La Tahzan, Jangan Bersedih

La Tahzan, Jangan Bersedih
#125


__ADS_3

Pagi hari semua sudah berkumpul di meja makan, Bagas dan Reina baru saja turun dengan Bagas begitu sabar menuntun istrinya agar tidak terjatuh, karena Reina yang bertubuh kecil dengan perut buncitnya begitu susah bagi Bagas untuk melihat tangga di bawa nya, padahal Reina masih bisa berjalan sendiri, tapi karena tidak mau ribut, jadinya Reina membiar kan Bagas melalukan apa yang ia mau.


" Selmat pagi sayang? kenapa lama sekali turunnya?" tanya mama Ridha sambil meletakkan kopi untuk papa Andre.


Sementara Ibu Fitria hanya tersenyum melihat Reina yang baru saja akan duduk bergabung di meja makan.


" Pagi Ma, Pa, Ibu" ucap Reina dengan senyuman di wajahnya menyapa semua yang ada di sana.


" Maaf semuanya Reina dan mas Bagas lama, soalnya tadi kesiangan bagunnya" ucap Reina dan di jawab senyuman yang salah paham dengan maksud Reina.


" Rangga mana?" tanya Bagas yang langsung mengalihkan pembicaraan karena Bagas tahu apa maksud senyuman yang keluar dari bibir kedua orang tuanya.


Semua langsung menhentikan kegiatan makannya, termasuk Reina yang baru saja mengoleskan roti dengan selai coklat buat sang suami, begitu juga dengan Ibu Fitria yang mau mengangkat teh yang ada di hadapannya untuk di miunum, dengan pelan dia membatal kan keinginannya untuk minum.


" Iya Kak Rangga kemana ya kok gak kelihatan? Biasanya sudah ngedemul diluan kan kalau kita terlalu lama turun dan membuat dia kelaparan karna memunggu kami" ucap Reina yang langsung membuat Ibu Fitria menoleh kan kepalanya menatap ke arah Reina.


Dengan tersenyum, Ibu Fitria menjawab pertanyaan Bagas dan Reina, " Rangga sudah pergi diluan ke kantor, ada yang akan di urusnya terlebih dahulu sebelum bertemu dengan klien yang akan di jumpai hari ini" ucap Ibu Fitria menjawab pertanyan Bagas dan Reina.


" Sepagi ini, atau emang sengaja tidak mau serapan bersama" sindir Bagas dan langsung mengehentikan Ibu Fitria yang kembali mau meminum tehnya.


" Maksud kamu apa Gas?" tanya mama Ridha.


" Tidak ada apa-apa ma, Bagas hanya bertanya saja" sahut Bagas kemudian langsung menerima roti yang di berikan pada sang istri.

__ADS_1


" Terima kasih sayang" ucap Bagas dan langsung di jawab senyuman manis olh Reina.


Saat makan entah kenapa Reina kepikiran dengan mimpi buruknya, dia pun langsung menarik nafas nya dengan berat, masih ada rasa ketakutan di dirinya, tapi sekuat mungkin Reina hiangkan agar tidak membuat semua yang ada di sekitarnya merasa khawatir.


" Sayang kamu hari ini mau ikut mas ke kantor?" tanya Bagas menatap wajah istrinya.


" Gak deh mas, hari ini Reina di rumah saja, Reina mau istirahat" tolak Reina yang langsung di jawab anggukan kepala oleh Bagas.


" Tapi kamu gak boleh kemana-mana tanpa sepengetahuan Mas ya, Mas gak mau kamu lelah nantinya" ucap Bagas.


" Ck, gak usah lebay deh kamu Gas, ada mama di sini bersama dengan ibu Fitri yang akan menjaga Reina" ucap mama Ridha.


" Iya Ma Bagas tahu, tapi biar bgaimana manapun Bagas tetap gak mau kalau Reina kenapa napa, tolong Jaga Reina dan calon anak Reina ya ma" sahut Bagas.


Setelah serapan selesai, Papa Andre dan Bagas langsung pergi ke ke kantor, papa Andre hari ini ikut ke kantor karena ada yang mau di bahas dengan sang putra mengenai proyek besar yang mereka buat.


Sedang kan di rumah, para wanita sedang duduk bersantai di ruangan keluarga sambil menonton televisi. Reina yang duduk bersandar di sofa  sambil menaikkan kakinya ke atas dan memangku buah kiwi di atas pahanya, memakan buah kiwi dengan mata mengarah ke arah telivisi.


Semenjak hamil entah kenapa Reina suka sekali dengan buah kiwi, sehingga Bagas dengan sekatan langsung memborong buah kiwi di setiap mall setiap harinya agar tidak kehabisan.


Dengan sesekali tertawa, tanpa terasa buah kiwi yang di berada di pangkuan Reina sudh habis, karena masih ingin memakan buah kiwi, Reina pun dengan pelahan menurun kan kakinya dan beranjak dari sofa, dan hal itu langsung di lihat oleh mama Ridha dan ibu Fitria.


" Mau kemana sayang?" tanya mama Ridha.

__ADS_1


" Ke dapur ma, ambil kiwi lagi, masih pengen makan soalnya" jawab Reina.


" Biar bibir saja sayang, kamu duduk di sini saja" ucap mama Ridha melarang menantu nya ke dapur.


" Tak apa ma, Reina saja, kan bagus kata dokter kalau sering bergerak" tolak Reina.


" Tapi sayang nanti kamu" ucapan mama Ridha terpotong.


" Tidak apa -apa Ma, biar Reina saja" potong Reina dan melangkah kan kakinya menuju dapur.


" Hati-hati sayang" teriak mama Ridha dan di jawab anggukan kepala oleh Reina.


Saat akan melangkah kan kakinya menuju dapur, tanpa sengaja Reina memijak sesuatu dan tiba tiba


Bruaaaaaak


Cetaaaaaaaar


Suara pecahan kaca begitu terdengar di telinga mama Ridha dan ibu Fitria, dengan cepat mama ridha terdiam beberapa saat kemudian langsung tersadar saat mendengar suara teriakan seseorang.


" Aaaaaahhhkkkk, Ya Allah"..


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2