapar pesan saja, nanti tagihan nya biar aku yang bayar" ucap Bobi langsung bangkit dari sofa dan ingin keluar hotel, tapi langsung di cegah oleh Siska.


" Lohh sayang kalau kamu pulang, aku balii nya sama siapa dong? aku kan gak bawa mobil, aku ikut kamu aja ya ke kantor, kamu tunggu aku siap siap dulu, lagian aku belum pernah kan datang ke kantor kamu" ucap Siska yang sudah beranjak dari tempat tidur dengan menutup tubuh nya menggunakan selimut.


" Kau bisa pulang naik taksi, lagian aku hari ini sibuk banget, ada meeting dengan klien, aku gak mau kau nanti nya bosan" tolak Bobi kemudian langsung keluar dari kamar hotel meninggal kan Siska begitu saja.


Setelah keluar dari kamar hotel, Bobi langsung menelpon Raka untuk memberi tahu kalau pekerjaan nya sudah beres, setelah itu Bobi langsung pergi ke markas tempat biasa Bobi beekumpul dengan orang orang suruhan Bagas.


*****


Di rumah sakit, Mama Ridha dengan talaten membantu Reina makan, karena Reina masih merasakan sakit kalau terlalu mengangkat tangan nya untuk di gerak kan.

__ADS_1


" Sayang, tante minta maaf ya, gara gara tante kamu jadi seperti ini sekarang" ucap mama Ridha sambil menyauapi makanan ke mulut Reina.


" Tidak apa apa Tan,lagian Reina juga sudah tidak apa apa kok, besok juga sudah bisa pulang kata dokter Dana" sahut Reina dengan senyuman manis nya agar mama Ridha tidak merasa bersalah.


Saat sedang menyuapi makan, ponsel mama Ridha berbunyi, sebelum mengangkat telpon, Mama Ridha izin pamit keluar pada Reina untuk mengakat telpon dulu.


" Sayang, tante angkat telpon sebentar ya" ucap mama Ridha sambil mengelus kepala Reina dan langsung di angguki kepala oleh Reina.


" Katakan" ucap mama Ridha langsung saat sudah di luar ruangan Reina.


"................"


Wajah mama Ridha mendadak mengerikan ketika mendapat laporan dari orang yang saat ini menelpon diri nya.


Sedang kan Reina yang melihat perubahan di wajah mama Ridha dari pintu yang terbuka sedikit merasa bingung.


Setelah selesai, mama Ridha kembali masuk ke dalam ruangan Reina dengan wajah yang sudah kembali seperti sedia kala.


Cepat sekali wajah nya berubuah menjadi cantik, batin Reina.


" Ayo kita sambung lagi makan nya sayang, biar kamu cepat pulih" ucap mama Ridha yang sudah duduk kembali di samping tempat tidur Reina.


" Iya tante" sahut Reina.


Di kantor, Raka memberi tahu kan informasi kalau pekerjaan Bobi sudah selesai, dan Raka juga memberi tahu kalau Nyonya akan turun tangan langsung untuk menghadapai Siska yang sudah membuat keributan kemarin siang.


" Bos...Bobi sudah selesai dengan pekerjaan nya, kita hanya menunggu waktu nya saja untuk membuat Siska terkejut dengan adegan nya tadi malam di hotel" lapor Raka.

__ADS_1


Bagas hanya terswnyum jahat saat mendengar laporan dari Raka.


" Tapi..." ucap Raka terpotong karena mendapat tatapan dari Bagas.


" Tapi apa? ada masalah" tanya Bagas.


" Tidak Bos, tapi nyonya mau turun tangan langsung untuk mengasih pelajaran pada Siska karena sudah membuat keributan kemarin" ucap Raka memberi tahu.


" Biar kan saja, biar wanita rubah itu mendapat kan balsam yang belipat list Karena Sudan menganggu ketenangan keluarga Kesuma" ucup Bagas.


" Tapi bos, kalau Nyonya besar langsung turun tangan, otomatis Siska dan ibu nya akan tahu kalau selama ini Nona Reina ada di bawa lindungan kita, dan mereka pasti akan berusaha lagi untuk mencelakai nona Reina ketika kita lengah Bos" ucap Raka memberi tahu.


" Itu menjadi urusan ku, yang penting aku mau kau pantau saja bodigat yang selalu menjaga mama dan Reina, suruh mereka siaga 24 jam bergantian, karena aku tidak mau kalau mereka kenapa napa" sahut Bagas yang langsung di angguki kepala oleh Raka.


" Baik lah Bos, kalau begitu saya pamit untuk melanjut kan pekerjaan" pamit Raka yang hanya di angguki kepala oleh Bagas.


Di rumah Siska, Ibu Diana langsung masuk ke kamar putri nya saat dia tahu kalau Siska sudah pulang.


" Siska kau sudah pulang, bagaimana tadi malam, kau kasih kepuasan kan pada Bobi" ucap Ibu Diana dengan wajah senang nya.


" Iya bu, sangking puas nya aku tidak bisa berjalan dengan normal, dia sangat buat, bahkan aku tidak di beri iatirahat sebentar saja" sahut Siska yang kembali rebahan di tempat tidur nya karena sejujur nya dia masih lelah akibat pertempuran tadi malam.


" Bagus...sekarang kau istirahat saja, sebentar lagi kita akan mendapat durian runtuh, karena kau hamil anak dari pengusaha kaya, dan harta kekayaan anak sialan itu akan beralih pada kita" ucap Diana.


" Apa ibu sudah tau dimana keberadaan anak itu, bukan nya semalam rencana kita gagal untuk mendapat kan anak itu, karena semua orang suruhan ibu kalah" tanya Siska.


" Sebentar lagi kita akan menemukan dia dimana, karena orang suruhan ibu sedang mencari dia di semua rumah sakit di kota ini, akibat tembakan yang mengenai anak sialan itu, tidak mungkin kan dia tidak di bawa ke rumah sakit" ucap Diana dengan wajah penuh dendam nya.

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2