
"Kau sudah berhasil menghancurkan ponselku, kau tahu ini berapa harga.." ucapan Rangga terhenti saat melihat wanita yang sedari siang menganggu pikirannya dan membuat dirinya di permalukan oleh adik dan juga adik iparnya.
" Loh mas bukannya yang tadi siang di kantor polisi kan" tanya Ivo sambil menujuk wajah Rangga.
Bukannya menjawab, Rangga hanya diam saja namun jantungnya sudah berdetak tidak normal sambil menatap wajah cantik polwan yang ada di hadapannya.
Ivo hanya diam menatap Rangga yang diam saja, Dia menggerak-gerakkan tangannya ke wajah Rangga namun Rangga seperti terhipnotis dengan cantiknya wajah wanita yang ada di hadapannya.
Teeeeeeen
Suara klekson mobil langsung membut Rangga langsung tersadar dan Rangga melihat Ivo masih berdiri di hadapannya langsung menundukkan kepalanya, dengan langkah cepat Rangga langsung pergi meninggalkan Ivo yang masih berdiri di tempatnya.
" Pria aneh" ucap Ivo melihat Rangga yang malah pergi begitu saja.
" Tapi tadi ponselnya sepertinya rusak, sebaiknya aku perbaiki saja" lanjut Ivo kemudian langsung mengejar Rangga yang masih terlihat.
" Pak"
__ADS_1
" Pak" Teriak Ivo mengejar Rangga yang langsung membuat Rangga menghentikan langkahnya dan berbalik menatap Ivo yang berlari ke arahnya.
" Maaf Pak, saya hanya mau meminjam ponsel bapak yang tadi gak sengaja jatuh gara-gara saya" ucap Ivo dengan suara lembutnya.
" Hp nya gak rusak, kalau pun rusak saya bisa membeli yang baru" sahut Rangga dengan suara dinginnya.
" Tapi pak saya benar-benar merasa bersalah, karena keteledoran saya, hp bapak jadi jatuh" ucap Ivo.
" Tidak masalah" sahut Rangga kemudian berbalik meninggalkan Ivo. Namun langkahnya terhenti saat mendengar suara Ivo.
" Sekali lagi terima kasih banyak pak, semoga kebaikan bapak di balas sama Allah" ucap Ivo yang sukses membuat Rangga berbalik.
" Tapi jangan panggil saya bapak, karena saya bukan bapak kamu" sambung Rangga dengan wajah datarnya yang membuat Ivo terkejut mendengarnya.
" Ck, baru juga di puji. ehk uda datar lagi aja tu muka, terus kalau gak manggil bapak manggil apa dong? entar kakak di bilang bukan kakaknya, abang malah mirip abang tukang bakso, mas..iyaa kali manggil mas, bukan suami aku kali" ngedumel Ivo menatap punggung Rangga yang sudah jauh.
" Kamu kenapa Vo? bukannya masuk malah nyerocos gak jelas di sini" ucap sahabat Ivo yang membuat Ivo terkejut.
__ADS_1
" Astagfirullah Iqbal, kau sukses membuat aku hampir mati" ucap Ivo sambil mengelus dadanya.
"Polwan cantik mana mungkin langsung mati kalau hanya mendengar suara ku" gombal Iqbal yang sukses membuat Ivo berdecak kesal.
" Sendirian aja?" tanya Ivo melihat Iqbal.
Iqbal menjawab dengan anggukan kepala, kemudian mereka sama sama masuk ke dalam menyapa pemilik rumah untuk mengucapkan selamat atas rumah baru bos mereka.
Namun saat Ivo dan Iqbal berjalan sambil bercerita dan sesekali Ivo tertawa karena lelucon yang di berikan Iqbal, membuat seseorang menatap ke arah Ivo dan iqbal dengan tatapan tajam.
Dan hal itu dapat di lihat oleh Reina, sehingga Reina langsung tahu siapa yang membuat kakaknya mendadak seperti malaikat pencabut nyawa dengan tiba-tiba.
" Maka nya gerak cepat dong kak, keburu di pepet sama pak polisi yang juga tampan itu" ucap Reina yang malah membuat Bagas langsung memasang tanduknya.
" Kamu mengatakan laki-laki lain tampan di depan suami kamu sendiri" tanya Bagas yang langsung membuat Reina terkejut dan membuat Rangga malah terkekeh melihat wajah bodoh adiknya.
" Hahk" ucap Reina terkejut.
__ADS_1
Tbc.