La Tahzan, Jangan Bersedih

La Tahzan, Jangan Bersedih
#121


__ADS_3

Pesawat mendarat tepat di bandara Soekarno Hatta, Papa Andre, mama Ridha dan seseorang yang saat ini sedang berjalan beriringan menuju mobil yang sedang menunggu tuan besar nya pulang.


" Kau mungkin akan begitu terkejut setelah melihat wajahnya" ucap mama Ridha saat berjalan menuju mobil mewah mereka.


" Yaah mungkin saja, dan bisa jadi saya akan mendadak mendapat serangan jantung" sahutnya dengan kekehan kecil.


Rasa tak sabar ingin melihat wajah keponakannya yang sudah belasan tahun tidak di lihat.


Terahkir dia melihat saat usianya masih bayi merah dan saat menegangkan saat bayi merah itu akan segera di bunuh namun takdir masih berbaik hati padanya karena sampai saat ini Allah masih melindunginya bernafas dan menghirup udara segar di dunia.


Di kediaman Kesuma, Rangga baru saja selesai serapan bersama dengan Raka dan Meta, Bagas dan Reina masih berada di kamar mereka karena setelah selesai makan malam, entah kenapa Reina ingin sekali di sentuh oleh suami tampannya, tentu saja Bagas tidak menolak dan menurutnya itu adalah rezeki nomplok.


" Sayang hari ini mas ada metiing, mungkin pulangnya akan agak terlambat, hari ini kamu mau ikut mas atau akan mengecek perusahaan ayah?" tanya Bagas saat Reina sedang memasangkan dasinya.


" Hari ini Rein di rumah saja mas, badan Reina pegal pegal semua karena ulah mas tadi malam, begitu ganas, untung saja bayi kita tidak kenapa napa" sahut Reina sedikit cemberut.


" Maaf sayang, habis kamu buat mas gak tahan" ucap Bagas sambil mengelus wajah Reina yang begitu cantik dimatanya.


" Tapi kita belum mengecek kandungan kamu sayang, apa siang ini saja ya kita ke rumah sakit, mas ingin sekali memeriksa calon anak kita" sambung Bagas sambil mengelus perut Reina yang masih rata.


" Besok saja mas, Reina gak mau menganggu mas kerja, lagian Reina juga tidak ada masalah apa apa kan" ucap Reina sambil merapikan dasi Bagas dan memegang dada bidang Bagas yang begitu gagah di mata Reina.

__ADS_1


" Hmmmm, pokoknya nanti akan mas luang kan waktu buat kamu dan calon anak kita sayang, nanti mas kabari ya kalau kita jadi periksa ke rumah sakit" sahut Bagas yang di njawab anggukan kepala dan senyuman manis oleh Reina.


" Yasudah ayo kita serapan, pasti kamu sudah laper kan" ajak Bagas sambil menarik tangan Reina keluar kamar.


Reina pun langsung mengikuti langkah kaki Bagas, saat menuruni tangga, rahang Bagas langsung mengeras melihat ketiga orang yang ada di meja makan sedang makan dengan lahapnya.


" Beraninya mereka makan tanpa menungguku" ucap Bagas dengan mata tajam nya memperhatikan Rangga, Raka dan Meta.


Reina hanya menarik nafas dalam melihat suaminya akan marah melihat orang kepercayaan nya sedang serapan tanpa menunggu suaminya dan juga dirinya.


"Apa kalian sudah kenyang?" tanya Bagas dengan suara beratnya.


Rangga, Raka dan Meta langsung menghentikan kunyahan mereka saat mendengat suara Bagas.


" Ma.. ma.. aaf bos, kami kira bos dan nona Reina masih lama di kamar, karena mengingat sudah siang, jadi kami berinisiatif makan duluan karna kami sudah sangat lapar" jawab Raka dengan gugup sambil menundukkan kepalanya.


Meta yang melihat bosnya begitu susah untuk menelan makanan yang masih ada di mulutnya, beda halnya dengan Rangga yang awal nya sempat menghentikan kunyahannya, tapi setelah itu ia kembali melanjutkan makannya dengan lahap.


" Mendingan kamu duduk dan makan Gas, aku yakin cacing di perutmu pasti sudah demi akibat olahraga malam kalian tadi malam" ucap Rangga tanpa menatap Bagas dan membuat Bagas dan Reina langsung melotot kan matanya mendengar ucapan Rangga.


" Kami tadi malam tidak ada makan sedikit pun akibat, dan kau masih mau marah karena kami makan diluan, kau tak melihat itu sudah jam berapa?" sambung Rangga.

__ADS_1


" Sudahlah Mas, kamu jangan marah marah terus, isi dulu energi kamu sayang" ucap Reina menarik tangan Bagas dengan lembut.


Dan tentu saja Bagas langsung menurut walau wajah nya masih saja di tekuk karena kesal.


Reina mengambil makanan khusus buat suaminya yang memang belum di sentuh oleh Rangga, Raka dan Meta. Karena mereka tahu kalau itu makanan khusus untuk pasangan suami istri pasangan di rumah Kesuma.


" Mas sedari tadi pagi entah kenapa mata Reina selalu saja kedutan, kata orang orang kalau mata kita kedutan bisa jadi akan menangis dan bertemu dengan orang yang sudah lama tidak kita temui" ucap Reina di sela mengambilkan serapan untuk Bagas.


Bagas yang mendengar ucapan Reina langsung tersenyum menatap wajah cantik Reina.


" Itu hanya mitos sayang, mas tidak percaya dengan hal hal begitu, mungkin mata kamu sering kedutan karena kurang tidur saja sayang" sahut Bagas yang sudah menerima serapan dari Reina.


" Mungkin juga sih" ucap Reina lagi yang sudah memberikan jus untuk Bagas.


" Terima kasih sayang" ucap Bagas dan di jawab senyuman oleh Reina.


Saat semuanya sedang makan, tiba tiba saja dari arah pintu masuk terdengar suara orang yang mengucap salam.


" Assalamu'alaikum "


Bagas dan lainnya langsung melihat ke arah suara.

__ADS_1


Deg


TBC.


__ADS_2