La Tahzan, Jangan Bersedih

La Tahzan, Jangan Bersedih
#123


__ADS_3

Tinggalah Rangga dan Ibunya saat ini di rumah belakang yang di tempat Rangga selama Rangga tinggal di Jakarta.


" Apa yang Ibu sembunyikan dari ku?" Tanya Rangga dengan wajah seriusnya.


Deg


Ibu Fitria langsung menatap wajah yang begitu serius menatapnya, kemudian ia langsung tersenyum berjalan mendekati putranya.


" Nanti kau juga akan tahu sendiri, dan kenapa ibu mau kau terus menjaga Reina, karena untuk saat ini ibu rasa dia belum sepenuhnya aman" ucap ibu Fitria.


" Dia punya suami, untuk apa aku selalu menjaga nya, untuk mengurus perusahaan yang saat ini aku pegang saja sudah membuat kepala ku pusing" sahut Rangga menatap wajah ibunya.


"Tapi itu memang sudah tugas dan tanggung jawab mu bukan, menjaga Reina dan membantunya untuk mengurus perusahaan peninggalan orang tuanya, apa kau kerebatan mengerjakan itu semua" ucap ibu Fitria mengingat kan pekerjaan anaknya saat ini.


" Itu dulu bu, saat Reina dalam bahaya, tapi sekarang aku rasa dia sudah aman, karena musuh kedua orang tuanya juga semua nya sudah tiada, tingga wanita iblis itu, tapi dia bisa apa, bahkan untuk berdiri saja dia sudah tidak mampu" sahut Rangga.


" Kau belum tahu seluruhnya Rangga, dan pesan ibu ikutilah apa pekertaan ibu, dan satu lagi, tolong kau buang rasa cinta yang kau simpan untuk Reina, ibu tahu semua itu dari tatapan mu saat memandang Reina, kau tak pantas bersama Reina" ucap ibu Fitria kemudian meninggal kan Rangga dengan wajah terkejutnya.


Di kantor Bagas, saat ini Bagas sedang melakukan meeting penting, namun tiba tiba dia mengingat kalau siang ini dia sudah janji untuk membawa istri tercinta ke rumah sakit untuk memeriksa kandungan nya.


Dengan cepat Bagas menyuruh seluruh karyawan bagian keuangan untuk menyudahi meetingnya dan akan di lanjutkan besok lagi, namun dengan hasil laporan yang lebih baik tentunya.


Semua karyawan sudah keluar dari ruang metiing, " Tolong kosongkan jadwal ku siang ini Ka, aku mau membawa istriku ke rumah sakit untuk mengecek kandungannya" ucap Bagas.


"Baik bos" sahut Raka dengan tegas.

__ADS_1


Bagas langsung menghubungi Reina, namun sudah tiga panggilan, Reina tak kunjung mengangkatnya, Bagas pun mencoba menghubungi Meta, namun hasilnya sama saja, tidak di angkat juga.


" Kemana mereka, kenapa tidak di angkat telponnya?" tanya Bagas.


Raka siap kan mobil sekarang, kita ke kantor Reina" ucap Bagas dengan suara baritonnya.


Raka hanya menganggukkan kepalanya dan langsung berjalan mendahului Bagas, Bagas masih berusaha mencoba menelpon Reina, namun hasilnya tetap nihil.


karena tak kunjung di angkat, ahkirnya Bagas menghubungi Rangga, dengan nada panggilan ke tiga suara Rangga sudah terdengar di telinga Bagas.


" Hallo" sapa Rangga.


" Apa Reina saat ini bersama mu?" tanya Bagas langsung.


" Reina, tidak..dia tidak bersama ku, saat ini aku masih di rumah" ucap Rangga yang langsung mmebuat Bagas semakin khawatir.


" Aku berkali kali menghubunginya, tapi tak ada jawaban, bahkan Meta juga tak kunjung di angkat" ucap memberitahu.


" tadi pagi Reina izinnya akan ke kantor, aku kira dia bersama mu saat ini" sambung Bagas lagi.


" Tenang kan dirimu, aku akan membantu mu mencarinya, kau jangan khawatir" ucap Rangga yang langsung memantikan sambungan telponnya.


Sementara di tepi jalan, Reina yang sedang membagi makanan pada anak anak jalanan sama sekali tidak mendengar panggilan telponnya karena ponselnya ia letak di dalam mobil, begitu juga dengan Meta.


Mobil yang di kendarai Bagas melewati di mana Reina sedang membagi bagi makanan ke semua anak jalanan dan para penyapu jalanan, Raka yang saat itu sedang menunggu lampu merah berwarna hijau, tidak sengaja melihat ke arah nonanya yang sedang tersenyum sambil membagi bagi kan makanan.

__ADS_1


" Bos bukannya itu nona Reina dan Meta?" ucap Raka yang langsung mebuat Bagas menoleh ke arah dimana Raka menunjuk.


" Ya ampun sayang, sedang apa kau di jalanan itu" ucap Bagas terkejut.


" Nona sedang membagi bagikan makanan bos" sahut Raka memberi tahu.


" Aku tahu Raka, tapi kenapa harus istriku yang langsung turun tangan, kau tidak lihat cuaca di luar begitu panas, aku tidak mau istriku jadi pusing karena sinar matahari itu" ucap Bagas yang langsung membuka pintu mobil dan menghampiri Reina.


Raka tidak bisa mengejar bosnya karena lampu belum berubah warna, sedangkan Bagas sudah berlari menyusul istrinya karena merasa tidak tega dengan istrinya.


" Sayang" teriak Bagas yang langsung mmebuat Reina menoleh ke arah suara.


Reina tersenyum kepada Bagas dan langsung melanjutkan memberikan makanan pada orang orang yang belum kebagian.


" Sayang apa yang kamu lakukan? apa kamu tidak lihat siang ini cuaca begitu panas sayang" ucap Bagas.


" Mas ini hanya panas karena cuaca, masak begini saja sudah mas takut kan, ini belum ada apa apanya kali mas sama panas nya api neraka" sahut Reina yang malah meberikan sisa makanan pada Bagas.


" Ini untuk apa sayang?" tanya Bagas dengan wajah bodohnya.


" Dimakan?" jawab Reina dengan wajah kesal.


"Hahk, yang benar saja sayang, kamu lagi gak nyuruh Mas makan di pinggir jalan kan?" tanya Bagas dengan wajah sudah ketar ketir.


" ya jelas dong mas makan di sini, bareng mereka semua" ucap Reina dengan wajah serius.

__ADS_1


Deg.


Tbc.


__ADS_2