La Tahzan, Jangan Bersedih

La Tahzan, Jangan Bersedih
#20


__ADS_3

Bagas dengan sabar menemani Reina yang sudah tertidur setelah Reina minum obat, Raka pun dengan setia menemani sang bos.


Saat sedang asik menatap wajah cantik Reina, Pintu kamar ruangan tempat Reina di rawat terbuka, masuk lah Dokter tampan yang selalu memeriksa keadaan Reina.


" Selamat malam" ucap Dana saat sudah masuk ke dalam.


Raka hanya melihat siapa yamg datang setelah itu dia kembali melihat layar ponsel nya, kalau Bagas sang bos tidak usah di tanya, diri nya masih tetap menatap wajah cantik Reina yang sedang tidur.


" Jangan terlalu di pandang Bos, Reina gak akan kemana mana kok" ucap Dana saat memeriksa infus yang tergantung di sisi tempat Reina.


Bagas hanya diam sambil menatap wajah Dana dengan mata elang nya.


" Aku tidak tahu perasaan ku sama dia bagaimana? tapi yang jelas aku ingin melindungi dia dari orang orang yang ingin menyakiti nya" ucap Bagas pada Dana.


" Apa kamu pernah merasa berdebar saat melihat Reina?" tanya Dana.


" Pernah? setiap hari malah" sahut Bagas dengan polos nya.


" Yaelah Gas, itu nama nya kamu jantuh cinta sama Reina" ucap Dana memberi tahu.


" Aku tidak tahu rasa nya jatuh cinta bagaimana, yang jelas aku merasa nyaman pada Reina" bantah Bagas kemudian duduk di sofa dekat Raka.


Dana pun menyusul Bagas dan Raka duduk di sofa setelah selesai memeriksa keadaan Reina.


" Bagaimana kabar Bobi?" tanya Bagas.


" Beres Bos, Bobi sudah mengerjakan nya tugas nya dengan baik" sahut Raka yang sudah mendapat kan informasi yang di berikan Bobi pada nya.


" Bagus, aku tunggu kabar selanjut nya" ucap Bagas dengan mata yang terua menatap ke arah tempat tidur Reina.


" Kaliam sedang melakukan apa? kenapa bawa bawa Bobi?" tanya Dana yang ingin tahu.


" Tugas kamu hanya menyembuh kan orang sakit, jadi kamu gak usah mau tahu urusan kita" ucap Bagas yang di sambut tawa oleh Raka.


" Ck...resek banget" ucap Dana dengan wajah kesal.

__ADS_1


" Nanti kamu juga akan tahu, tapi gak sekarang, oke" ucap Raka.


🌸🌸🌸🌸🌸


Pagi hari terdengar suara adzan berkumandang, Reina yang terbangun diluan merasa tangan sebelah kiri nya terasa berat, perlaham Reina melihat dengan ke arah kiri, betapa terkejut nya Reina saat melihat Bagas tertidur sambil duduk dan memeluk tangan kiri nya.


Tatapan mata Reina beralih ke sofa, ternyata di sana juga Raka dan dana tertidur menemani sang bos.


" Mereka menjaga ku sampai sampai tertidur seperti ini" ucap Reina dengan pelan.


Dengan perlahan Reina menarik tangan kiri nya agar tidak membangun kan Bagas.


Tapi usaha nya ternyata sia sia, Bagas langsung terbangun saat Reina menarik tangan nya.


" Kau sudah bangun?" tanya Bagas yang masih belum sadar sepenuh nya dari tidur nya.


" Ma..af kak, Rein jadi membangun kan kakak" ucap Reina dengan gugup.


" Tidak apa apa, sudah pagi juga" ucap Bagas setelah melihat jam yang ada di dinding.


" Hmmmm" jawab Reina sambil mengangguk kan kepala nya.


" Apa itu?" tanya Bagas.


