La Tahzan, Jangan Bersedih

La Tahzan, Jangan Bersedih
#157


__ADS_3

" Ayo lah Meta, kau harus move on, kalian itu berbeda dan dia tidak mencintai kamu sama sekali" ucap Meta sambil menutup matanya.


" Siapa yang kamu maksud?" tanya seeorang yang tiba-tiba berada di belakang Meta.


Deg


" jadi kau sedari tadi diam saja seperti ayam bodoh karena kau lagi patah hati" tanya Rangga yang langsung berjalan ke arah dimana Meta berdiri membelakangi dirinya.


Meta terdiam dengan nafas yang memburu, jantungnya berdetak begitu kencan seperti orang yang selesai lari maraton.


" Meta?" panggil Rangga dan sudah berdiri di hadapan Meta.


Dari kejauhan Reina memperhatikan kakak dan asistennya dari arah belakang, begitu juga dengan Raka yang saat ingin mengambil air minum karena dirinya baru saja sampai dan ingin menghilangkan dahaganya, namun saat akan kembali ke kamarnya, dia mendengar suara Rangga yang memanggil nama Meta, sehingga Raka mengurungkan niatnya untuk ke kamar, tapi malah bersembunyi di balik tembok untuk mendengar pembicaran anatar Rangga dan Meta.


" kau sedang patah hati" tanya Rangga kembali yang masih belum mendapat jawaban Meta.


" Bukan urusan Tuan" jawab Meta yang langsung mengusap pipinya karena air matanya sudah jatuh di saat yang tidak tepat.


Rangga yang melihat Meta menagis langsung mendekat, namun Meta mundur satu langkah karena Meta tidak mau Rangga mendengar suara etak jantungnya.


" Jangan mendekat kak" ucap Meta dengan sedikit berteriak.

__ADS_1


Rangga terkejut mendengar suara teriakan Meta, begitu juga dengan Reina dan Raka yang melihat keberanian Meta membentak Rangga.


" Berani kau meneriaki ku?" ucap Rangga.


" Maaf" ucap Meta yang kemudian langsung berbalik untuk pergi namun langkahnya langsung terhenti saat Rangga menarik tanggannya.


" Ada apa dengan mu, kau tidak bisa seperti Meta, kau itu asisten adik ku, kalau kau sekarang lemah seperti ini, aku mengkhawatirkan adikku, apalagi saat ini dia sedang hamil dan kau itu" tegur Rangga.


Meta masih diam mendengarkan perkataan yang keluar dari mulut Rangga,dadanya naik turun karena nafasnya yang tidak bisa normal seperti orang biasa.


" Kalau kau sekarang seeprti ini, lebih baik kau mengundurkan diri saja dari pada kau tidak becus untuk menjaga adikku" ucap Rangga lagi yang langsung membuat Meta tersenyum samar, namun ucapan Rangga membuat Reina dan Raka terkejut.


" Baik" sahut Meta yang membuat Reina dan Raka kembali terkejut.


Berbeda dengan Reina yang sudah sedikit paham karena Meta menatap Rangga berbeda, sedangkan Raka masih menebak nebak kalau Meta ada hati pada Rangga.


"Apa maksudmu?" tanya Rangga tidak mengerti.


" Tuan tidak perlu tahu, yang jelas besok saya sudah tidak akan menjadi asisten nona Reina lagi sesuai apa yang tuan inginkan" jawab Meta dan langsung pergi berlari meninggalkan Rangga sendirina di sana dengan rasa kebingungan.


Reina menatap kepergian Meta dengan wajah yang tidak bisa di artikan, namun dia tidak mau mencegah Meta pergi, ada rencana yang akan di perbuat setelah ini. sedangkan Raka langsung berlari menyusul Meta yang sedang berlari ke arah kamarnya.

__ADS_1


Rangga duduk di kursi setelah Meta tidak terlihat, " Ck ada-ada aja, lagi galau di kasih yang benar malah makin ngambek malah bilang mau berhenti bekerja jadi asisten Reina, paingan besok uga uda balik lagi" ucap Rangga yang langsung mengambil ponselnya dan membaca pesan yang di lihatnya dari Ivo.


" Lusa kita berangkat dan aku akan melihat gimana hatimu sebenarnya Ivo" ucap Rangga.


Di kamar Meta, Raka membujuk Meta agar tidak gegabah langsung pergi meninggalkan nona Reina  dan rumah ini.


" Meta cobalah berfikir sekali lagi, kau saat ini sedang emosi, lagian kau kan sudah tahu gimana mulutnya tuan Rangga, dia memang seerti itu Meta, kenapa kau langsung masukkan ke hati" ucap Raka.


" Aku gak bisa gini terus Ka, hati aku sakit, lebih baik aku pergi dari sini agar aku bisa move on" sahut meta tanpa sadar.


" Apa move on?" tanya Raka dengan menatap Meta dengan tatapan tajam.


Meta langsung gelagakapan saat mulutnya tidak bisa di rem saat sedang emosi, " Meta jawab pertanyam ku? jangan-jangan kau selama ini menyimpan perasaan dengan tuan Rangga?" tanya Raka.


Deg


Seseorang langsung menghentikan langkahnya saat mendengar pembicaraan dari kamar Meta.


Tbc.


Siapa lagi ya yang tiba-tiba dengar Raka dan Reina bicara?

__ADS_1


kira-kira readers ada yang bisa nebak gak?"


Tbc.


__ADS_2