La Tahzan, Jangan Bersedih

La Tahzan, Jangan Bersedih
#70


__ADS_3

Kabar Reina sudah di temuka oleh mama Ridha dan papa Andre pun langsung terdengar, dan Bagas juga sudah memberi tahu kan kedua orang tua nya agar diri nya dan Reina langsung menikah secepat nya.


Namun mama Ridha tidak setuju kalau Reina dan Bags menikah di luar negeri mengingat kondisi Reina yang masih lemah, di tambah Reina akan menempuh perjalanan yang cukup jauh.


" Mama pokok nya tidak setuju Gas, kalau kamu masih mekasa kan kehendak mu, maka mama akan membawa Reina pergi dari hidup mu" ucap mama Ridha pada Bags yang saat ini berada di ruang perawatan Reina.


" Ma..dengar Bagas sekali ini saja, kalau Bagas tidak menikahi Reina dalam waktu dekat ini, mereka pasti akan berusaha menyakiti Reina kembali, dan paman nya akan semakin semana mena pada kita Ma, apa mama lupa kalau paman Reina masih mengingin kan kematian Reina dan masih mengingin kan mama untuk menjadi pendamping nya" ucap Bagas.


" Kalau Bagas menikah di sini, dan kabar pernikahan kami di dengar oleh Paman nya dan wanita iblis itu, Bagas yakin mereka akan menghancur kan dan berusaha mengagal kan pernikahan Bagas ma" sambung Bagas lagi.


" Mama mau kamu dan Reina menikah di kediaman Kesuma, tanpa perayan apa pun, setelah semua nya aman baru kita mengadakan resepsi, mama yakin mereka tidak akan tahu, tidak ada yang kita undang, hanya orang orang tedekat kita saja yang tahu" ucap Mama.


Bagas menatap papa nya yang duduk di sofa dan langsung mengangguk kan kepala nya tanda setuju apa yang di kata kan istri tercinta nya.


Bagas menghela nafas nya kasar, " Baik lah kalau itu mau mama dan papa, tapi kalau ini gagal, Bagas akan membawa Reina keluar Negeri dan akan menikah di sana tanpa izin dari mama atau pun papa" ucap Bagas.


Mama dan papa hanya terdiam menatap putra satu satu nya mereka yang sudah duduk di tempat tidur Reina dan menatap Reina yang masih tertidur.


 


Muklis dan Diana semakin meradang karena sampai sekarang tidak bisa menemukan Reina.


" Dasar anak bodoh, percuma aku membayar kalian mahal, tapi apa yang aku dapat, Hahkk" bentak Muklis pada semua anak buah nya.


Muklis langsung mengambil pistol yang ada di laci nya, dengan secepat kilat Muklis menembaki anak buah nya hingga tak bernyawa.


Dor


Dor

__ADS_1


Dor


Dor


" Apa yang kau lakukan?" tanya Diana yang terkejut melihat anak buah nya sudah tak bernyawa.


" Aku tidak akan membiar kan orang orang seperti mereka ada di sini, bekerja saja tidak bencus" ucap Muklis.


" Kalau kalian tidak ingin seperti mereka, maka lakukan lah pekerjaan kalian dengan benar" ucap Muklis pada anak buah ya yang masih tersisa.


" Buah mayat nya ke kandang buaya" ucap Muklis langsung menyuruh anak buah nya.


Diana menatap ke empat anak buah nya yang sudah tidak bernyawa dengan tatapan yang sulit di arti kan.


Namun saat masih melihat anak buah nya yang terahkir di seret oleh orang suruhan Muklis, orang orang Muklis masuk dengan membawa sebuah informasi.


" Maaf Bos kami sudah tahu dimana keberadaan Nona Reina saat ini" ucap anak buah Muklis.


" Saat ini nona Reina berada di rumah sakit milik keluarga Kesuma Bos, dan di sana sudah ada Tuan Bagas yang menunggu nya dan Tuan Bagas juga lah yang membawa Reina keluar dari dalam hutan Bos" ucap anak buah Muklis meberi tahu.


