La Tahzan, Jangan Bersedih

La Tahzan, Jangan Bersedih
#122


__ADS_3

Saat semuanya sedang makan, tiba tiba saja dari arah pintu masuk terdengar suara orang yang mengucap salam.


" Assalamu'alaikum "


Bagas dan lainnya langsung melihat ke arah suara.


Deg


Rangga yang melihat siapa yang berdiri bersama mama Ridha dan papa Andre jantungnya langsung berdetak kencang, Rangga langsung berdiri dan menatap wanita yang ada di hadapannya.


Reina yang melihat itu hanya bisa menatap Rangga dengan heran, setelah itu Reina langsung tersenyum saat melihat kedua mertuanya sudah pulang dari holiday.


" Mama, Papa Reina kangen" ucap Reina yang langsung berlari ke arah Ridha dan memeluknya dengan erat.


" Mama juga kangen banget sama kamu sayang" balas mama Ridha memeluk tubuh Reina dengan arat.


" Papa gak di peluk nii" ucap papa Andre yang membuat Reina langsung melepas pelukannya, dan tersenyumke arah papa Andre.


Reina langsung berjalan ke arah papa Andre dan akan memeluk papa Andre, tapi belum sempat memeluk Bagas sudah menarik Reina dan Reina malah memeluk tubuh tagap Bagas.


" Ck, kau selalu saja seperti ini Gas, selalu cemburu pada papamu sendiri" ucap papa Andre dengan wajah kesal.


" Reina ini istriku Pa, papa tidak boleh main minta peluk saja" jawab Bagas dengan wajah tegasnya.

__ADS_1


Reina dan mama Reina hanya bisa menggelengkan kepala mereka melihat anak dan papa selalu saja adu mulut kalau tidak sependapat.


" Tante apa kabar?" ucap Bagas langsung menyalami Fitria dengan sopan.


" Baik Gas, kamu makin tampan saja ya" Jawab Fitria sambil mengelus kepala Bagas dengan lembut.


" Bagas sudah tampan dari orok Tan, jadi sampai besar pasti tetap akan tampan bahkan semakin tampan" ucap Bagas dengan percaya dirinya dan membuat yang ada di sana hanya bisa berdecak kesal.


Reina hanya mmeperhatikan Bagas dan Fitria dengan senyuman di wajahnya, entah kenapa dia begitu merasa dekat dengan wanita yang ada di hadapannya ini, tapi Reina berfikir kalau dia sama sekali tidak kenal, namun melihat wajah teduh Fitria membuat dia begitu merasa ingin memeluknya.


" Rangga apa kau mau menjadi anak durhaka, bukannya kau salamin ibu kamu" ucap Bagas yang langsung membuat Reina terkejut.


Jadi tante ini ibunya kak Rangga, batin Reina menatap Rangga yang sedang berjalan ke arah Fitria.


" Awawaaaw, Bu uda dong, malu sama Om Andre dan Tante Ridha" ucap Rangga sambil berusaha melepas tangan ibunya dari telinganya.


" Habis kau selalu membuat Ibu kesal tau gak" ucap Fitri kemudian melepaskan jewerannya.


Reina menatap keduanya begitu adem rasanya, Ia tersenyum melihat keraha ibu dan anak yangada di hadapannya.


" Sayang kenalin ini Ibunya Rangga, dan pastinya teman mama dan papa juga" ucap mama Ridha memperkenalkan Reina dengan Fitria.


Reina langsung menyalami Fitria dengan sopan, Fitria yang di salami Reina ingin sekali menumpahkan air matanya, keponakan yang selama ini tidak ia lihat hanya untuk melindungi Reina dari kekejaman keluarga tirinya dan pamannya.

__ADS_1


Fitria langsung membawa tubuh Reina ke dalam pelukannya, saat memeluk Reina Fitria mengeluarkan air matanyam tapi dengan cepat Ia langsung menghapusnya agar tidak di ketahui oleh Bagas dan Rangga.


Namun semua itu tidak dapat di hindari, Bagas melihat Fitria menghapus air matanya, dan mebuat Bagas langsung mengerutkan alis matanya.


Sedangkan Rangga juga merasa bingung, ada apa dengan ibunya, kenapa merasa begitu dekat dan sudah seerti pernah bertemu, padahal setelah belasan tahun lamanya ibunya baru ini pertama kalinya kembali ke kampung halamannya setelah bertahun tahun pergi meninggalkan kota Jakarta.


Reina yang di peluk juga begitu merasa nyaman, dia merasa telah di peluk oleh ibu kandungnya sendiri dan ayahnya yang sudah pergi meninggalkan dirinya sendiri.


" Kamu sangat cantik, Bagas beruntung menjadikan mu istrinya" ucap Fitria setetelah melepaskan pelukannya dengan Reina.


" Aku lah yang beruntung karena mendapat kan suami seperti mas Bagas tan, dan mendapat kan mama Ridha dan papa Andre sebagai mertuaku, pengganti kedua orang tua ku, dan mereka semua menyayangi ku begitu tukus" jawab Reina yang membuat Bagas dan mama Ridha tersenyum mendengar kata kata Reina.


" Sebaiknya kita serapan terlebih dahulu, aku sangat lapar karena baru sampai di sini" ucap papa Andre dan semua yang ada di sana langsung melanjutkan serapannya sambil sesekali cerita.


Setelah selesai serapan, Bagas dan Raka sudah berangkat ke Jakarta, Mama Ridha dan papa Andre masuk ke dalam kamar mereka untuk istirahat.


Meta saat ini sedang menemani Reina yang sedang berkunjung ke kantor peninggalan Ayahnya.


Tinggalah Rangga dan Ibunya saat ini di rumah belakang yang di tempat Rangga selama Rangga tinggal di Jakarta.


" Apa yang Ibu sembunyikan dari ku?" Tanya Rangga dengan wajah seriusnya.


Deg

__ADS_1


__ADS_2