La Tahzan, Jangan Bersedih

La Tahzan, Jangan Bersedih
#92


__ADS_3

Sementara Mama Ridha yang belum melihat tanda tanda Reina akan sadar saat ini berada di dapur menyuruh para pelayan untuk membuat kan bubur agar kalau Reina sadar Reina segera makan agar tidak lemas.


Setelah mengatakan itu pada pelayan, mama Ridha kembali ke kamar Reina untuk melihat keadaan menatunya, namun saat mama Ridha membuka pintu kamar Reina dan berjalan ke arah tempat tidur, mama Ridha begitu terkejut melihat seseorang ada di dalam kamar tersebut.


" Kamu" ucap mama Ridha yang berdiri mematung melihat orang tersebut.


" Ssssssst, diam Ma, nanti Reina bagun" ucap Bagas yang masih setia menatap wajah Reina yang masih memejamkan matanya.


" Tapi...tapi kenapa kamu berada di sini, bukannya tadi kata Rangga kamu" ucapan mama Ridha terputus karena masih tidak percaya kalau putra nya berada di hadapannya saat ini.


"Cerita nya panjang Ma, nanti Bagas ceritakan kalau papa dan Rangga sudah sampai di rumah, sekarang Bagas mau istirahat dulu Ma, badan Bagas sakit semua" ucap Bagas memberitahu.


" Lalu Raka dimana?" tanya mama Ridha.


" Raka ada di kamar tamu Ma, sedang istirahat juga" sahut Bagas memberitahu.

__ADS_1


" Mama panggilkan Dana ya, biar dia periksa kalian dulu" ucap mama Ridha sambil melangkah untuk mengambil ponselnya namun langsung di cegah Bagas.


" Jangan Ma, Jangan beri tahu siapa pun dulu, dan mama jangan menelpon papa atau pun Rangga saat ini, biar kan Papa dan Rangga pulang dulu, aku tidak mau keberadaan ku dan Raka di ketehaui oleh wanita iblis itu" ucap Bagsa memberitahu.


" Iya tapi kenapa sayang, mama takut kamu luka kamu kalau tidak segera di obati akan semakin parah" tanya mama Ridha.


" Tidak apa apa Ma, ini hanya luka kecil" ucap Bagas.


Mama Ridha hanya diam dan pasrah, " Yasudah mama keluar dulu, kamu istirahat saja, dan beritah mama kalau Reina sudah sadar" ucap mama Ridha yang langsung di angguki kepala oleh Bagas.


Sementara di lokasi kejadian, papa Andre dan Rangga sudah begitu takut dengan tanda tanda bukti penemuan barang barang Bagas dan Raka.


" Maaf tuan, dari barang barang tuan Bagas dan tuan Raka, kalau bisa di simpulkan kalau tuan Bagas dan Tuan Raka ikut terbakar saat mobil yang di kenderai tuan Raka meledak, kita bisa melihat tubuh yang hangus terbakar dan potongan jas yang juga masih ada sisa kalau ini adalah jas milik tuan Bagas dan tuan Raka" ucap polisi memberi bukti pada papa Andre dan Rangga.


Papa Andre menerima sisa kain yang tidak terbakar dan membenarkan kalau itu milik putra nya.

__ADS_1


" Gak,,gak mungkin Ngga, Bagas tidak mungkin hangus terbakar" ucap papa Andre dengan tubuh gemetar.


" Sabar Om, kita jangan percaya dulu, ini semua belum jelas kebenarnya" ucap Rangga yang sudah menampung bobot tubuh papa Andre.


Rangga menatap Bobi dan anak buahnya, " Aku akan pulang sebentar mengantar Om Andre, kalian terus lacak keberadaan Bagas dan Raka, infokan padaku kalau kalian menemukan barang bukti apa pun itu" ucap Rangga yang langsung di angguki oleh Bobi dan anak buahnya.


Rangga langsung memnbawa papa Andre masuk ke dalam mobildan mengantarkan nya pulang, Dari kejauhan seorang wanita dengan rambut sebahu tersenyum penuh dengan kebencian melihat kepergian Andre dan Rangga.


Di bukanya kaca mata yang bertengker di hidungnya setelah mobil yang di kenderai Rangga pergi meninggalkan lokasi kecelakaan Bagas dan Raka.


" Ahkirnya aku melihat kehancuran di matamu Andre Kesuma, kau harus membalas semua ini, karena ulah mu Muklis pergi meningglkan ku dan karena ulah putra mu, Putri ku di perkosa oleh banyak nya preman, aku tidak akan membeiar kan kau bisa tersenyum kembali, dan selamat tinggal Bagas dan asisten bodohmu itu, selamat jalan semoga kau bisa masuk ke dalam surga, atau malah masuk ke dalam neraka" ucap Diana dengan tersenyum penuh dengan dendam.


Diana kembali menuju apertemennya dengan berjalan penuh dengan kemenangan karena apa yang di inginkan nya tercapai, Bobi tanpa sengaja melihat Diana saat akan masuk ke dalam mobil.


" Ck, wanita itu lagi, aku yakin ini pasti perbuatatannya" ucap Bobi yang langsung mengambil ponselnya dan memberitahu pada Rangga tentang apa yang baru saja dia lihat.

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2