" Jadi anak sialan itu sudah kembali?" tanya Muklis dan membalik kan kursi nya dan menatap anak buah nya.


" Betul Bos" sahut anak buah Muklis.


" Bagus...bagaimana pun cara nya culik Reina, aku tidak mau kalian gagal lagi" ucap Muklis dengan menatap tajam wajah anak buah nya.


" Baik bos, kami akan berusaha mengerjaan dengan baik" ucap anak buah Muklis dan langsung pamit unur diri.


Boby yang mendengar semua percakapan Muklis dari micropon kecil yang di letak kan di tas Diana saat Diana datang ke rumah besar Kesuma dulu mengetahui apa yang di rencana kan Muklis.

__ADS_1


Dengan cepat Boby dan Rangga bergerak dan melucur ke rumah sakit dengan cepat,Sedang kan Raka yang sedang mengurus pernikahan Bagas dan Reina.


Saat ini Rangga dan Boby sudah berada di rumah sakit, dengan langkah cepat mereka langsung masuk ke dalam ruangan Reina dengan menyamar sebagai perawat dan memakai masker medis agar tidak ada yang curiga.


Saat masuk ke dalam ruangan Reina, Bagas, mama Ridha dan papa Andre terkejut melihat kedatangan dua orang perawat.


" ada apa? apa kalian mau mati karena masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu" ucap Bagas dengan emosi.


Rangga langsung berjalan ke arah Bagas dan memberi kan surat yang dia keluar kan dari kantong celana nya.


Jangan bersuaram ikuti saja apa yang kami lakukan, anak buah Muklis sudah berkeliaran di rumah sakit ini untuk menculik Reina.


Isi surat yang Rangga beri kan pada Bagas, Bagas langsung menyuruh Reina untuk tiduran, dan dengan cepat Rangga dan Boby menutup Reina dengan kain putih yang sudah mereka siap kan sebelum nya.


Reina yang tidak tahu apa apa berusah berontak, namun Bagas meyakin kan Reina dengan tatapan mata nya tanpa bersuara, Reina pun diam dan mengikuti kemauan Bagas dengan berpra pura menjadi paien yang  sudah meninggal.


Rangga mendorong brangkar Reina keluar dari kamar Reina, Bagas yang mengikuti Reina langsung di stop oleh Boby. Boby langsung mengetik kata kata di ponsel nya agar Bagas membaca nya.


Di depan ada plastik hitam, pakai lah apa yang ada isi nya di sana, agar orang orang Muklis tidak mengenal Bos, nyonya dan Tuan besar.


Pesan yang di ketik Boby, Bagas langsung mengangguk kan kepala nya, sedang kan Boby langsung menyusul Rangga yang sudah keluar dari ruangan perawatan.


Bagas dengan cepat mengambil plastik yang ada di depan ruangan Reina, Bagas memberi kan pada mama dan papa nya, seakan mengerti apa maksud dari anak nya, mereka langsung menggunakan penyamaran sudah di siap kan oleh Boby dan Rangga.


Dana yang sudah di konfirmasi terlebih dahulu bersikap pura pura tidak mengenenali Bagas dan yang lain nya, dan kenapa Boby dan Rangga tidak bersuara, karena kalau bersuara maka Muklis akan mengetahui rencana mereka karena anak buah Muklis membawa micropon kecil yang radius nya bisa mendengar orang berbicara dari jarak puluhan meter.


Bagas dan kedua orang tua nya berakting dengan menangis karena keluarga nya yang meninggal, dan benar saja, begitu keluar dari ruang perawatan Reina, Bagas melihat kalu sudah tersebar begitu banyak anak buah Muklis dan Diana untuk mencari dimana keberadaan Reina.


Aku gak akan biar kan rencana kalian berjalan dengan lancar, aku akan membalas kalian semua setelah aku menikahi Reina nanti, batin Bagas saat melewati orang orang Muklis.

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2