" Hmmmm...to...tolong panggil kan suster perempuan kak, karena Reina mau ke kamar mandi" ucap Reina takut kalau Bagas gak mau membantu nya.


" Kenapa harus memanggil mereka, aku juga bisa membantu mu untuk membawa mu ke kamar mandi" sahut Bagas.


" Haah..apaaa?" ucap Reina terkejut.


Bagas pun sedikit terkejut mendengar suara Reina.


" Ada apa? apa kau tidak mau aku bantu?" tanya Bagas.


" Buu..bukan begitu kak, tapi aku malu, aku...aku mau buang air kecil soal nya" ucap Reina sambil menunduk kan kepala nya.

__ADS_1


Bagas yang melihat Reina malu malu pun menyungging kan sedikit sudut bibir nya karena lucu melihat tingkah Reina.


" Aku akan mengantar mu sampai depan pintu saja, kamu tidak usah khawatir" ucap Bagas yang langsung di angguki kepala oleh Reina.


Bagas pun menggendong Reina dan membawa nya ke kamar mandi, infus yang di tangan Reina di pegang oleh Reina setelah di matikan terlebih dahulu.


Raka dan Dana yang kebetulan sudah bangun hanya melihat apa yang di lakukan Bos nya saja, mereka tidak mau bersuara karena takut mengangguk kegiatan bos nya.


" Benar benar pemandangan yang romantis di pagi hari" ucap Dana yang di sambut senyuman oleh Raka.


Bagas menurun kan Reina duduk di kloset, setelah itu Bagas pun langsung keluar, sebelum menutup pintu, Bagas kembali berbicara pada Reina.


" Kalau butuh bantuan panggil aku saja" ucap Bagas dan di angguki kepala oleh Reina.


Bagas pun langsung menutup pintu, saat berbalik, Bagas di kejutan dengan dua pasang mata yang sedang melihay ke arah diri nya.


" Apa yang kalian lihat?" tanya Bagas.


" Flim romantia di pagi hari" jawab Dana dengan senyuman di bibir nya.


Raka hanya bisa tersenyum sedikit saja, takut bos nya akan marah.


" Ck...masih pagi juga otak mu sudah tidak beres" sahut Bagas yang masih setia berdiri di depan pintu kamar mandi.


" Sebaik nya kalian ke masjid dan sholat subuh dulu,aku sholat subuh di sini saja, karena kalau aku sholat di masjid tidak ada yang menjaga Reina" sambung Bagas yang di angguki kepala oleh Raka tapi tidak dengan Dana.


" Masih ada perawat yang bersedia menemani Reina kalau dia butuh sesuatu Gas,laki laki sholeh itu sholat nya di masjid, atau kamu mau di panggil laki laki sholeha karena sholat nya gak di masjid" ucap Dana yang sontak membuat Bagas menatap nya dengan tatapan tajam nya, sedang kan Raka sudah menahan tawa karena takut bos nya semakin marah.


" Ck...yaudah panggil perawat terbaik kamu sekarang" ucap Bagas yang langsung di angguki kepala oleh Dana.


Sebelum pergi ke masjid yang ada di rumah sakit, Bagas pamit dulu pada Reina agar Reina tahu kalau dia pergi, dan Bagas juga memberi tahu pada Reina kalau akan ada suster yang menemani nya nanti setelah diri nya pergi ke masjid.


Sementara di kamar hotel, Bobi tersenyum menatap wajah Siska yang masih terlelap di tempat tidur, setelah anak buah Bobi selesai menggerayangi tubuh Siska, Bobi langsung kembali masuk ke kamar yang di tempati oleh Siska, tapi Bobi tidak tidur di ranjang yang sama dengan Siska, melain kam di sofa yang ada di kamar hotel tersebut.


Bukan nya Bobi tidak mau tidur satu ranjang dengan Siska, tapi Bobi jijik karena melihat Siska yang seperti pelacur di gilir oleh empat pria sekaligus.

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2