La Tahzan, Jangan Bersedih

La Tahzan, Jangan Bersedih
#114


__ADS_3

" Iiihhhhhhhhhh, Ya elaaaaah" teriak Reina sengaja agar di dengar Bagas.


Dan benar saja, Bagas langsung kalang kabut menemui Reina yang ada di kamar mereka, karena Bagas gak mau Reina sampai marah-marah lagi.


" Kenapa sayang, kenapa?" tanya Bagas dengan wajah khawatir sambil berjalan ke arah tempat tidur dimana Reina berada.


" Ini Mas, tadi Reina mau pesan makan di aplikasi, tapi yang datang malah ini" ucap Reina menujukkan kotak pizza yang sudah kosong pada Bagas.


"Emang kamu mau pesan apa sayang?" tanya Bagas yang sudah menerima kotak yang di berikan oleh Reina dan membukanya.


Deg


Bagas langsung menatap Reina yang saat ini sudah tersenyum manis ke arah Bagas.


" Aaaaaaahhhhhhlll, sayang" teriak Bagas yang langsung memeluk Reina dengan erat.


Reina terkekeh lucu melihat suaminya yang begitu terkejut saat mengetahui dirinya positif hamil. di lihatnya suaminya masih terdiam memeluk tubuh Reina.


" Mas kamu gak apa-apa" tanya Reina masih dengan kekehan.


" Sayang ini beneran?" tanya Bagas menatap wajah Reina yang masih sesekali terkekeh karena lucu melihat suaminya terkejut.


" Iya sayang, dan sekarang sudah ada bayi kecil, hehehe Mas bayi gedek berarti" ucap Reina masih dengan kekehannya dan di sambut tawa oleh Bagas yang juga ikutan tertawa.

__ADS_1


Bagas masih memperhatikan tespack yang ada di tangannya masih dengan memeluk Reina, " Sayang 3+ ini maskudnya apa?" tanya Bagas menatap wajah Reina.


" Itu mungkin anaknya lebih dari tiga Mas" jawab Reina tertawa dan di sambut tawa juga oleh Bagas.


" Sayang sumpah Mas senang banget, ahkirnya uda ada Bagas junior di sini" ucap Bagas mengelus perut Reina yang masih datar.


Reina tertawa sambil mengelus kepala Bagas yang di benamkan di perut rata Reina, " Sayang aa dia sudah bisa nendang?" tanya Bagas dengan wajah bodohnya.


" Hahaha, belum lah mas, kan masih baru kecil, masih segumpal daging" sahut Reina.


" Kamu ngerjai Mas tadi ya?" ucap Bagas dengan menatap Reina tajam.


Reina kembali terkekeh dan memeluk Bagas dengan erat, " tadi kan mas taunya Reina lagi bete, yauda sekalian aja kerjain, Mas kan kalau Reina lagi bete pasti kalang kabut kalau Reina teriak teriak" ucap Reina memberitahu.


" Jangan jangan kamu ahkir ahkir ini aneh karena bawaan lagi hamil sayang" tebak Bagas.


" Mungkin juga sayang, habis aku gerah banget saat pulang dari kantor Ayah tadi, apa lagi saat melihat kelakuan sahabat kamu Mas yang malah buat mesum di kantor Ayah, pengen banget Reina sunat kedua kalinya tuh kak Rangga" ucap Reina ahkirnya menceritakan dan sukses membuat Bagas terkejut.


" Buat mesum, maksud kamu Rangga bawa wanita ke kantor dan melakukan hal yang tidak senonoh gitu" tanya Bagas memastikan dan langsung di jawab anggukan kepala oleh Reina.


Kurang aja kau Rangga, beraninya kau berbuat mesum di kantor istriku, habislah kau saat bertemu dengan ku nanti" batin Bagas.


" Sayang kamu kenapa tiba-tiba merasa langsung periksa pakai alat ini?" tanya Bagas tiba=tiba.

__ADS_1


" Sebenarnya itu uda lama Reina pesan mas dari online, dan datangnya sudah 4 hari yang lalu, tapi Reina ngerasa belum pasti aja, karena di situ tertulis harus telat minimal 7 hari, sedangkan Reina baru telat empat hari, maka nya tadi Reina coba karena penasaran dan uda telat 7 hari" jawab Reina menjelaskan.


" Waaaahhh, Sehat sehat ya sayang di perut mama, papa pasti akan selalu menjaga kalian berdua dan menunggu kamu lahir sayang" ucap Bagas berbicara di perut Reina.


 " Anak kita uda bisa dengar sayang?" tanya Bagas lagi dengan wajah bodohnya.


" Hahaha, belum lah mas, belum dengar dia" jawab Reina sambil mengusap kepala Bagas dengan lembut.


" Jadi juga ahkirnya anak kita made in" ucapan Bagas terhenti karena berfikir.


" Mede ini apa mas?" tanya Reina.


" Anak kita ini made in mana ya sayang, secara kemarin waktu bulan madu tiap negara kita selalu temput?" tanya Bagas yang langsung dapat tabokan dari Reina.


" Awwww, sakit sayang?" ucap Bagas.


"Kamu sih aneh mas, masak anak sendiri di kata kan buatan mana, emang barang atau makanan, ini itu hasil buatan kamu lah mas, kalau tempatnya dimana pun gak ada ngaruhnya" sahut Reina dengan wajah kesal kembali.


" Maaf sayang, sekarang cepat banget marahnya" ucap Bagas.


" Ngaruh sama hormon kehamilan mas, karena bapaknya suka marah marah jadi nurun ke anaknya, makanya Reina sekarang suka marah marah" sahut Reina yang langsung membuat Bagas mingkep seketika.


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2